Gusti Moeng Lepas 16 Biksu Thudong dari Jepara ke Borobudur 2026, Resmi!

Gusti Moeng Lepas 16 Biksu Thudong dari Jepara ke Borobudur 2026, Resmi!
Foto: Gusti Moeng Lepas 16 Biksu Thudong dari Jepara ke Borobudur 2026, Resmi!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sebanyak 16 biksu resmi memulai perjalanan spiritual thudong dengan berjalan kaki dari Jepara menuju Candi Sewu, Klaten. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh perwakilan Keraton Solo, Gusti Moeng, pada Rabu (20/5/2026).

GKR Koes Moertiyah Wandansari, atau yang akrab disapa Gusti Moeng, hadir dalam kapasitasnya sebagai Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta Hadiningrat. Prosesi pelepasan ini berlangsung khidmat di Candi Sima yang terletak di Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Jepara.

Ritual pelepasan para biksu dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan suasana yang penuh kekhusyukan. Ke-16 biksu tersebut tampak duduk bersila di atas panggung sebelum memulai perjalanan panjang mereka.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, membuka acara tersebut secara resmi. Setelahnya, Gusti Moeng memberikan sambutan sebagai simbol dukungan dari pihak Keraton Surakarta terhadap kegiatan lintas budaya dan agama ini.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya penampilan seni dari Bregada Candra Kalimasada Kodim 0719 Jepara. Selain itu, kelompok Bregada Sura Praja Jepara juga turut mengawal dimulainya langkah para biksu.

Detail Perjalanan dan Pengawalan Biksu Thudong

Romo Winoto selaku perwakilan panitia menjelaskan bahwa para biksu tidak berjalan sendirian selama menempuh rute tersebut. Terdapat puluhan relawan dan panitia yang telah disiagakan untuk mendampingi hingga lokasi tujuan.

Rincian jumlah personel yang terlibat dalam rombongan thudong kali ini:

  • Peserta Biksu: Sebanyak 16 orang memulai dari Jepara, dan akan bertambah satu orang saat tiba di Semarang.
  • Tim Panitia: Sekitar 30 orang yang bertugas mengatur teknis perjalanan dan logistik.
  • Relawan Pengawal: Sebanyak 40 orang yang ikut mendampingi demi keamanan dan kelancaran rute.

Total rombongan yang menempuh perjalanan ini mencapai sekitar 70 orang. Mereka dijadwalkan tiba di titik akhir, yakni Candi Sewu, pada tanggal 31 Mei 2026 mendatang.

Rute dan Titik Persinggahan

Perjalanan spiritual ini dibagi ke dalam beberapa etape dengan tempat istirahat yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi fisik para biksu agar tetap bugar hingga perayaan Waisak.

Daftar lokasi persinggahan para biksu dari Jepara menuju Klaten:

Wilayah Lokasi Persinggahan / Pos Singgah
Jepara Bangsri, Kelenteng Kota Jepara, dan Kelenteng Welahan.
Demak & Semarang Kelenteng Demak, Wihara Mahabodi Semarang, dan Wihara Gunung Kalong.
Salatiga Wihara setempat dan bermalam di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.
Boyolali & Klaten Ampel Boyolali, Vihara Bodhivamsa Klaten, dan Candi Plaosan.

Tabel di atas menunjukkan bahwa rute yang diambil melewati berbagai pusat keagamaan dan rumah dinas pejabat setempat. Hal ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara masyarakat, pemuka agama, dan pemerintah daerah.

Setelah menginap di Candi Plaosan, para biksu akan bergabung dengan panitia Waisak pusat di Candi Sewu. Puncak kegiatan ini adalah mengikuti rangkaian perayaan hari raya Waisak 2026 yang digelar di situs bersejarah tersebut.

Perjalanan thudong ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sebuah misi perdamaian dan penguatan spiritual. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam melepas rombongan ini menjadi potret harmoni yang nyata di Jawa Tengah.

Artikel terkait

Rekomendasi