Kasus dugaan riset palsu yang melibatkan Rifaldy Fajar, Prihantini, dan Sahnaz Vivinda Putri kini mulai merembet ke berbagai perguruan tinggi. Setelah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkat bicara, kini giliran Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) yang memberikan klarifikasi.
Nama UISI terseret setelah muncul dalam dua judul penelitian yang diduga bermasalah. Salah satu individu yang mencantumkan institusi ini adalah Sahnaz V Putri, yang tercatat sebagai perwakilan kampus dalam publikasi tersebut.
Daftar Riset yang Mencatut Nama UISI
Berdasarkan penelusuran data, berikut adalah judul riset yang melibatkan nama Universitas Internasional Semen Indonesia:
- AI-Driven Integration of Minority Stress, Gender-Affirming Hormone Therapy, and Epigenetic Aging in Alzheimer's Disease Progression in Transgender Individuals.
- AI-Driven Immunoepigenetic Time-Series Model for Predicting Risk of Necrotizing Enterocolitis in Preterm Neonates on Parenteral Nutrition: A Transformer-Based Multi-Dataset Fusion.
Kedua judul penelitian di atas menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk topik kesehatan yang cukup kompleks. Namun, validitas dari hasil kerja ilmiah ini tengah dipertanyakan secara luas.
Status Kemahasiswaan Sahnaz Vivinda Putri
Sahnaz Vivinda Putri diketahui sebagai mantan mahasiswi program studi S1 Manajemen di UISI yang mulai menempuh pendidikan pada tahun 2019. Namun, pihak kampus menegaskan bahwa yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi bagian dari sivitas akademika.
Berdasarkan keterangan Humas UISI, status kemahasiswaan Sahnaz telah berakhir sejak akhir tahun 2025. Hal ini diperkuat dengan adanya Surat Keputusan Rektor nomor 142/SK/01-01/11.25 yang diterbitkan pada 13 November 2025.
Klarifikasi Mengenai Unit Akademik Fiktif
Dalam publikasi riset tersebut, Sahnaz mengklaim berasal dari unit bernama "Health Management Laboratory" milik UISI. Namun, pihak universitas secara tegas membantah keberadaan unit tersebut di lingkungan kampus mereka.
UISI menyatakan bahwa mereka tidak pernah membentuk atau memiliki program studi maupun laboratorium dengan nama tersebut. Sebagai informasi, UISI saat ini mengelola 11 program studi yang berfokus pada manajemen, teknik, dan teknologi informasi.
Berikut adalah daftar program studi resmi yang ada di Universitas Internasional Semen Indonesia:
| Kategori Bidang | Nama Program Studi |
|---|---|
| Ekonomi & Bisnis | Magister Manajemen, S1 Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Syariah |
| Teknik & Industri | Manajemen Rekayasa, Teknik Kimia, Teknik Logistik, Teknologi Industri Pertanian |
| Teknologi & Desain | Informatika, Sistem Informasi, Desain Komunikasi Visual |
Tabel di atas menunjukkan cakupan akademik resmi UISI yang tidak mencakup bidang kesehatan secara spesifik. Ketidaksesuaian ini memperkuat dugaan adanya pencantuman identitas lembaga secara sepihak.
Pernyataan Hubungan dengan Rifaldy Fajar dan Prihantini
Selain masalah unit fiktif, UISI juga memberikan penjelasan terkait keterkaitan institusi dengan nama-nama lain dalam skandal ini. Kampus menegaskan tidak memiliki rekam jejak kerja sama dengan Rifaldy Fajar maupun Prihantini.
Pihak UISI menyatakan bahwa tidak ada data atau dokumen kerja sama institusional yang dapat membuktikan hubungan mereka dengan para peneliti tersebut. Klarifikasi ini sekaligus menjadi upaya kampus dalam menjaga reputasi akademik dari isu riset palsu yang tengah viral.