Calon mahasiswa baru saat ini sedang menantikan hasil seleksi Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah pelaksanaan Ujian Mandiri yang dijadwalkan pada 2 hingga 8 Juni 2026. Pengumuman resmi bagi mereka yang berhasil lolos seleksi dijadwalkan akan dirilis pada 12 Juni mendatang sebagai langkah awal memasuki tahun akademik baru.
Bagi para peminat maupun calon mahasiswa, mengetahui prospek karier setelah lulus merupakan hal yang sangat menarik untuk disimak. Salah satu indikator yang sering menjadi acuan adalah gambaran penghasilan atau gaji lulusan yang dirangkum dalam laporan tahunan universitas.
Potret Penghasilan Alumni Berdasarkan Tracer Study UGM 2025
Merujuk pada hasil Tracer Study UGM 2025, lulusan program Sarjana (S1) serta Sarjana Terapan (D4) mencatatkan nilai median penghasilan sebesar Rp 6 juta per bulan. Angka ini memberikan gambaran nilai tengah dari pendapatan yang diperoleh para alumni setelah mereka terjun ke dunia kerja.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa mayoritas lulusan, yakni sekitar 42,98 persen, berada dalam rentang penghasilan antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Distribusi pendapatan ini mencakup berbagai profesi dan sektor industri yang menyerap tenaga kerja lulusan kampus biru tersebut.
Berikut adalah rincian persentase rentang penghasilan yang diperoleh lulusan UGM :
- Lebih dari Rp 20.000.001: Mencakup sekitar 1,92% dari total responden.
- Rp 10.000.001 - Rp 20.000.000: Diraih oleh 7,39% alumni yang mengisi survei.
- Rp 5.000.001 - Rp 10.000.000: Merupakan kelompok terbesar dengan persentase 42,98%.
- Rp 2.000.001 - Rp 5.000.000: Menempati posisi kedua terbanyak dengan angka 42,52%.
- Kurang dari Rp 2.000.000: Tercatat dialami oleh 5,19% responden lulusan.
Data di atas memperlihatkan variasi pendapatan yang cukup kompetitif bagi para alumni di pasar kerja nasional maupun internasional. Mayoritas lulusan mampu menembus angka di atas Rp 5 juta dalam karier awal mereka setelah menyelesaikan pendidikan.
Mengenal Pelaksanaan Tracer Study UGM 2025
Survei Tracer Study UGM 2025 merupakan agenda rutin yang dikelola secara daring oleh Kantor Alumni UGM di tingkat universitas. Proses pengambilan data ini berlangsung dalam periode April hingga Agustus 2025 untuk menjaring aspirasi dan data karier alumni.
Responden yang terlibat dalam studi ini adalah para lulusan jenjang S1 dan Sarjana Terapan yang diwisuda pada periode Februari, Mei, Agustus, dan November 2024. Studi ini bertujuan memetakan kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri serta memantau daya serap lulusan.
Berikut adalah rincian data responden Tracer Study 2025 berdasarkan jenjang pendidikan :
| Program Pendidikan | Jumlah Lulusan | Jumlah Mengisi | Response Rate |
|---|---|---|---|
| Sarjana (S1) | 7.609 | 5.483 | 72,06% |
| Sarjana Terapan (D4) | 1.007 | 882 | 87,59% |
| Program Magister (S2) | 4.129 | 2.908 | 70,43% |
| Program Doktor (S3) | 339 | 289 | 72,43% |
| Program Profesi | 1.143 | 612 | 53,54% |
| Program Spesialis | 331 | 258 | 77,95% |
| Program Subspesialis | 59 | 32 | 54,24% |
| Profesi Insinyur | 1.574 | 103 | 6,54% |
Tabel tersebut merangkum tingkat partisipasi alumni dari berbagai strata pendidikan yang diwisuda sepanjang tahun 2024. Data ini menjadi instrumen penting bagi UGM dalam menjaga kualitas pendidikan dan hubungan dengan para alumninya.
Secara umum, tingkat partisipasi atau response rate tertinggi ditemukan pada lulusan program Sarjana Terapan yang mencapai 87,59 persen. Sementara itu, program Profesi Insinyur mencatatkan tingkat partisipasi paling rendah di angka 6,54 persen dalam survei tahun ini.
Hasil Tracer Study ini tidak hanya sekadar angka, namun menjadi bukti nyata kontribusi lulusan UGM di berbagai lini pekerjaan. Informasi ini diharapkan dapat memotivasi calon mahasiswa baru untuk memantapkan pilihan mereka menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada.