Provinsi Aceh kini tengah menghadapi tantangan serius terkait rendahnya angka imunisasi pada anak. Wilayah ini tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat zero dose atau anak yang belum pernah menerima vaksin rutin tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada tahun 2025, cakupan imunisasi lengkap di Aceh menempati posisi tiga terbawah nasional. Capaian ini hanya sedikit lebih unggul jika dibandingkan dengan Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
Kondisi zero dose ini sangat mengkhawatirkan karena membuat anak-anak rentan terhadap berbagai penyakit berbahaya. Tanpa vaksin, mereka berisiko tinggi tertular campak, polio, difteri, hingga hepatitis B.
Faktor Kepercayaan dan Isu Konspirasi
Tingginya angka anak yang tidak divaksinasi di Aceh tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan akses layanan kesehatan. Faktor kepercayaan dan stigma negatif di tengah masyarakat menjadi penghambat utama keberhasilan program imunisasi.
Dokter spesialis anak, dr. Aslinar, SpA, mengungkapkan bahwa masih banyak orang tua yang terpengaruh oleh isu konspirasi. Sebagian masyarakat menganggap imunisasi sebagai upaya pihak asing untuk melemahkan generasi muslim di masa depan.
Menurutnya, kelompok antivaksin sering menyebarkan narasi bahwa vaksinasi adalah agenda pihak tertentu untuk merusak kesehatan umat muslim. Pandangan keliru inilah yang membuat para orang tua enggan membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan.
Padahal, dr. Aslinar menegaskan bahwa imunisasi merupakan prosedur kesehatan global yang juga diterapkan secara ketat di negara-negara Barat. Vaksinasi menjadi syarat wajib bagi anak-anak untuk dapat mengakses pendidikan di luar negeri.
Indonesia di Peringkat Enam Dunia
Permasalahan imunisasi ini ternyata tidak hanya terjadi di Aceh, melainkan menjadi tantangan nasional bagi pemerintah Indonesia. Data global menunjukkan bahwa Indonesia masih berjuang keras untuk menekan angka anak yang belum divaksin.
Berikut adalah ringkasan data mengenai kondisi imunisasi di Indonesia:
- Indonesia menempati peringkat keenam dunia dengan jumlah anak zero dose terbanyak berdasarkan data WHO dan UNICEF 2024.
- Terdapat sekitar 2,3 juta anak di seluruh Indonesia yang tercatat belum pernah mendapatkan imunisasi rutin sama sekali.
- Angka anak zero dose secara nasional terus mengalami fluktuasi yang cukup tinggi dalam tiga tahun terakhir.
- Pemerintah terus berupaya mengejar ketertinggalan cakupan vaksinasi melalui berbagai program percepatan di daerah.
Administrator Kesehatan Ahli Madya Direktorat Imunisasi Kemenkes, Edy Hariyanto, membenarkan posisi Indonesia yang masih berada di urutan bawah secara global. Hal ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan kesehatan anak.
Tren Peningkatan Angka Zero Dose di Aceh
Data dari Direktorat Imunisasi Kemenkes menunjukkan adanya peningkatan jumlah anak yang tidak tervaksinasi di Aceh setiap tahunnya. Tren ini menunjukkan bahwa sosialisasi mengenai pentingnya imunisasi perlu diperkuat kembali.
Rincian jumlah anak zero dose di Aceh dalam tiga tahun terakhir:
| Tahun Terdata | Jumlah Anak Zero Dose di Aceh |
|---|---|
| 2023 | 52.664 Anak |
| 2024 | 58.143 Anak |
| 2025 | 61.440 Anak |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa angka anak yang belum tersentuh vaksinasi di Aceh terus bertambah secara konsisten sejak tahun 2023. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa masih banyak hambatan dalam menjangkau masyarakat di wilayah tersebut.
Kementerian Kesehatan pun mencatat lonjakan serupa pada skala nasional, dengan angka yang sempat menyentuh hampir satu juta anak pada tahun 2024. Diperlukan kerja sama lintas sektoral untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak kesehatan mereka melalui imunisasi yang lengkap.