Direktorat Pengembangan Pendidikan Institut Teknologi Bandung (ITB) baru saja merilis laporan tracer study 2025 yang melibatkan alumni angkatan 2018. Hasil survei ini menunjukkan pencapaian finansial yang luar biasa, di mana salah satu lulusannya dilaporkan memiliki penghasilan mencapai Rp119,5 juta per bulan.
Survei ini dilakukan pada periode 21 April hingga 31 Agustus 2025 dengan melibatkan 3.274 responden dari total 3.664 alumni. Angkatan 2018 dipilih karena mereka berada pada fase krusial karier, yakni sekitar satu hingga tiga tahun setelah menyelesaikan pendidikan formal di kampus tersebut.
Profil Responden dan Partisipasi Program Studi
Program Studi Manajemen tercatat sebagai penyumbang responden terbanyak dengan total 170 alumni yang berpartisipasi. Sebaliknya, Program Studi Seni Rupa memiliki jumlah responden paling sedikit, yakni hanya 22 orang yang mengisi data survei tersebut.
Meski Manajemen menyumbang angka responden terbesar, tingkat partisipasi aktif mereka hanya mencapai 62 persen. Hal ini berbanding terbalik dengan 12 program studi lainnya yang berhasil mencatatkan tingkat respons sempurna hingga 100 persen.
Daftar program studi dengan tingkat partisipasi 100 persen dalam survei:
- Teknologi Pascapanen dan Rekayasa Infrastruktur Lingkungan.
- Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air serta Teknik Pangan.
- Manajemen Rekayasa, Meteorologi, dan Astronomi.
- Farmasi Klinik dan Komunitas serta Rekayasa Kehutanan.
- Rekayasa Pertanian, Rekayasa Hayati, dan Fisika.
Data di atas menunjukkan komitmen alumni dari berbagai jurusan dalam memberikan umpan balik untuk pengembangan kurikulum dan kualitas pendidikan di ITB. Penjelasan ini menggambarkan sebaran data yang cukup merata dari sisi keterwakilan program studi.
Pilihan Karier dan Rata-rata Pendapatan Alumni
Mayoritas alumni angkatan 2018 memilih untuk terjun ke dunia profesional, baik sebagai karyawan maupun pemilik usaha. Tercatat sebanyak 76 persen atau sekitar 2.482 orang sudah bekerja, sementara 5 persen sisanya fokus sepenuhnya pada kewirausahaan.
Alumni yang memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi mencapai 14,5 persen dari total responden. Sementara itu, terdapat sekitar 4,7 persen alumni yang saat ini dilaporkan sedang tidak bekerja atau berada dalam masa transisi.
Secara keseluruhan, rata-rata gaji bulanan lulusan ITB ini berada di angka Rp10.170.259 dengan nilai tengah (median) sebesar Rp8.300.000. Angka ini merupakan gaji pokok dan belum mencakup bonus tahunan yang mereka terima dari perusahaan.
Bonus tahunan yang didapatkan para alumni juga tergolong besar dengan rata-rata mencapai Rp30.841.154 per tahun. Untuk nilai median bonus tahunannya sendiri tercatat berada pada angka Rp18 juta bagi para lulusan yang bekerja.
Analisis Penghasilan Berdasarkan Program Studi
Survei ini menemukan adanya kesenjangan pendapatan yang cukup signifikan di antara para lulusan. Penghasilan terendah sebesar Rp400 ribu ditemukan pada lulusan Seni Rupa yang masih magang, sedangkan angka tertinggi Rp119,5 juta diraih oleh lulusan Teknik Geofisika di perusahaan multinasional.
Jika meninjau dari nilai median atau nilai tengah gaji, Teknik Perminyakan menjadi jurusan dengan penghasilan tertinggi dibandingkan prodi lainnya. Berikut adalah rincian perbandingan pendapatan berdasarkan bidang studi yang ditekuni.
Rincian median gaji bulanan tertinggi dan terendah berdasarkan program studi:
| Kategori | Program Studi | Median Gaji Per Bulan |
|---|---|---|
| Tertinggi ke-1 | Teknik Perminyakan | Rp13.000.000 |
| Tertinggi ke-2 | Teknik Telekomunikasi | Rp12.500.000 |
| Tertinggi ke-3 | Teknik Kimia | Rp12.000.000 |
| Terendah ke-1 | Seni Rupa | Rp4.850.000 |
| Terendah ke-2 | Desain Produk | Rp5.000.000 |
| Terendah ke-3 | Farmasi Klinik & Komunitas | Rp5.000.000 |
Data tabel di atas menunjukkan bahwa sektor teknik masih mendominasi perolehan penghasilan tertinggi bagi para lulusan baru. Namun, sektor lain seperti industri kreatif mulai menunjukkan potensi melalui perolehan bonus tahunan yang kompetitif.
Selain gaji pokok, Teknik Elektro tercatat sebagai prodi dengan median bonus tahunan tertinggi mencapai Rp45 juta. Diikuti oleh Seni Rupa dengan Rp42,25 juta dan Teknik Pertambangan yang mendapatkan bonus sekitar Rp32,5 juta per tahun.
Potensi Penghasilan dari Jalur Wirausaha
Bagi lulusan yang memilih jalur bisnis, penghasilan tertinggi yang dilaporkan adalah sebesar Rp70 juta per bulan. Meski gaji pribadinya tidak setinggi karyawan di perusahaan multinasional, namun omset bisnis yang dikelola alumni bisa mencapai Rp100 miliar.
Secara umum, median pendapatan bersih bagi alumni yang berwirausaha adalah Rp5 juta per bulan dengan median omset bulanan sebesar Rp30 juta. Jika dibandingkan secara nilai tengah, pendapatan wirausahawan muda ini cenderung lebih rendah daripada mereka yang bekerja sebagai karyawan.
Namun, beberapa program studi justru mencatatkan median penghasilan wirausaha yang cukup menjanjikan bagi para alumninya. Berikut adalah daftar jurusan dengan pendapatan bisnis paling tinggi di angkatan 2018.
Program studi dengan median penghasilan wirausaha tertinggi:
- Lulusan Matematika dengan median penghasilan Rp20.000.000.
- Lulusan Teknik Metalurgi dengan median penghasilan Rp18.500.000.
- Lulusan Teknik Material dengan median penghasilan Rp17.000.000.
Hasil survei ini memberikan gambaran nyata bahwa latar belakang pendidikan di ITB membuka peluang ekonomi yang sangat luas. Baik melalui jalur karier profesional maupun dunia usaha, para alumni mampu bersaing secara finansial di pasar kerja global.