Penampilan Demi Moore pada malam penutupan Festival Film Cannes 2026 menjadi perbincangan hangat di berbagai media internasional. Aktris senior tersebut hadir dengan busana mencolok yang memancing beragam komentar unik dari para pengamat mode.
Media asal Inggris, Daily Mail, memberikan ulasan yang cukup menggelitik terkait gaya busana bintang film Ghost tersebut. Mereka menyebut syal yang melengkapi gaun hijaunya tampak menyerupai kantung tidur atau sleeping bag.
Detail busana yang dikenakan Demi Moore pada acara tersebut:
- Gaun berwarna hijau emerald yang dihiasi taburan permata mewah.
- Syal berwarna biru langit dengan desain menggembung yang unik.
- Sarung tangan putih panjang yang menambah kesan klasik.
- Karya adibusana ini merupakan rancangan desainer Pierpaolo Piccioli dari rumah mode Balenciaga.
Beberapa pihak menilai bentuk syal tersebut lebih mirip dengan bean bag karena volumenya yang besar dan tekstur yang terlihat empuk. Pilihan busana ini pun tidak hanya menarik perhatian karena desainnya, tetapi juga memicu diskusi mengenai kondisi fisik sang aktris.
Sorotan pada Perubahan Fisik Demi Moore
Keputusan Demi Moore untuk mengenakan syal yang menutupi bagian lengan dan tubuhnya dianggap sebagai langkah untuk meredam spekulasi publik. Sebelumnya, para penggemar sempat menyatakan kekhawatiran mereka setelah melihat Moore tampil lebih kurus di awal festival.
Mengutip laporan Daily Mail, tubuh ramping Moore yang terlihat ekstrem memicu dugaan penggunaan Ozempic, obat penurun berat badan yang sedang tren di Hollywood. Banyak warganet yang menyayangkan kondisi tersebut dan menganggap standar kecantikan di industri film terlalu membebani sang aktris.
Meski banyak kritik yang bermunculan, tidak sedikit pula yang memberikan apresiasi atas keberanian Demi Moore dalam bereksplorasi secara visual. Beberapa penggemar memuji penampilannya yang terlihat sangat modis, unik, dan tetap berkelas di usia 63 tahun.
Pihak perwakilan Demi Moore sendiri belum memberikan respons atau klarifikasi resmi terkait berbagai spekulasi yang beredar di media sosial. Fokus utama Moore di festival tahun ini tetap pada perannya sebagai salah satu anggota juri yang sangat dihormati.
Gemerlap Bintang di Karpet Merah Cannes 2026
Selain Demi Moore, sejumlah aktris papan atas lainnya juga berhasil mencuri perhatian melalui gaya busana mereka yang memukau. Eva Longoria tampil sangat glamor dengan gaun tanpa tali berwarna emas yang memiliki detail payet mengkilap.
Penampilan Eva semakin sempurna dengan potongan korset yang menonjolkan siluet tubuhnya serta bagian ekor gaun yang panjang dan mewah. Ia memadukan busana tersebut dengan sepatu hak tinggi bertali dan tatanan rambut gelombang berwarna karamel.
Keanggunan juga ditunjukkan oleh pemenang Oscar, Penelope Cruz, yang tampil memikat dalam balutan gaun hitam putih dengan aksen bulu. Detail bertingkat pada bagian rok memberikan efek dramatis yang sangat kuat saat ia melangkah di atas karpet merah.
Aktris Zoe Saldana memilih gaya yang lebih ceria dengan mengenakan gaun bermotif bunga warna-warni yang memiliki potongan leher rendah. Sementara itu, Sofia Carson tampil elegan menyerupai gaya ikonik Audrey Hepburn dengan gaun beludru hitam dan sarung tangan opera.
Daftar Penerima Penghargaan dan Jajaran Juri
Upacara penutupan Festival Film Cannes 2026 dipandu kembali oleh Eye Haïdara yang sebelumnya juga membuka acara pada pertengahan Mei. Puncak acara ini menjadi momen dinanti bagi para sineas dunia untuk mengetahui siapa yang berhak membawa pulang penghargaan bergengsi.
Berikut adalah kategori penghargaan utama yang diumumkan pada malam penutupan tersebut:
- Palme d'Or (Penghargaan Tertinggi)
- Grand Prix
- Penghargaan Juri (Jury Prize)
- Sutradara Terbaik (Best Director)
- Skenario Terbaik (Best Screenplay)
- Aktris Terbaik dan Aktor Terbaik
Tahun ini, Demi Moore mengemban tugas penting sebagai anggota juri bersama sutradara Chloé Zhao dan aktor ternama Stellan Skarsgård. Mereka bertugas menilai karya-karya terbaik yang berkompetisi di wilayah pesisir Prancis yang indah tersebut.
Sutradara legendaris asal Korea Selatan, Park Chan-wook, dipercaya menjabat sebagai Presiden Juri untuk memimpin proses seleksi film tahun ini. Komposisi juri kali ini dinilai sangat beragam karena melibatkan sineas berbakat dari berbagai belahan dunia.
Anggota dewan juri Festival Film Cannes 2026 meliputi nama-nama besar berikut:
| Nama Juri | Asal Negara | Profesi Utama |
|---|---|---|
| Park Chan-wook | Korea Selatan | Sutradara (Presiden Juri) |
| Demi Moore | Amerika Serikat | Aktris |
| Chloé Zhao | Tiongkok/AS | Sutradara |
| Stellan Skarsgård | Swedia | Aktor |
| Ruth Negga | Irlandia-Ethiopia | Aktris |
| Diego Céspedes | Chili | Sutradara & Penulis Skenario |
| Paul Laverty | Skotlandia | Penulis Skenario |
Kehadiran para juri dari berbagai latar belakang budaya ini bertujuan untuk memberikan penilaian yang objektif terhadap perkembangan sinema global. Setiap anggota juri membawa perspektif unik dalam menentukan film mana yang layak mendapatkan apresiasi tertinggi.
Ambisi Besar Indonesia di Kancah Internasional
Di luar kemeriahan karpet merah, Indonesia ternyata memiliki misi besar yang berkaitan dengan penyelenggaraan Festival Film Cannes di masa depan. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa Indonesia sedang menargetkan posisi sebagai Country of Honor pada tahun 2028.
Langkah ini diambil agar potensi industri film tanah air semakin dikenal luas oleh para pelaku industri perfilman dunia. Fadli Zon optimis bahwa talenta dan karya sineas Indonesia memiliki kualitas yang sangat kompetitif untuk bersaing secara global.
Menurut Fadli Zon, pihak penyelenggara Cannes sudah memberikan sinyal positif karena melihat ekosistem film di Indonesia yang terus tumbuh. Tingginya angka produksi film nasional yang mencapai lebih dari 250 judul per tahun menjadi salah satu indikator kuat keberhasilan tersebut.
Selain jumlah produksi, antusiasme masyarakat Indonesia untuk menonton film di bioskop juga menjadi poin penting dalam penilaian internasional. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ekonomi dari industri kreatif Indonesia sangat besar dan menjanjikan bagi para investor asing.
Sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan, pemerintah telah menyelenggarakan acara "Indonesia Night" pada 14 Mei 2026 di Cannes. Acara ini dihadiri oleh berbagai direktur festival film internasional dan tokoh penting seperti Guillaume Esmiol dari Marché du Film.
Melalui berbagai upaya networking dan promosi ini, diharapkan film Indonesia tidak hanya sekadar hadir sebagai penonton, tetapi menjadi pemain utama. Visi menjadi Country of Honor akan membuka jalan lebar bagi kolaborasi internasional yang lebih masif di masa mendatang.