Dian Swastatika Kerja Sama dengan FirstGen untuk Garap Energi Panas Bumi di 2026

Dian Swastatika Kerja Sama dengan FirstGen untuk Garap Energi Panas Bumi di 2026
Foto: Ilustrasi Dian Swastatika Kerja Sama dengan FirstGen untuk Garap Energi Panas Bumi di 2026.
Ukuran teks
```html

PT DSSR Daya Mas Sakti (DSSR), yang merupakan anak perusahaan dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan bagian dari grup Sinar Mas, baru-baru ini menjalin kerjasama strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia.

Mitra ini merupakan bagian dari Energy Development Corporation (EDC) yang tergabung dalam First Gen Corporation, pemimpin energi terbarukan asal Filipina.

Kerjasama ini bertujuan untuk membawa pengetahuan dan keahlian dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

“Kami ingin memperkuat kapasitas dalam negeri dengan memanfaatkan potensi ini untuk menghasilkan energi bersih," ujar Lokita Prasetya, Presiden Direktur PT DSSR Daya Mas Sakti sekaligus Wakil Direktur Utama PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Ventura ini akan mengembangkan sumber daya panas bumi dengan kapasitas total sekitar 440 megawatt di enam wilayah, termasuk Jawa Barat, Flores, Jambi, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tengah.

Managing Director Sinar Mas Ferry Salman berharap agar pemerintah terus mendukung iklim bisnis yang kompetitif dalam sektor ini.

“Visi kami, bersama-sama menuju masa depan yang tak terbatas.

Energi panas bumi kami harapkan dapat menggerakkan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” katanya.

EDC sendiri melihat kemitraan ini sebagai kolaborasi untuk memperkuat transisi energi di Indonesia.

Sebagai produsen terbesar di dunia dalam panas bumi, EDC ingin membawa keahlian global mereka ke Indonesia.

"Dengan pengalaman panjang EDC di Filipina, kami bangga bisa berbagi pengetahuan ini melalui kemitraan dengan DSSR," ujar Francis Giles B. Puno, Vice-Chairman dan CEO EDC, juga President & COO First Gen.

Indonesia diketahui memiliki 40 persen cadangan panas bumi dunia, setara dengan 24 gigawatt, namun baru 10 persen yang telah dimanfaatkan.

Inisiatif ini juga sejalan dengan strategi Pemerintah Indonesia untuk mempercepat transisi energi dan mencapai net zero emissions tahun 2060. Acara ini turut dihadiri oleh anggota dewan Sinar Mas Franky Oesman Widjaja serta Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin.

```

Artikel terkait

Rekomendasi