Tiga orang perampok berkebangsaan China gagal melarikan diri dari Singapura setelah pesawat yang mereka tumpangi diperintahkan kembali ke gerbang keberangkatan. Insiden dramatis di Bandara Changi ini terjadi pada Senin, 1 Juni 2026, sesaat sebelum pelaku terbang menuju negara asal mereka.
Ketiga pria yang berusia antara 29 hingga 34 tahun tersebut diduga melakukan perampokan terhadap seorang wanita di kawasan Marina Bay Sands. Pihak kepolisian Singapura bergerak cepat setelah menerima laporan resmi mengenai tindak kriminal tersebut pada Senin malam.
Kronologi Perampokan dan Modus Penukaran Uang
Peristiwa ini bermula ketika korban, seorang wanita asal China, mencari jasa penukaran mata uang asing melalui aplikasi pesan singkat. Ia kemudian berkomunikasi dengan seseorang yang mengaku bisa memberikan layanan tukar uang dengan kurs tertentu.
Korban setuju untuk menukar uang tunai sebesar 50 ribu dolar Singapura atau setara dengan Rp700 juta. Kesepakatannya, uang tunai tersebut akan ditukar dengan valuta asing yang nantinya dikirimkan ke dompet elektronik bank milik korban.
Wanita tersebut datang menemui salah satu pelaku di area dekat Marina Bay Sands dengan didampingi oleh anaknya. Pelaku kemudian menggiring korban ke sebuah kamar hotel dengan alasan untuk menyelesaikan proses transaksi keuangan tersebut.
Namun, di dalam kamar tersebut, ternyata sudah ada pelaku lain yang bersembunyi di dalam kamar mandi. Situasi berubah menjadi mencekam ketika para pelaku mulai melancarkan aksi kekerasan terhadap korban dan anaknya.
Korban mengaku sempat dicekik oleh salah satu tersangka saat dipaksa untuk menyerahkan seluruh uang tunai yang dibawanya. Akibat tindakan kekerasan tersebut, wanita malang itu mengalami luka ringan di beberapa bagian tubuhnya.
Setelah berhasil merampas uang, para pelaku mengunci korban dan anaknya di area balkon kamar hotel agar tidak bisa mengejar. Korban yang panik kemudian nekat memanjat ke balkon kamar sebelah untuk meminta pertolongan kepada penghuni lain.
Upaya Pelarian yang Digagalkan Polisi
Pihak kepolisian yang menerima laporan pada pukul 7 malam langsung melakukan investigasi intensif untuk melacak identitas para pelaku. Kurang dari empat jam, tepatnya sebelum pukul 11 malam, polisi berhasil mengidentifikasi ketiga tersangka.
Hasil pelacakan menunjukkan bahwa para pelaku sudah berada di dalam pesawat yang bersiap lepas landas menuju Shanghai. Polisi segera berkoordinasi dengan otoritas bandara untuk menghentikan penerbangan dan memanggil pesawat kembali ke gerbang.
Beruntung, pesawat tersebut belum sempat mengudara sehingga proses penangkapan bisa segera dilakukan oleh petugas keamanan. Ketiga tersangka diringkus di lokasi tanpa perlawanan berarti, dan polisi menemukan barang bukti uang tunai di tangan mereka.
Berikut adalah detail kemungkinan jadwal penerbangan yang digunakan pelaku berdasarkan data pelacakan udara :
- Maskapai China Eastern Airline : Penerbangan dengan nomor MU566 yang dijadwalkan berangkat pukul 23.10 waktu setempat.
- Maskapai Juneyao Airlines : Penerbangan dengan nomor HO1576 yang juga memiliki rute langsung menuju Shanghai pada malam tersebut.
Berdasarkan data dari platform pelacakan penerbangan, pesawat MU566 tercatat mengalami keterlambatan hampir satu jam dari jadwal seharusnya. Penundaan ini diyakini berkaitan erat dengan proses penangkapan ketiga perampok yang sudah berada di dalam kabin.
Ancaman Hukuman Berat di Singapura
Ketiga pria tersebut dijadwalkan menjalani persidangan perdana di pengadilan Singapura pada Rabu, 3 Juni 2026. Mereka akan didakwa dengan pasal perampokan yang disertai kekerasan secara bersama-sama di muka umum.
Di bawah hukum Singapura, hukuman bagi pelaku tindak pidana ini sangat berat dan bertujuan memberikan efek jera. Jika terbukti bersalah, masing-masing tersangka terancam hukuman penjara mulai dari lima tahun hingga maksimal 20 tahun.
Selain hukuman kurungan, para pelaku juga diwajibkan menjalani hukuman cambuk minimal sebanyak 12 kali. Aturan hukum setempat menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat dalam kejahatan bersama dianggap memiliki tanggung jawab pidana yang sama.
Pihak kepolisian Singapura juga merilis panduan keamanan bagi masyarakat agar terhindar dari modus kejahatan serupa :
- Tetap Tenang : Jika terjebak dalam situasi kriminal, usahakan tidak panik agar bisa berpikir jernih.
- Perhatikan Detail : Ingatlah ciri fisik, pakaian, hingga tanda khusus yang dimiliki oleh para pelaku kejahatan.
- Lapor Segera : Langsung hubungi pihak kepolisian sesaat setelah kejadian agar tindakan pengejaran bisa dilakukan cepat.
- Gunakan Jalur Resmi : Selalu gunakan jasa penukar uang (money changer) yang memiliki lisensi resmi dari otoritas terkait.
- Waspada Media Sosial : Jangan mudah percaya dengan tawaran jasa keuangan dari pihak tidak dikenal melalui platform pesan singkat.
Polisi menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang melakukan tindakan kriminal berani di wilayah hukum mereka. Segala upaya akan dikerahkan untuk menangkap pelaku kejahatan dan memprosesnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Fenomena Kriminalitas Warga Asing di Pesawat
Selain kasus perampokan di hotel, otoritas Singapura juga menaruh perhatian pada tren pencurian yang melibatkan warga China di dalam pesawat. Salah satu kasus yang baru saja diputus oleh pengadilan melibatkan seorang pria bernama Zhang Xiuqiang.
Zhang yang berusia 52 tahun dinyatakan bersalah atas kasus pencurian uang milik penumpang lain dalam penerbangan menuju Singapura. Pada Januari 2024, ia dijatuhi hukuman delapan bulan penjara oleh pengadilan Singapura atas perbuatannya tersebut.
Modus yang dilakukan Zhang tergolong rapi karena memanfaatkan kelengahan penumpang saat menaruh barang di kompartemen atas. Jaksa Penuntut Umum mengungkapkan bahwa aksi tersebut dilakukan dalam penerbangan maskapai Scoot dari Ho Chi Minh.
Seorang saksi mata yang duduk di dekat Zhang melihat pelaku mengambil tas ransel milik orang lain dari kompartemen atas. Zhang kemudian membawa tas tersebut ke kursinya, menggeledah isinya, dan menyembunyikan uang di balik jaketnya.
Setelah pesawat mendarat, saksi langsung memperingatkan pemilik tas untuk memeriksa barang bawaannya yang baru saja digeledah pelaku. Korban menyadari bahwa amplop berisi uang ribuan dolar Singapura dan Amerika Serikat telah hilang dari tasnya.
Upaya Zhang untuk melarikan diri dari pesawat setelah mendarat berhasil digagalkan berkat kerja sama antar penumpang dan kru kabin. Fenomena ini menjadi pengingat bagi para pelancong untuk selalu waspada terhadap barang berharga mereka selama berada di perjalanan udara.