Pernikahan kedua Peter Phillips, yang merupakan cucu tertua mendiang Ratu Elizabeth II sekaligus putra sulung Putri Anne, baru-baru ini menyita perhatian publik dunia. Namun, fokus utama para pengamat kerajaan justru tertuju pada penampilan menawan sang istri baru, Harriet Sperling.
Harriet, yang berprofesi sebagai perawat pediatrik di NHS, tampil anggun dengan sebuah tiara yang melingkar di kepalanya. Pilihan aksesori ini memicu diskusi hangat di kalangan pecinta mode dan pengamat Kerajaan Inggris selama beberapa waktu.
Banyak pihak sebelumnya berspekulasi apakah Harriet akan diberikan izin untuk mengenakan koleksi perhiasan eksklusif milik keluarga kerajaan. Hal ini menjadi menarik karena Peter Phillips sendiri tidak menyandang gelar bangsawan apa pun sejak lahir.
Keputusan tersebut diambil oleh ibunya, Putri Anne, yang menolak gelar untuk anak-anaknya demi memberikan mereka kehidupan yang lebih normal. Meski begitu, terdapat tradisi yang memungkinkan anggota keluarga dekat tetap menggunakan fasilitas tertentu dalam acara resmi.
Sebagai contoh, pada pernikahan pertamanya di tahun 2008, Autumn Kelly menggunakan tiara Festoon antik yang dipinjamkan langsung oleh Putri Anne. Namun, untuk Harriet Sperling, jalan yang diambil sedikit berbeda dan sangat unik.
Alih-alih meminjam dari brankas kerajaan, Harriet mengenakan tiara yang dipinjamkan oleh Pragnell, sebuah merek perhiasan mewah asal Inggris. Pragnell juga merupakan pihak yang merancang cincin pertunangan serta anting-anting yang ia kenakan di hari bahagia tersebut.
Pihak perhiasan menjelaskan bahwa tiara bertabur berlian dan mutiara antik tersebut merupakan sebuah karya seni yang sangat langka. Desainnya mampu menyatukan dua era seni yang sangat berpengaruh dalam sejarah perhiasan dunia.
Gaya khas periode Edwardian dan Art Deco berpadu harmonis dalam satu bentuk mahkota yang halus dan mewah. Perpaduan gaya seperti ini disebut sangat jarang ditemukan pada koleksi perhiasan bersejarah lainnya.
Tiara tersebut bukan sekadar aksesori biasa, melainkan pusaka keluarga Pragnell yang memiliki nilai sejarah yang sangat dalam. Perhiasan ini sudah digunakan secara turun-temurun oleh keluarga perancang perhiasan tersebut dalam berbagai momen penting.
Bahkan, keindahan tiara ini tercatat pernah muncul dalam momen bersejarah Inggris, yakni pada upacara penobatan Raja George VI serta Ratu Elizabeth II. Hal ini membuktikan bahwa kualitas dan nilai seninya diakui di level tertinggi pemerintahan.
Detail Desain dan Makna Dibalik Pilihan Tiara
Jika diperhatikan secara seksama, mahkota ini memiliki detail rangkaian daun laurel yang berkilauan serta motif bunga yang sangat rumit. Detail tersebut ternyata memiliki kemiripan visual yang kuat dengan tiara yang pernah dipakai Putri Anne pada tahun 2000 silam.
Kala itu, Putri Anne mengenakannya untuk sesi pemotretan resmi saat merayakan ulang tahunnya yang ke-50. Kesamaan ini sempat membuat banyak orang mengira bahwa Harriet meminjam koleksi pribadi sang ibu mertua.
Beberapa fakta menarik mengenai sejarah dan tradisi penggunaan tiara di kalangan bangsawan:
- Tiara berasal dari tradisi Dunia Kuno yang berfungsi sebagai simbol status sosial bagi pemakainya.
- Pada abad ke-18, aksesori ini mulai digunakan kembali untuk mengidentifikasi identitas wanita yang telah menikah dari kalangan aristokrasi.
- Tradisi kuno mengharuskan pengantin wanita mengenakan koleksi perhiasan dari keluarga asalnya sendiri.
- Kini, pengantin kerajaan lebih sering meminjam tiara dari keluarga pasangan mereka karena faktor kepraktisan.
Pilihan Harriet untuk tidak menggunakan koleksi pribadi Putri Anne dianggap sebagai langkah yang sangat cerdas oleh para pengamat. Dengan mengenakan arsip dari Pragnell, ia berhasil menciptakan identitas visualnya sendiri yang autentik dan mandiri.
Langkah ini juga secara otomatis menghindarkannya dari perbandingan langsung dengan mantan istri Peter, Autumn Kelly, maupun saudara perempuan Peter, Zara Tindall. Harriet seolah ingin menegaskan kepemilikan penuh atas penampilan pengantinnya yang unik dan berbeda.
Selain aksesori kepala, keseluruhan penampilan Harriet memang dirancang dengan sangat elegan dan minimalis. Ia memilih mengenakan gaun model kolom karya desainer ternama Emilia Wickstead yang terbuat dari renda Prancis berkualitas tinggi.
Tampilan tersebut disempurnakan dengan penggunaan kerudung katedral yang memberikan kesan dramatis saat ia berjalan menuju altar. Ia juga memadukannya dengan sepatu hak tinggi klasik dari Jimmy Choo serta tatanan rambut sanggul yang sangat rapi.
Daftar Tamu dan Detail Prosesi Pernikahan
Pernikahan sakral antara Peter dan Harriet dilangsungkan dalam suasana yang intim pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Upacara pemberkatan pernikahan tersebut bertempat di Gereja All Saints yang berlokasi di desa Kemble, wilayah Cotswold.
Anak-anak dari pernikahan Peter sebelumnya, Savanah dan Isla, turut mengambil peran penting dalam prosesi tersebut. Bersama dengan putri Harriet, Georgina, mereka bertugas sebagai pendamping mempelai wanita yang membantu memegang ujung kerudung pengantin.
Kehadiran anggota keluarga inti Kerajaan Inggris menjadi penanda restu bagi pasangan ini:
| Kategori Tamu | Nama Anggota Kerajaan |
|---|---|
| Pasangan Utama | Raja Charles III dan Ratu Camilla |
| Pewaris Takhta | Pangeran William dan Kate Middleton |
| Keluarga Dekat | Pangeran Edward dan Sophie (Duchess of Edinburgh) |
| Keluarga Inti Peter | Putri Anne, Sir Timothy Laurence, Zara dan Mike Tindall |
Tabel di atas menunjukkan bahwa meskipun acara bersifat pribadi, dukungan dari lingkaran utama kerajaan tetaplah sangat besar. Kehadiran Raja Charles dan Ratu Camilla menunjukkan posisi Peter yang tetap dianggap penting di dalam keluarga besar.
Namun, di tengah keramaian tamu undangan, terdapat beberapa nama yang terpantau tidak hadir dalam acara tersebut. Pangeran Harry, Pangeran Andrew, dan Sarah Ferguson dilaporkan tidak masuk dalam daftar tamu yang diundang secara resmi.
Kisah cinta antara Peter dan Harriet sendiri mulai terendus oleh publik pada pertengahan Mei 2024. Saat itu, keduanya pertama kali terlihat tampil bersama secara terang-terangan dalam acara Badminton Horse Trials.
Sejak momen tersebut, Harriet semakin sering mendampingi Peter di berbagai acara kelas atas, termasuk ajang balap kuda bergengsi Royal Ascot. Ia terlihat mampu berbaur dengan sangat baik bersama anggota keluarga kerajaan lainnya dalam berbagai kesempatan.
Setelah menjalin hubungan yang semakin serius, pasangan ini akhirnya mengumumkan pertunangan mereka secara resmi pada Agustus 2025. Kurang dari satu tahun kemudian, mereka resmi mengikat janji suci dan memulai lembaran hidup baru sebagai suami istri.
Penampilan Harriet dengan tiara non-kerajaan ini akan terus diingat sebagai salah satu momen fashion paling menarik di lingkungan keluarga besar Inggris. Ia membuktikan bahwa keanggunan tidak selalu harus bersumber dari tradisi lama, melainkan bisa diciptakan melalui karakter yang kuat.