Berapa Kali Beras Harus Dicuci Sebelum Dimasak? Simak Aturan Terbaru 2026 yang Banyak Dicari

Berapa Kali Beras Harus Dicuci Sebelum Dimasak? Simak Aturan Terbaru 2026 yang Banyak Dicari
Foto: Berapa Kali Beras Harus Dicuci Sebelum Dimasak? Simak Aturan Terbaru 2026 yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Mencuci beras sudah menjadi kebiasaan rutin bagi masyarakat Indonesia sebelum memasaknya menjadi nasi. Banyak yang percaya bahwa semakin sering beras dibilas hingga airnya bening, maka hasilnya akan semakin bersih dan sehat untuk dikonsumsi.

Namun, muncul pertanyaan mengenai seberapa sering sebenarnya kita harus mencuci beras. Apakah proses pembersihan yang berulang-ulang benar-benar memberikan manfaat kesehatan, atau justru sebaliknya?

Aturan Mencuci Beras yang Ideal

Hingga saat ini, sebenarnya tidak ada aturan baku yang menetapkan frekuensi spesifik dalam mencuci beras. Meski begitu, para ahli menyarankan agar proses pembilasan dilakukan secukupnya saja tanpa harus berlebihan.

Berdasarkan penelitian dari Food Science yang dikutip National Center for Biotechnology Information, mencuci beras terlalu sering ternyata tidak selalu memberikan dampak positif. Tujuan utama mencuci beras adalah untuk membuang debu, kotoran ringan, dan sisa pati permukaan agar nasi tidak terlalu lengket.

Idealnya, pembilasan cukup dilakukan sebanyak satu hingga dua kali saja sebelum beras masuk ke penanak nasi. Langkah ini dinilai sudah memadai untuk membersihkan kotoran tanpa mengorbankan kualitas bulir beras tersebut.

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai dampak mencuci beras terhadap kandungan nutrisinya:

  • Kehilangan Mineral: Proses mencuci beras dapat mengikis kandungan mineral penting seperti magnesium, kalium, dan fosfor yang ada pada lapisan luar.
  • Tekstur Nasi: Air yang keruh saat mencuci beras sebenarnya berasal dari pati alami, sehingga membuang seluruh pati dapat mengubah tekstur nasi menjadi kurang ideal.
  • Nilai Gizi: Semakin sering beras dibilas, risiko hilangnya zat gizi esensial akan semakin besar karena ikut terlarut bersama air cucian.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu mencuci beras sampai air rendamannya terlihat benar-benar bening. Cukup pastikan air sudah terlihat lebih jernih dari sebelumnya agar keseimbangan nutrisi dan tekstur tetap terjaga dengan baik.

Kandungan Arsenik dan Cara Mengatasinya

Banyak orang khawatir mengenai kandungan arsenik dalam beras sehingga memilih mencucinya berkali-kali. Walaupun beras secara alami mengandung arsenik, jumlahnya biasanya masih dalam batas toleransi yang aman bagi tubuh manusia.

Faktanya, Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa mencuci beras hanya memberikan pengaruh minimal dalam mengurangi kadar arsenik. Jika tujuan utamanya adalah mengurangi arsenik, ada metode memasak yang dinilai jauh lebih efektif dibandingkan sekadar mencuci beras.

Langkah-langkah untuk menurunkan kadar arsenik pada beras menurut para ahli:

  1. Masak beras menggunakan air dalam jumlah yang berlebihan, layaknya saat merebus pasta.
  2. Setelah nasi setengah matang atau matang, buang sisa air rebusan yang berlebih tersebut.
  3. Teknik ini diketahui mampu menurunkan kadar arsenik hingga mencapai angka 40-60 persen.

Meskipun efektif mengurangi zat berbahaya, metode memasak dengan membuang air ini juga memiliki konsekuensi pada nutrisi lainnya. Kandungan vitamin dan zat penting seperti folat, zat besi, niasin, serta tiamin berisiko menyusut sekitar 50 hingga 70 persen.

Perbandingan antara mencuci biasa dan memasak dengan air berlebih:

Metode Tujuan Utama Dampak Nutrisi
Bilas 1-2 Kali Membersihkan debu dan sisa pati permukaan. Nutrisi dan mineral sebagian besar masih terjaga.
Memasak Air Berlebih Mengurangi kadar arsenik secara signifikan. Risiko kehilangan vitamin penting hingga 70 persen.

Data di atas menunjukkan bahwa setiap cara pengolahan beras memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing bagi kesehatan. Pilihlah metode yang paling sesuai dengan kebutuhan kesehatan Anda dan keluarga di rumah.

Artikel terkait

Rekomendasi