IHSG Terkoreksi, Tekanan Rupiah dan Rebalancing MSCI Jadi Sentimen Terbaru 2026

IHSG Terkoreksi, Tekanan Rupiah dan Rebalancing MSCI Jadi Sentimen Terbaru 2026
Foto: IHSG Terkoreksi, Tekanan Rupiah dan Rebalancing MSCI Jadi Sentimen Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini dengan berada di zona merah. Pada penutupan Jumat (29/5/2026), indeks terpantau melemah tipis sebesar 0,05 persen ke posisi 6.127,381.

Meskipun penurunan indeks tergolong terbatas, tekanan jual dari investor asing terpantau masih sangat tinggi. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai jual bersih atau net sell asing mencapai Rp 8,36 triliun.

Daftar Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target utama aksi jual investor asing pada perdagangan hari ini. Total nilai penjualan bersih untuk saham perbankan swasta terbesar ini menyentuh angka Rp 1,959 triliun.

Berikut adalah daftar emiten dengan tekanan jual asing tertinggi :

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Mencatat net sell sebesar Rp 1,959 triliun.
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Menyusul di posisi kedua dengan net sell Rp 1,939 triliun.
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Mencatatkan nilai jual bersih Rp 1,610 triliun.
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Mengalami pelepasan saham senilai Rp 738 miliar.
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Mencatat aksi jual bersih asing sebesar Rp 390 miliar.

Aksi jual ini menunjukkan bahwa sektor perbankan kelas atas masih menjadi fokus utama investor asing dalam melakukan penarikan dana. Hal tersebut memberikan tekanan yang cukup signifikan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

Saham yang Masih Diborong Investor Asing

Di tengah derasnya arus keluar modal asing, beberapa saham justru masih diminati dan mencatatkan pembelian bersih. PT Astra International Tbk (ASII) memimpin sebagai saham yang paling banyak dikoleksi dengan net buy Rp 137 miliar.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga mencatatkan hasil positif dengan nilai beli bersih sebesar Rp 96 miliar. Selain itu, terdapat beberapa emiten lain yang turut membukukan net buy pada perdagangan kali ini.

Daftar emiten yang membukukan pembelian bersih tertinggi :

  • PT United Tractors Tbk (UNTR): Mencatatkan net buy senilai Rp 85 miliar.
  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA): Berhasil mengantongi net buy sebesar Rp 79 miliar.
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Mencatatkan aksi beli bersih asing senilai Rp 78 miliar.

Data di atas memperlihatkan bahwa minat investasi masih tersebar di beberapa sektor lain seperti otomotif, teknologi, hingga pertambangan. Hal ini menjadi penyeimbang di tengah gempuran aksi jual pada saham-saham perbankan jumbo.

Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap IHSG

Faktor eksternal yang turut menekan IHSG adalah kondisi nilai tukar rupiah yang terus merosot terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda kini terpantau telah menembus level psikologis di atas Rp 17.800 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan di pasar spot, rupiah terkoreksi 35 poin atau setara 0,20 persen ke level Rp 17.880 per dolar AS. Pelemahan ini dianggap sebagai salah satu pemicu utama yang membebani kinerja pasar modal nasional.

Ringkasan pergerakan kurs rupiah hari ini :

Kondisi Waktu Nilai Tukar Persentase Pelemahan
Penutupan Pasar Spot Rp 17.880 0,20 persen
Menjelang Penutupan Rp 17.893 0,27 persen

Data tabel tersebut menunjukkan fluktuasi rupiah yang sempat menyentuh titik terendahnya beberapa menit sebelum perdagangan berakhir. Kondisi mata uang yang tidak stabil ini diprediksi akan terus membayangi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Artikel terkait

Rekomendasi