Ebola Jadi Darurat Global, Kemenkes Imbau Hindari Konsumsi Daging Satwa Liar

Ebola Jadi Darurat Global, Kemenkes Imbau Hindari Konsumsi Daging Satwa Liar
Foto: Ilustrasi Ebola Jadi Darurat Global, Kemenkes Imbau Hindari Konsumsi Daging Satwa Liar.
Ukuran teks

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia kini meningkatkan level kewaspadaan nasional. Langkah ini diambil setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat kesehatan global terhadap wabah Ebola di Kongo dan Uganda.

Salah satu poin utama dalam imbauan pemerintah adalah meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih makanan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir potensi penularan virus yang berbahaya tersebut ke tanah air.

Larangan Konsumsi Daging Hewan Liar

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, memberikan peringatan keras mengenai pola konsumsi masyarakat. Ia menekankan pentingnya memastikan semua sumber protein hewani diolah dengan cara yang benar.

Pemerintah memberikan panduan khusus terkait konsumsi makanan demi keamanan kesehatan masyarakat:

  • Hanya mengonsumsi daging yang telah dimasak hingga benar-benar matang sempurna.
  • Menghindari konsumsi daging yang berasal dari hewan liar atau binatang buruan.
  • Menjauhi kontak langsung dengan hewan yang diduga terinfeksi atau bertindak sebagai pembawa virus.

Langkah pencegahan melalui jalur konsumsi ini dinilai sangat krusial. Pasalnya, virus Ebola seringkali berpindah dari hewan liar ke manusia melalui proses pengolahan daging yang tidak higienis.

Status Darurat Kesehatan Global

WHO secara resmi menetapkan situasi di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Hingga saat ini, tercatat lebih dari 300 kasus suspek dengan angka kematian mencapai 88 jiwa.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengonfirmasi bahwa wabah kali ini disebabkan oleh Bundibugyo ebolavirus. Jenis ini merupakan varian langka yang hingga kini belum memiliki vaksin atau metode terapi spesifik yang disetujui secara medis.

Berikut adalah rangkuman fakta terkait virus Ebola varian Bundibugyo yang perlu diketahui:

Kategori Informasi Penjelasan Detail
Gejala Infeksi Demam tinggi, kerusakan organ dalam, hingga risiko perdarahan hebat.
Asal Usul Pertama kali diidentifikasi di Distrik Bundibugyo, Uganda pada tahun 2007.
Ketersediaan Vaksin Belum tersedia vaksin resmi maupun terapi khusus untuk strain ini.
Karakteristik Termasuk salah satu varian virus Ebola yang tergolong jarang muncul.

Meski statusnya darurat, WHO menyatakan bahwa wabah ini belum dikategorikan sebagai pandemi. Oleh karena itu, otoritas kesehatan dunia belum mengeluarkan rekomendasi untuk menutup perbatasan antarnegara secara internasional.

Langkah Kesiapsiagaan Pemerintah Indonesia

Menyikapi ancaman tersebut, Kemenkes telah menyiapkan infrastruktur kesehatan yang memadai di berbagai wilayah. Pengawasan di pintu-pintu masuk negara kini dilakukan dengan lebih ketat guna menyaring pelaku perjalanan internasional.

Pemerintah memanfaatkan teknologi thermal scanner dan aplikasi All Indonesia untuk memantau kesehatan penumpang. Selain itu, observasi visual dilakukan secara intensif terhadap setiap individu yang baru tiba dari luar negeri.

Beberapa langkah strategis yang telah disiapkan pemerintah mencakup hal-hal berikut ini:

  • Menyiapkan 198 rumah sakit rujukan dalam jaringan layanan Penyakit Infeksi Emerging (PIE).
  • Mengaktifkan pemantauan di 21 rumah sakit sentinel yang tersebar di 20 provinsi.
  • Memperkuat kapasitas laboratorium dan memberikan pelatihan khusus bagi tenaga medis.
  • Melakukan koordinasi lintas sektor bersama WHO dan lembaga terkait lainnya.

Masyarakat juga diminta untuk terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam keseharian. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dan menggunakan masker saat sedang sakit sangat efektif dalam mencegah penyebaran infeksi.

Penggunaan sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol disarankan untuk membunuh kuman dan virus yang menempel. Selain itu, etika saat batuk dan bersin harus dipatuhi demi melindungi orang-orang di sekitar dari potensi penularan penyakit.

Artikel terkait

Rekomendasi