Fortinet Perkuat Keamanan Siber di Safer Internet Day 2026, Makin Aman!

Fortinet Perkuat Keamanan Siber di Safer Internet Day 2026, Makin Aman!
Foto: Fortinet Perkuat Keamanan Siber di Safer Internet Day 2026, Makin Aman!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Technoz, Jakarta - Setiap tahun pada 11 Februari diperingati sebagai Hari Internet Aman Dunia atau Safer Internet Day (SID). Peringatan ini dimulai tahun 2004 dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengguna internet agar menjelajahi dunia maya dengan lebih aman dan bertanggung jawab. Tema SID tahun ini ialah 'Too good to be true? Protecting yourself and others from scams online'.

Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia, menyatakan bahwa transformasi digital yang cepat di Indonesia telah menyebabkan peningkatan ancaman siber. Lonjakan traffic internet telah berdampak pada kenaikan ancaman seperti malware dan akses yang tidak sah. "Dalam delapan bulan, Indonesia mengalami 123 juta anomali lalu lintas internet yang memprihatinkan. Hal ini menunjukkan pentingnya adopsi sistem keamanan siber terpadu oleh perusahaan. Bisnis perlu memprioritaskan solusi keamanan menyeluruh untuk melindungi operasional mereka dari ancaman yang terus berubah, terutama saat SID mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan online," ungkapnya di Jakarta.

Strategi Fortinet memfokuskan pada dua aspek utama:

  • Peningkatan kerangka kerja keamanan siber perusahaan
  • Pendidikan kepada individu mengenai praktik online yang aman

Edwin juga menyarankan organisasi untuk mengintegrasikan sistem keamanan canggih demi perlindungan data dan jaringan yang efektif. "Ini melibatkan penggunaan otentikasi multi-faktor dan langkah-langkah keamanan canggih lainnya guna mengurangi risiko," jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pembelajaran dan penyesuaian berkelanjutan dalam keamanan siber. "Seiring dengan semakin berkembangnya ancaman siber, maka strategi yang digunakan juga harus berkembang. Organisasi perlu berinvestasi dalam pelatihan personel untuk mengenali dan merespons potensi ancaman, menciptakan budaya kesadaran keamanan siber," tambah Edwin.

Edwin menyebutkan tantangan dalam menghadapi serangan siber berbasis AI dan kerentanan cloud. Fortinet memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kemampuan deteksi ancaman. Dengan teknologi AI, organisasi dapat mengenali dan menanggapi ancaman lebih cepat, memberikan perlindungan yang proaktif terhadap pelaku kejahatan siber. "Pembangunan budaya keamanan siber yang kuat dalam organisasi juga sangat penting. Ini termasuk menciptakan lingkungan di mana karyawan sadar akan potensi ancaman dan dilengkapi dengan pengetahuan untuk melindungi diri dan organisasi dari risiko siber," tuturnya.

Edwin menyatakan komitmen Fortinet untuk mendukung ekonomi digital Indonesia dengan menyediakan solusi keamanan siber yang komprehensif. "Langkah-langkah keamanan siber yang kuat semakin penting seiring dengan adopsi transformasi digital di negara ini," katanya.

```

Artikel terkait

Rekomendasi