Aktor kawakan Ringgo Agus Rahman membagikan perspektif uniknya dalam mendidik anak-anaknya, Bjorka yang kini berusia 10 tahun dan Mars yang berumur 5 tahun. Bersama sang istri, Sabai Dieter, Ringgo mengaku masih terus berproses karena peran sebagai orang tua adalah perjalanan tanpa henti.
Walaupun tersedia banyak referensi ilmu pengasuhan, Ringgo lebih memilih untuk melakukan penyesuaian yang fleksibel sesuai kebutuhan anak-anaknya. Ia menekankan bahwa memahami karakter anak secara mendalam merupakan kunci utama dalam hubungan mereka.
Membangun Kedekatan Lewat Bahasa Kasih yang Berbeda
Ringgo mengungkapkan bahwa komunikasi antara dirinya dan Bjorka mungkin terlihat tidak biasa bagi orang luar yang mendengarnya. Mereka kerap saling melontarkan kalimat candaan seperti "I hate you" yang sebenarnya menunjukkan keakraban emosional yang kuat.
Baginya, setiap keluarga memiliki bahasa cinta dan cara berkomunikasi tersendiri yang tidak bisa disamaratakan. Hal ini menjadi bentuk keunikan hubungan mereka agar anak merasa nyaman menjadi diri sendiri tanpa tekanan aturan yang kaku.
Pemeran utama film "Keluarga Cemara" ini juga memiliki visi besar untuk menjadi "ruang aman" bagi kedua buah hatinya. Ia berharap anak-anaknya selalu menjadikan orang tua sebagai tujuan utama untuk bercerita, termasuk mengenai hal-hal yang bersifat sensitif.
Menghadapi Tantangan Inner Child dalam Pengasuhan
Satu hal yang cukup personal bagi Ringgo adalah kesadarannya akan sosok anak kecil yang masih "terjebak" di dalam dirinya hingga saat ini. Kondisi psikologis ini justru ia manfaatkan sebagai metode untuk masuk ke dunia anak-anaknya dengan lebih natural.
Ringgo menerapkan beberapa pendekatan khusus untuk mengatasi tantangan pengasuhan tersebut:
- Menyadari keberadaan inner child dalam dirinya agar bisa memahami sudut pandang anak lebih baik.
- Meluangkan waktu secara aktif untuk bermain bersama, termasuk bermain video game yang disukai anak.
- Memposisikan diri sejajar dengan anak agar bisa benar-benar masuk ke dalam dunia mereka.
- Memperbaiki diri sendiri seiring dengan pertumbuhan anak agar tidak mengulangi pola masa lalu.
Metode ini dianggap Ringgo sebagai upaya untuk memulihkan diri sekaligus memberikan masa kecil yang berkualitas bagi Bjorka dan Mars. Dengan ikut bermain dan masuk ke dunia mereka, ia merasa ikatan antara ayah dan anak menjadi semakin kuat.
Berikut adalah ringkasan prinsip gaya parenting yang dijalankan oleh Ringgo Agus Rahman:
| Aspek Parenting | Pendekatan Ringgo Agus Rahman |
|---|---|
| Gaya Komunikasi | Gunakan bahasa unik keluarga yang akrab dan tidak kaku. |
| Posisi Orang Tua | Menjadi tempat pertama bagi anak untuk curhat hal sensitif. |
| Keterlibatan | Aktif bermain game dan masuk ke dalam ekosistem anak. |
| Mental Health | Memperbaiki inner child bersamaan dengan proses asuh. |
Ringkasan di atas memperlihatkan bahwa Ringgo lebih mengutamakan koneksi emosional daripada sekadar aturan formal. Baginya, setiap orang tua memiliki cara masing-masing selama tujuannya adalah memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak.
Pada akhirnya, Ringgo percaya bahwa menjadi orang tua adalah tentang belajar bersama-sama dengan anak. Dengan memahami diri sendiri dan anak secara utuh, ia berharap bisa menciptakan lingkungan keluarga yang sehat secara mental dan emosional.