Pemerintah Kota Chongqing sukses menggelar konferensi ekonomi bilateral di Jakarta pada Jumat (20/9) pekan lalu. Acara ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat arus perdagangan dan pertukaran ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.
Konferensi tersebut mengusung tema "Jointly Building the New International Land-Sea Trade Corridor and Creating New Cooperation Opportunities Together". Fokus utamanya adalah berbagi peluang bisnis serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan demi masa depan ekonomi yang lebih baik bagi kedua negara.
Sinergi Strategis PT Green Energi Utama dan PT Sokonindo Automobile
Sejumlah pelaku industri besar turut hadir dalam pertemuan internasional ini, termasuk perusahaan otomotif PT Sokonindo Automobile. Selain itu, hadir pula PT Green Energi Utama (GEU) yang merupakan bagian dari Green New Corporation.
PT Green Energi Utama sendiri dikenal sebagai perusahaan yang fokus pada pengumpulan dan distribusi minyak goreng bekas atau Used Cooking Oil (UCO). Bahan baku tersebut nantinya diproses menjadi biodisel serta Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang lebih ramah lingkungan.
Pertemuan tingkat tinggi ini membuahkan hasil nyata berupa kesepakatan Nota Kesepahaman (MoU) antara GEU dengan PT Sokonindo Automobile. Kerja sama ini dirancang khusus untuk mendukung inisiatif mobilitas hijau atau "Green Mobility" di tanah air.
Dhimas Arif Wibowo, selaku Presiden Direktur PT Green Energi Utama, menegaskan bahwa perusahaannya memiliki komitmen kuat dalam transisi energi. Langkah ini diambil guna menekan angka emisi karbon secara signifikan melalui operasional yang lebih bersih.
Rincian poin kerja sama yang disepakati oleh kedua perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
- Pengadaan Unit Kendaraan: Pembelian sebanyak 100 unit kendaraan listrik model Blind Van.
- Tujuan Operasional: Penggunaan armada listrik ini ditujukan untuk mendukung seluruh kegiatan operasional perusahaan.
- Target Jangka Panjang: Pemenuhan target pengadaan unit ini direncanakan rampung sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang.
Kesepakatan tersebut membuktikan bahwa sektor swasta mulai serius dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan. Dukungan armada listrik dari Sokonindo diharapkan mampu mempermudah logistik pengumpulan minyak goreng bekas milik GEU secara lebih efisien.
Profil Perusahaan dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
Dhimas menjelaskan bahwa Green New Corporation saat ini telah memiliki jaringan yang sangat luas dengan lebih dari 10.500 mitra di seluruh wilayah Indonesia. Melalui kolaborasi ini, GEU berupaya menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menerapkan praktik bisnis hijau.
PT Sokonindo Automobile sebagai mitra strategis merupakan perusahaan kerja sama (joint venture) antara Sokon Group (Hongkong) Company Limited dengan PT Kaisar Motorindo Industri. Perusahaan otomotif ini memegang merek ternama seperti DFSK dan SERES di pasar Indonesia.
Operasional produksi Sokonindo dipusatkan di Kawasan Industri Modern Cikande yang berlokasi di Serang, Banten. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 20 hektare tersebut menjadi basis produksi kendaraan-kendaraan modern berkualitas tinggi.
Direktur PT Sokonindo Automobile, Cing Hok, dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa konferensi ini adalah wadah untuk membuka diri terhadap peluang baru. Ia optimis bahwa keterbukaan dalam bekerja sama akan menciptakan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi bersama.
Berikut adalah ringkasan profil singkat entitas yang terlibat dalam kerja sama ekonomi tersebut:
| Entitas Perusahaan | Fokus Bidang Usaha | Peran dalam Kerja Sama |
|---|---|---|
| PT Green Energi Utama (GEU) | Pengelolaan Minyak Goreng Bekas (UCO) | Pengguna armada listrik untuk operasional hijau |
| PT Sokonindo Automobile | Manufaktur Otomotif (DFSK & SERES) | Penyedia 100 unit kendaraan listrik Blind Van |
| Pemerintah Kota Chongqing | Pemerintahan Daerah Tiongkok | Inisiator dan tuan rumah konferensi ekonomi |
Data di atas menunjukkan bagaimana integrasi antara sektor energi terbarukan dan industri otomotif dapat berjalan beriringan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi katalisator penting bagi percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Cing Hok juga menambahkan bahwa misi utama dari keikutsertaan mereka adalah untuk mencari kemitraan yang menguntungkan secara timbal balik. Melalui visi yang sejalan, masa depan industri yang lebih bersih dan cerah diharapkan dapat segera terwujud.