Indofood Riset Nugraha (IRN) merayakan 20 tahun perjalanan dalam mendukung riset pangan. Sepanjang dua dekade ini, lebih dari 1.100 proposal inovasi pangan dari peneliti muda di Indonesia telah didanai dan dikembangkan melalui program tersebut.
Dalam acara reuni alumni yang diadakan di Jakarta, IRN menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong lahirnya proposal riset terbaik yang fokus pada inovasi pangan berbasis potensi lokal. Sejak didirikan pada 2006, program ini terus mendorong mahasiswa dan peneliti muda untuk mengembangkan penelitian pangan yang dapat diaplikasikan di masyarakat.
Stefanus Indrayana, Head of Corporate Communications Indofood, menyatakan bahwa IRN merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun sumber daya manusia melalui riset pangan. Dalam 20 tahun terakhir, dukungan dana dan pendampingan dari para pakar telah diberikan secara konsisten kepada para peneliti muda.
Kata Stefanus: "Kami ingin peneliti muda Indonesia berkembang dan berani mengeksplorasi potensi pangan lokal dari Aceh hingga Papua."
Program ini juga mendorong penelitian yang tidak hanya berkutat di laboratorium, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata serta aplikasi praktis di masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 8.300 proposal penelitian telah diterima, dengan lebih dari 1.100 proposal mendapatkan pendanaan.
Fokus pada Pangan Lokal
IRN memfokuskan penelitian pada potensi pangan lokal yang selama ini belum banyak dikembangkan. Ketua tim pakar IRN, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, menegaskan pentingnya pendekatan ini untuk memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang inovasi baru di sektor pangan Indonesia.
"Pangan harus bergizi, aman, dan enak serta bisa diterima oleh konsumen. Riset sangat penting agar hasil tidak hanya berhenti di laboratorium," ujar Prof. Purwiyatno.
Kolaborasi sebagai Kunci
Kolaborasi antara industri dan akademisi menjadi kekuatan utama IRN. Menurut Ir. Winarti TK, R&D Manager PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, sinergi ini memungkinkan terjadinya pengembangan riset yang lebih aplikatif dan relevan bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pertemuan tatap muka di era digital untuk mendorong diskusi dan pertukaran ide yang lebih luas setelah pandemi.
Konsistensi Mendampingi Peneliti Muda
Selama lebih dari dua dekade, IRN membuka programnya hingga ke wilayah timur Indonesia seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa di daerah tersebut.
Teknologi digital yang berkembang setelah pandemi juga membuat jangkauan program ini diperluas ke sekitar 200 universitas di Indonesia. Selain mendanai penelitian, IRN memberikan pelatihan profesional pada mahasiswa.
Dengan ini, Indofood berharap semakin banyak peneliti muda tertarik untuk mengembangkan inovasi pangan, menjadikan IRN sebagai wadah kolaborasi bagi ide baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri pangan nasional.