Imbas Blackout Sumatera, Danantara Resmi Evaluasi Kinerja PLN Terbaru 2026

Imbas Blackout Sumatera, Danantara Resmi Evaluasi Kinerja PLN Terbaru 2026
Foto: Imbas Blackout Sumatera, Danantara Resmi Evaluasi Kinerja PLN Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

JAKARTA, KOMPAS.com - Danantara Indonesia berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional PT PLN (Persero) setelah insiden pemadaman listrik di wilayah Sumatra. Kejadian mati listrik ini berlangsung sejak Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB dan berhasil dipulihkan sepenuhnya pada Minggu (24/5/2026) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa evaluasi akan mencakup proses bisnis, penyebab blackout, serta langkah mitigasi. "Kami tentu akan mengevaluasi seluruh proses di PLN. Nanti akan dilakukan peninjauan menyeluruh, termasuk penyebabnya dan upaya antisipasi di masa depan," ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca juga: PLN Pastikan Listrik di Riau Kembali Normal Pascapemadaman

Dony menegaskan, fokus utama dari evaluasi ini adalah memperkuat mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. "Yang terpenting adalah mitigasi ke depan agar hal ini tidak terjadi lagi," tegasnya.

Insiden tak hanya dialami satu wilayah. Pemadaman melanda 9 provinsi di Sumatra, antara lain Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan rata-rata durasi mati listrik 6-10 jam per hari. Medan bahkan mengalami pemadaman hingga 19 jam.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya sudah mengirimkan tim untuk menyelidiki penyebab gangguan dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.

Baca juga: Wamen ESDM Ungkap Penyebab Blackout Sumatera: Jaringan Transmisi Tersambar Petir

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengidentifikasi bahwa blackout Sumatra dipicu gangguan pada jaringan transmisi di Merangin akibat sambaran petir. Sambaran ini mengganggu kestabilan sistem kelistrikan Sumatra, memicu pemadaman di berbagai daerah. "Ada masalah di jaringan transmisi yang disambar petir di Merangin. Ini berdampak pada kestabilan sistem," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Yuliot menambahkan, sistem kelistrikan Sumatra bagian utara bergantung pada pasokan listrik dari wilayah selatan. Ketika terjadi gangguan, sistem langsung terdampak sehingga memicu blackout meluas. "Jadi saat terjadi gangguan, seluruh sistem mengalami blackout," jelasnya.

Baca juga: Blackout di Bali Tak Meluas hingga ke Jawa, Puskepi: Sistem Proteksi Listrik RI Lebih Baik dari Eropa

KOMPAS.com berkomitmen untuk menyajikan informasi yang jelas, tepercaya, dan seimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme berkualitas dan nikmati kenyamanan baca bebas iklan melalui Membership. Bergabung dengan KOMPAS.com Plus sekarang.

Artikel terkait

Rekomendasi