Pemerintah terus mendorong transformasi di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program perampingan anak usaha yang kini mulai dipercepat. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memastikan perusahaan fokus pada inti bisnis mereka.
PT PLN (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) menjadi dua perusahaan plat merah yang berada di barisan depan dalam melakukan pengurangan jumlah entitas usaha. Melalui metode konsolidasi, divestasi, hingga restrukturisasi portofolio, kedua BUMN ini berkomitmen menyederhanakan struktur organisasi mereka dalam beberapa tahun ke depan.
PLN Targetkan Pangkas 21 Anak Usaha Hingga 2028
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan pentingnya transformasi ini dalam keterangan resminya pada Minggu (7/6/2026). Ia menyebutkan bahwa penguatan keandalan sistem kelistrikan merupakan kunci utama agar PLN bisa mendukung ketahanan energi nasional secara lebih efektif.
Dalam rencana strategisnya, PLN mematok target ambisius untuk memangkas jumlah anak perusahaannya yang semula berjumlah 44 entitas menjadi hanya 23 entitas saja pada tahun 2028. Hal ini berarti akan ada 21 anak usaha yang dilepas kepemilikannya atau digabungkan dalam kurun waktu dua tahun mendatang.
Rencana pengurangan struktur entitas di lingkungan PLN mencakup beberapa poin berikut:
- Melakukan konsolidasi unit bisnis yang memiliki fungsi serupa untuk menghindari tumpang tindih.
- Melaksanakan divestasi atau pelepasan kepemilikan pada anak usaha yang tidak berkaitan dengan bisnis inti.
- Melakukan restrukturisasi besar-besaran guna menciptakan organisasi yang lebih ramping dan lincah.
- Penyederhanaan struktur usaha untuk memotong jalur birokrasi internal perusahaan.
Langkah streamlining ini menjadi pembahasan utama dalam pertemuan antara jajaran Direksi PLN dengan pihak Danantara Indonesia. Selain membahas perampingan, pertemuan tersebut juga mengevaluasi sejauh mana transformasi perusahaan telah berjalan hingga saat ini.
Peta Jalan Kelistrikan dan Fokus Bisnis
PLN juga memaparkan progres pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025-2034 kepada pemerintah. Dokumen ini merupakan peta jalan krusial yang menentukan arah pengembangan sektor ketenagalistrikan di Indonesia selama sepuluh tahun ke depan.
Berikut adalah ringkasan target perampingan jumlah entitas anak usaha pada salah satu BUMN strategis tersebut:
| Deskripsi Program | Jumlah Entitas Awal | Target Entitas (2028) | Jumlah Pengurangan |
|---|---|---|---|
| Perampingan Anak Usaha PLN | 44 Entitas | 23 Entitas | 21 Entitas |
Data di atas menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam memangkas birokrasi di level anak perusahaan guna menciptakan ekosistem BUMN yang lebih sehat. Dengan struktur yang lebih sederhana, diharapkan setiap BUMN dapat bekerja lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas.