Geger Benda Mirip Bom di Bandara, Faktanya Mengejutkan Hanya Alat Perontok Bulu

Geger Benda Mirip Bom di Bandara, Faktanya Mengejutkan Hanya Alat Perontok Bulu
Foto: Geger Benda Mirip Bom di Bandara, Faktanya Mengejutkan Hanya Alat Perontok Bulu. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Status keamanan di Bandara Avalon, Melbourne, Australia, mendadak berubah menjadi genting hingga memicu evakuasi ratusan orang. Kejadian ini bermula saat alat perontok bulu laser (laser hair removal) terdeteksi sebagai benda mencurigakan yang menyerupai bom di pos pemeriksaan.

Insiden menegangkan tersebut berlangsung pada Kamis (21/5) pagi di bandara yang berjarak sekitar 55 kilometer dari pusat kota Melbourne. Akibat temuan ini, area terminal domestik terpaksa ditutup total selama hampir empat jam demi keamanan.

Kronologi Pengerahan Tim Penjinak Bom

Laporan awal diterima Kepolisian Victoria sekitar pukul 06.00 waktu setempat, yang kemudian segera mengirimkan tim penjinak bom. Robot pelacak juga diturunkan ke dalam terminal untuk memeriksa tas jinjing misterius yang tertahan di ban berjalan mesin pemindai.

Setelah melalui pemeriksaan yang sangat mendalam, pihak kepolisian akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait identitas benda tersebut. Inspektur Nick Uebergang dari Kepolisian Victoria menegaskan bahwa objek yang dicurigai sebagai bahan peledak itu sama sekali tidak berbahaya.

Rincian benda yang ditemukan di dalam tas penumpang tersebut meliputi:

  • Perangkat elektronik perontok bulu laser portable.
  • Satu wadah berisi bubuk cokelat panas.

Penemuan dua benda ini sebelumnya dianggap sebagai ancaman serius oleh sistem pemindai keamanan bandara sebelum akhirnya diklarifikasi. Pihak berwenang pun memastikan bahwa tidak ada unsur bahan peledak yang ditemukan dalam tas tersebut.

Pemilik Tas Sempat Menjalani Pemeriksaan

Pria asal Melbourne yang memiliki tas tersebut sempat diamankan pihak berwenang untuk menjalani proses interogasi secara intensif. Meski sempat ditahan, ia akhirnya dibebaskan tanpa tuntutan hukum setelah terbukti tidak memiliki niat jahat.

Namun, Inspektur Uebergang menyayangkan sikap pemilik tas yang dinilai kurang membantu petugas saat proses awal identifikasi. Sikap tersebut membuat tim keamanan membutuhkan waktu lebih lama untuk memastikan situasi benar-benar aman.

Menurut Uebergang, kepanikan massal dan penutupan bandara seharusnya bisa diatasi lebih singkat jika pemilik tas lebih terbuka. Kerja sama dengan petugas sangat krusial agar operasional bandara tidak terganggu dalam waktu yang lama.

Dampak Terhadap Operasional Penerbangan

Kejadian ini membawa dampak signifikan bagi mobilitas penumpang, terutama untuk rute domestik yang sangat padat. Penutupan terminal menyebabkan penumpukan calon penumpang di area luar bangunan bandara dalam kondisi yang tidak menentu.

Beberapa kerugian operasional yang terjadi akibat insiden ini adalah:

  • Dua penerbangan dengan rute menuju Sydney dibatalkan secara total.
  • Belasan jadwal keberangkatan dan kedatangan lainnya mengalami keterlambatan parah.
  • Penumpukan ratusan penumpang di area non-steril bandara selama proses evakuasi.

Banyak penumpang merasa bingung karena kurangnya informasi awal mengenai alasan penutupan terminal. Beberapa saksi mata melaporkan adanya suara sirine dari kendaraan darurat dan kepolisian yang masuk ke area bandara dalam jumlah banyak.

Penegasan Standar Keselamatan Bandara

Pihak pengelola Bandara Avalon memberikan penjelasan bahwa langkah tegas menutup bandara merupakan bagian dari prosedur keselamatan internasional. Mereka menekankan bahwa setiap potensi ancaman, sekecil apa pun, harus ditangani dengan protokol maksimal.

Juru bicara Bandara Avalon menyatakan bahwa respons cepat tersebut membuktikan sistem keamanan mereka bekerja dengan sangat waspada. Keselamatan seluruh staf dan penumpang tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan operasional lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi