Tim nasional Inggris kini menghadapi ancaman serius berupa minimnya dukungan suporter di stadion saat melakoni laga uji coba menjelang Piala Dunia 2026. Situasi ini dipicu oleh tingginya harga tiket pertandingan yang membebani kantong para penggemar setia mereka.
The Three Lions dijadwalkan melakoni dua laga pemanasan krusial di Amerika Serikat sebelum turnamen resmi dimulai. Pertandingan pertama akan mempertemukan Inggris dengan Selandia Baru, disusul dengan laga melawan Kosta Rika beberapa hari setelahnya.
Sepinya Peminat di Stadion Raymond James
Laga antara Inggris melawan Selandia Baru rencananya akan digelar pada 6 Juni mendatang di Stadion Raymond James. Meski memiliki kapasitas hingga 69 ribu kursi, jumlah tiket yang terjual sejauh ini dilaporkan masih sangat minim.
Hingga saat ini, tercatat baru sekitar 13.000 tiket yang laku terjual untuk laga di markas Tampa Bay Buccaneers tersebut. Dari jumlah itu, hanya 1.500 anggota resmi England Supporters Travel Club yang terkonfirmasi akan hadir di tribun.
Kondisi ini cukup memprihatinkan mengingat pentingnya dukungan suporter untuk membangun mental tim asuhan Thomas Tuchel. Melansir laporan Mirror, faktor ekonomi menjadi alasan utama di balik enggannya para suporter datang ke stadion.
Berikut adalah detail jadwal pertandingan pemanasan timnas Inggris :
- Inggris vs Selandia Baru: Berlangsung di Stadion Raymond James pada 6 Juni 2026.
- Inggris vs Kosta Rika: Berlangsung di Stadion Inter&Co pada 10 Juni 2026.
Dua laga tersebut merupakan persiapan akhir sebelum Inggris terjun ke babak fase grup Piala Dunia 2026 yang akan mempertemukan mereka dengan tim-tim kuat seperti Kroasia.
Dampak Lonjakan Harga Tiket di Amerika Utara
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mengakui bahwa kenaikan harga tiket secara umum di Amerika Utara telah memengaruhi minat beli penonton. Para penggemar kini harus lebih selektif dalam memilih pertandingan mana yang layak mereka datangi.
Meskipun tiket termurah untuk laga uji coba dibanderol sekitar 54 poundsterling atau Rp1,2 juta, biaya akomodasi lainnya tetap dianggap sangat tinggi. Akibatnya, banyak pendukung Inggris yang memilih untuk melewatkan laga pemanasan demi menghemat anggaran selama turnamen utama.
Ringkasan perbandingan situasi dua laga uji coba Inggris :
| Aspek Pertandingan | Lawan Selandia Baru | Lawan Kosta Rika |
|---|---|---|
| Lokasi Pertandingan | Tampa Bay (Stadion Raymond James) | Orlando (Stadion Inter&Co) |
| Kapasitas Stadion | 69.000 Kursi | 25.500 Kursi |
| Status Penjualan Tiket | Sepi Peminat (Baru 13.000 Terjual) | Hampir Terjual Habis (Sold Out) |
| Faktor Pendukung | Harga Total Perjalanan Mahal | Basis Populasi Kosta Rika yang Besar |
Tabel di atas menunjukkan perbedaan mencolok antara dua lokasi pertandingan meski keduanya berada di wilayah Florida. Penjualan tiket di Orlando jauh lebih sukses karena faktor demografi lokal yang mendukung.
Kontras Penjualan Tiket di Orlando
Berbeda dengan kelesuan di Tampa Bay, laga melawan Kosta Rika di Stadion Inter&Co justru diprediksi akan dipadati penonton. Wilayah Orlando memiliki populasi warga keturunan Kosta Rika yang sangat besar, mencapai 16 persen dari total penduduk setempat.
Tingginya antusiasme warga lokal membuat tiket di stadion berkapasitas 25.500 kursi tersebut hampir habis dipesan. Hal ini setidaknya menjamin suasana atmosfer pertandingan yang lebih meriah dibandingkan laga sebelumnya.
Setelah menyelesaikan rangkaian uji coba ini, Thomas Tuchel dan skuadnya akan segera fokus pada laga pembuka Piala Dunia. Inggris dijadwalkan menghadapi Kroasia pada 17 Juni, yang kemudian diikuti oleh pertandingan melawan Ghana dan Panama.