Imbas Kematian di Jambi, Kemenkes Tunda Wahana Internship Dokter Baru

Imbas Kematian di Jambi, Kemenkes Tunda Wahana Internship Dokter Baru
Foto: Ilustrasi Imbas Kematian di Jambi, Kemenkes Tunda Wahana Internship Dokter Baru.
Ukuran teks

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara resmi memutuskan untuk membekukan operasional wahana di RSUD Kuala Tungkal, Jambi, sekaligus menunda pembukaan wahana bagi program internship dokter dan dokter gigi secara nasional. Keputusan tegas ini diambil sebagai tindak lanjut atas kasus kematian dr Myta Aprilia Azmi, seorang peserta internship yang diduga mengalami tekanan kerja yang tidak wajar selama bertugas.

Berdasarkan hasil investigasi mendalam, dr Myta diketahui memikul beban kerja yang sangat berat dan tidak pernah mendapatkan waktu libur selama tujuh hari berturut-turut. Kondisi kesehatannya terus menurun karena ia tetap dipaksa menjalankan tugas meskipun sedang dalam keadaan sakit tanpa adanya masa pemulihan yang cukup.

Kronologi Memburuknya Kesehatan dr Myta

Merujuk pada data kronologis dari investigasi Kemenkes RI, dr Myta mulai merasakan gejala demam, batuk, dan pilek sejak tanggal 26 Maret 2026. Meski sedang jatuh sakit, ia tetap menjalani tanggung jawab jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sembari mengandalkan pengobatan mandiri untuk bertahan.

Keadaan dr Myta semakin memprihatinkan karena ia sama sekali tidak memperoleh kesempatan untuk beristirahat hingga pada 13 April ia terpaksa dipasang infus saat berada di IGD. Ia sempat menghubungi rekan sejawatnya untuk meminta bantuan menggantikan jadwal jaga pada pagi hari 15 April karena sudah merasa sangat kelelahan.

Sekitar pukul 18.00 WIB di hari yang sama, rekan sesama dokter internship menemukan dr Myta dalam kondisi linglung di area bawah tangga rumah kosnya. Saat ditanya, ia masih menyatakan keinginannya untuk berangkat bertugas sebelum akhirnya dijemput dan dilarikan ke IGD RSUD KH Daud Arif guna mendapatkan perawatan medis.

Data Kematian dan Kendala Program Internship

Kasus dr Myta menambah panjang daftar duka dunia medis tahun ini, di mana total tercatat sudah ada empat orang dokter internship yang meninggal dunia dalam masa tugas. Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Yulia Farianti, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan mengenai ketidaksesuaian pelaksanaan program internship di lapangan.

Laporan yang masuk menunjukkan bahwa banyak peserta internship seringkali dibiarkan bekerja tanpa pendampingan dari dokter tetap atau dokter organik sesuai aturan yang berlaku. Para dokter muda ini kerap dibebani tanggung jawab yang tidak proporsional dan terkadang menjadi sasaran perlakuan semena-mena di lingkungan wahana penempatan mereka.

Langkah Evaluasi Menyeluruh oleh Kemenkes

Guna mengantisipasi terulangnya insiden tragis serupa, dr Yulia mengonfirmasi bahwa penundaan pembukaan wahana ini dilakukan secara menyeluruh di tingkat nasional pada hari Jumat (8/5/2026). Meskipun dilakukan serentak, ia memastikan bahwa kebijakan penangguhan keberangkatan ini tidak akan berlangsung dalam waktu yang terlalu lama.

Penundaan keberangkatan peserta Batch Mei bertujuan untuk menjamin setiap wahana benar-benar memadai dan layak bagi kelangsungan kegiatan program internship dokter di masa mendatang. Kemenkes ingin memastikan keselamatan dan kesejahteraan seluruh peserta, baik yang saat ini sedang aktif bertugas maupun yang baru akan diberangkatkan ke lokasi tujuan.

Sebagai bagian dari perbaikan sistem, Kemenkes RI berencana melakukan analisis mendalam terhadap hasil pemeriksaan kesehatan atau medical check up setiap peserta sebelum diterjunkan ke wahana. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan kanal aduan resmi melalui website yang kerahasiaannya terjamin guna memfasilitasi laporan pelanggaran agar bisa ditindak langsung oleh Inspektorat Jenderal.

Kategori Informasi Keterangan Statistik/Detail
Total Kematian Dokter Internship Tahun 2026 4 Orang
Tanggal Mulai Gejala Sakit dr Myta 26 Maret 2026
Jadwal Keberangkatan Program yang Ditunda Batch Mei 2026
Durasi Bekerja Tanpa Libur dr Myta 7 Hari Berturut-turut

Artikel terkait

Rekomendasi