HIPMI Siap Dukung Penuh Program Kopdes Merah Putih Gagasan Presiden Prabowo

HIPMI Siap Dukung Penuh Program Kopdes Merah Putih Gagasan Presiden Prabowo
Foto: HIPMI Siap Dukung Penuh Program Kopdes Merah Putih Gagasan Presiden Prabowo. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Organisasi Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) telah menyatakan siap mendukung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, sebuah inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa dengan lebih cepat. Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, mengungkapkan bahwa Koperasi Desa ini adalah realisasi dari konsep ekonomi Pancasila yang diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi di desa dan berimplikasi positif nasional.

"Kami siap mendukung dengan sepenuh hati gagasan Presiden Prabowo mengenai Koperasi Desa ini. HIPMI memiliki banyak anggota di seluruh Indonesia yang bisa menjadi mentor bagi masyarakat desa dan menjalin kolaborasi bisnis dengan mereka," ungkap Akbar dalam keterangannya, 7 Mei lalu.

Anthony Leong, Ketua Bidang Sinergitas BUMN, Danantara, dan BUMD BPP HIPMI, menambahkan bahwa HIPMI juga siap bergerak aktif di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, ini adalah saat yang tepat untuk membangun kelembagaan Kopdes Merah Putih dari segi bisnis dengan mengerahkan jaringan pengusaha muda di daerah guna mendukung visi besar Presiden Prabowo dalam memperkuat ekonomi desa.

Anthony juga menilai bahwa inisiatif Kopdes Merah Putih bukanlah solusi sementara, melainkan strategi jangka panjang untuk menciptakan kemandirian ekonomi desa, memperkuat UMKM, serta meningkatkan hubungan dengan BUMN dan BUMD. Sebelum ini, Menteri BUMN Erick Thohir sudah menyampaikan pendanaan sebesar Rp450 triliun dari bank-bank BUMN untuk mendukung koperasi ini. Erick meyakini Kopdes Merah Putih bisa menciptakan ekosistem ekonomi baru, memperpendek rantai distribusi, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Dengan pendanaan yang tersedia melalui Himbara kita, pelaksanaan Kopdes ini akan lebih mudah dengan strategi bisnis yang harus disesuaikan dengan karakteristik desa dan produk yang dihasilkan," tambah Anthony. Di negara lain, model seperti ini sudah terbukti efektif. Misalnya, di Korea Selatan, koperasi pertanian dan komunitas desa telah menjadi pemimpin modernisasi ekonomi perdesaan sejak program Saemaul Undong pada era 1970-an. Di Jerman, sistem koperasi terintegrasi dalam rantai pasok industri dan pertanian berbasis komunitas lokal.

Dia juga menekankan pentingnya sosialisasi program Kopdes Merah Putih. "Penting untuk memastikan masyarakat desa dan perangkat desa memahami program ini secara menyeluruh agar pelaksanaannya berjalan efektif dengan inovasi dan kolaborasi. Dalam hal ini, HIPMI siap berada di garis depan karena banyak anggota HIPMI yang juga menjadi pengurus koperasi di daerahnya," imbuhnya.

HIPMI meyakini bahwa dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan dari pemerintah pusat, Kopdes Merah Putih bisa menjadi pilar utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih merata dan adil.

Artikel terkait

Rekomendasi