Baru-baru ini, media sosial ramai memperbincangkan efek samping dari mengonsumsi perasan daun kelor yang kabarnya bisa memicu sensasi "teler". Beberapa orang mengaku merasa melayang, pusing, hingga tubuh terasa sangat ringan setelah meminum sari tanaman yang sering dijuluki superfood ini.
Padahal, daun kelor selama ini lebih populer sebagai tanaman herbal yang kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan. Fenomena munculnya rasa kantuk atau lemas yang berlebihan tersebut tentu menimbulkan tanda tanya mengenai kandungan asli di dalamnya.
Mengapa Perasan Daun Kelor Memberi Efek Tertentu?
Secara ilmiah, daun kelor memang mengandung beragam senyawa bioaktif yang memiliki pengaruh langsung terhadap fungsi tubuh manusia. Meski begitu, hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat bahwa tanaman ini mengandung zat halusinogen atau narkotika.
Berdasarkan penelitian dari Universitas Jambi, ekstrak daun kelor terbukti positif mengandung senyawa alkaloid. Alkaloid adalah kelompok senyawa alami yang diketahui dapat memengaruhi sistem saraf, tekanan darah, hingga ritme denyut jantung seseorang.
Selain alkaloid, terdapat beberapa zat penting lainnya yang terkandung dalam setiap helai daun kelor yang dikonsumsi masyarakat. Berikut adalah daftar senyawa bioaktif utama yang ditemukan pada daun kelor:
- Alkaloid: Senyawa yang dapat memengaruhi kerja sistem saraf pusat dan sirkulasi darah.
- Flavonoid: Berperan sebagai antioksidan kuat untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh.
- Saponin dan Tanin: Zat yang memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat memengaruhi penyerapan nutrisi.
- Senyawa Fenolik: Membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
Kombinasi dari senyawa-senyawa di atas memberikan efek farmakologis yang nyata, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk ekstrak yang sangat pekat. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa daun kelor memiliki sifat sedatif ringan yang menenangkan.
Penyebab Munculnya Sensasi Melayang
Sensasi "teler" atau melayang yang dilaporkan kemungkinan besar bukanlah efek mabuk seperti penggunaan obat-obatan terlarang. Hal ini lebih merujuk pada reaksi tubuh terhadap penurunan tekanan darah atau kadar gula darah secara mendadak.
Saat seseorang mengonsumsi perasan kelor dalam keadaan perut kosong atau dosis berlebih, tubuh mungkin mengalami syok ringan. Gejala yang muncul bisa berupa lemas, pusing, hingga rasa kantuk berat karena efek sedatif yang bekerja.
Ringkasan potensi penyebab tubuh terasa melayang setelah minum perasan daun kelor:
| Kondisi Tubuh | Reaksi yang Mungkin Muncul |
|---|---|
| Gula Darah Rendah | Lemas, gemetar, dan keringat dingin. |
| Tekanan Darah Turun | Pusing mendadak dan sensasi pandangan kabur. |
| Efek Sedatif Ringan | Rasa rileks berlebih hingga mengantuk berat. |
| Sensitivitas Tinggi | Mual atau rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan. |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa kondisi fisik masing-masing individu sangat menentukan bagaimana tubuh merespons nutrisi dari daun kelor. Perbedaan dosis dan cara pengolahan juga menjadi faktor kunci yang tidak boleh diabaikan.
Jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa seperti sesak napas atau jantung berdebar kencang, segera hentikan konsumsi dan hubungi medis. Mengonsumsi herbal tetap harus dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan agar manfaatnya tetap optimal bagi kesehatan.