Persaingan memperebutkan gelar juara BRI Super League 2025/2026 semakin memanas setelah Borneo FC gagal meraih poin penuh pada pekan ke-33. Tim berjuluk Pesut Etam tersebut harus puas berbagi angka dengan tuan rumah Persijap Jepara dalam laga yang berakhir imbang.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, pada Minggu malam (17/5/2026) tersebut berakhir dengan skor kacamata. Hasil ini menjadi kabar buruk bagi Borneo FC karena membuat peluang mereka untuk mengangkat trofi juara musim ini kian menipis.
Sepanjang pertandingan, skuad asuhan Fabio Lefundes sebenarnya tampil cukup dominan dan terus berusaha menekan. Namun, pertahanan Persijap Jepara yang sangat solid membuat barisan depan Borneo FC frustrasi hingga peluit panjang dibunyikan.
Dominasi Borneo FC di Babak Pertama
Sejak peluit sepak mula ditiup, Borneo FC langsung mengambil inisiatif serangan untuk menguasai jalannya pertandingan. Dominasi Pesut Etam terlihat jelas dengan tekanan bertubi-tubi yang mereka berikan ke jantung pertahanan tim tuan rumah.
Persijap Jepara tampak kesulitan mengembangkan permainan dan lebih banyak bertahan di area sendiri akibat tekanan tersebut. Laskar Kalinyamat praktis hanya mengandalkan skema transisi cepat untuk mencoba keluar dari tekanan tim tamu.
Meski demikian, serangan balik yang dibangun oleh anak asuh Mario Lemos belum mampu memberikan ancaman berarti bagi gawang Borneo FC. Sementara itu, kubu tamu terus konsisten menggempur area pertahanan Persijap dari berbagai sisi lapangan.
Pemain kunci seperti Juan Felipe Villa, Mariano Peralta, hingga Koldo Obieta tercatat beberapa kali mendapatkan peluang emas. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat Pesut Etam gagal memecah kebuntuan di paruh pertama.
Hingga wasit menyudahi babak pertama, skor tetap bertahan imbang tanpa gol bagi kedua kesebelasan. Kedua tim pun masuk ke ruang ganti dengan kondisi papan skor yang masih menunjukkan angka 0-0.
Kebangkitan Persijap di Paruh Kedua
Memasuki babak kedua, situasi pertandingan sempat berubah saat Persijap Jepara mulai tampil lebih berani dan agresif. Dalam sepuluh menit pertama setelah jeda, Laskar Kalinyamat melancarkan serangkaian gempuran berbahaya ke gawang Nadeo Argawinata.
Peluang-peluang tersebut lahir melalui aksi individu maupun kerja sama tim yang melibatkan Carlos Franca, Alexis Gomez, Dicky Kurniawan, dan Sudi Abdallah. Tercatat ada empat ancaman serius yang berhasil dilepaskan oleh para pemain depan Persijap tersebut.
Walaupun mampu menghasilkan tembakan tepat sasaran, namun belum ada satu pun bola yang bersarang di dalam gawang Borneo FC. Kegigihan tim tuan rumah dalam memberikan tekanan konstan sempat membuat lini belakang Pesut Etam kewalahan.
Baru pada 20 menit terakhir pertandingan, Borneo FC perlahan mulai bisa keluar dari tekanan dan menemukan ritme permainan mereka kembali. Juan Felipe Villa, Koldo Obieta, hingga bek Cleylton Santos turut membantu serangan demi mencetak gol kemenangan.
Ketegangan terus berlanjut hingga menit-menit akhir laga, namun pertahanan kedua tim tetap disiplin menjaga area masing-masing. Skor kacamata alias 0-0 akhirnya menjadi hasil akhir yang harus diterima oleh kedua belah pihak.
Dampak Hasil Imbang Bagi Perebutan Juara
Hasil imbang tanpa gol di Jepara ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap peta persaingan di papan atas klasemen. Peluang Borneo FC untuk menyalip posisi puncak kini berada dalam situasi yang sangat sulit dan mengkhawatirkan.
Kondisi ini diperparah dengan hasil pertandingan pesaing terdekat mereka, Persib Bandung, yang berlangsung pada waktu bersamaan. Tim Maung Bandung berhasil memetik kemenangan krusial setelah menumbangkan PSM Makassar dengan skor tipis 2-1.
Berikut adalah ringkasan fakta pertandingan antara Persijap Jepara melawan Borneo FC:
- Pertandingan dilaksanakan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada tanggal 17 Mei 2026.
- Hasil akhir laga adalah 0-0, yang membuat kedua tim hanya mendapatkan tambahan satu poin.
- Borneo FC mendominasi penguasaan bola, namun gagal mengonversi peluang menjadi gol kemenangan.
- Persijap Jepara tampil sangat disiplin di lini belakang dan sempat mengancam lewat serangan balik di babak kedua.
- Kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar membuat jarak poin Borneo FC dengan puncak klasemen semakin melebar.
Hasil ini menuntut Borneo FC untuk bekerja ekstra keras di pertandingan sisa sambil berharap pesaing mereka terpeleset. Dengan hanya sisa sedikit laga, setiap poin yang hilang akan terasa sangat menyakitkan bagi ambisi juara Pesut Etam.
Data susunan pemain yang diturunkan oleh kedua kesebelasan dalam pertandingan ini adalah:
| Klub | Susunan Pemain dan Formasi |
|---|---|
| Persijap Jepara (4-2-3-1) | M. Ardiansyah; Najeeb Yakubu, Diogo Brito, Jose Luis Espinosa Arroyo, Buyung Ismu; Alexis Gomez, Borja Martinez; Ambrizal Umanailo, Dicky Kurniawan, Carlos Franca; Sudi Abdallah. |
| Borneo FC (4-3-3) | Nadeo Argawinata; Alfharezzi Buffon, Komang Teguh, Christophe Nduwarugira, Westerley Garcia; Rivaldo Pakpahan, Kei Hirose, Juan Felipe Villa; Kaio Nunes, Koldo Obieta, Mariano Peralta. |
Persijap Jepara di bawah arahan pelatih Mario Lemos menggunakan formasi yang cukup seimbang antara menyerang dan bertahan. Sementara itu, Fabio Lefundes dari Borneo FC menerapkan pola agresif dengan tiga penyerang sekaligus sejak menit awal.
Kegagalan Borneo FC mengamankan kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi para pendukungnya yang mengharapkan trofi juara. Kini, fokus mereka harus beralih ke laga terakhir musim ini untuk menutup kompetisi dengan hasil terbaik yang memungkinkan.