BEM UGM Resmi Berganti Nama Jadi SEMA, Simak Alasan dan Aturan Terbaru 2026

BEM UGM Resmi Berganti Nama Jadi SEMA, Simak Alasan dan Aturan Terbaru 2026
Foto: BEM UGM Resmi Berganti Nama Jadi SEMA, Simak Alasan dan Aturan Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada kini telah resmi berganti nama menjadi Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM. Pengumuman transformasi besar ini disampaikan secara terbuka pada Senin (1/6/2026) di kawasan Bundaran Boulevard UGM.

Ketua SEMA UGM, Sheron Adam Funay, mengungkapkan bahwa perubahan nama ini merupakan simbol dari arah baru gerakan mahasiswa di lingkungan kampus tersebut. Ia berharap format organisasi yang baru dapat lebih inklusif serta mampu menjawab tantangan zaman dengan lebih tangkas.

Alasan di Balik Transformasi Menjadi SEMA UGM

Transformasi ini bertujuan untuk mengatasi masalah internal seperti fragmentasi dan sikap elitis yang selama ini membayangi gerakan mahasiswa. Sheron menegaskan bahwa SEMA bukan lagi sebuah badan eksekutif yang bersifat hierarkis layaknya struktur lama.

Organisasi ini kini memosisikan diri setara dengan fakultas-fakultas lain dengan visi utama menyatukan seluruh elemen gerakan mahasiswa. Fokus utamanya adalah menciptakan kolaborasi yang lebih solid tanpa batasan struktur yang kaku.

Poin penting mengenai alasan perubahan struktur organisasi ini meliputi:

  • Menghapus budaya elitisme yang selama ini memisahkan pengurus organisasi dengan mahasiswa umum.
  • Menghilangkan sekat-sekat fragmentasi agar gerakan mahasiswa di UGM menjadi lebih padu.
  • Mengubah pola komunikasi organisasi dari yang sebelumnya hierarkis menjadi lebih setara.
  • Mendorong partisipasi aktif anggota dalam menanggapi berbagai isu sosial dan politik.

Dengan perubahan status ini, SEMA diharapkan menjadi wadah yang lebih lincah dalam bergerak dan tidak lagi terjebak pada birokrasi internal yang rumit. Hal ini merupakan upaya nyata untuk mengembalikan esensi gerakan mahasiswa sebagai penggerak perubahan.

Penghapusan Sistem Pemilwa dan Penerapan Meritokrasi

Perubahan mendasar lainnya yang dilakukan adalah penghapusan sistem Pemilihan Umum Mahasiswa atau Pemilwa. Keputusan ini diambil karena kontestasi politik terbuka dianggap sering terjebak dalam ajang popularitas dan perebutan kekuasaan semata.

Sheron berpendapat bahwa sistem politik lama cenderung mengaburkan tujuan utama dari gerakan mahasiswa yang sesungguhnya. Sebagai gantinya, SEMA UGM akan mengadopsi sistem pemilihan berbasis meritokrasi untuk menentukan jajaran pengurusnya.

Berikut adalah perbedaan mendasar antara sistem lama dan sistem baru yang diterapkan:

Aspek Perbedaan Sistem Lama (BEM) Sistem Baru (SEMA)
Mekanisme Pemilihan Pemilwa (Pemilihan Umum) Sistem Meritokrasi
Dasar Penempatan Kemenangan Politik & Popularitas Kemampuan & Kerja Keras
Representasi Mengklaim Seluruh Mahasiswa Mewakili Anggota Organisasi

Melalui sistem meritokrasi, posisi strategis akan diberikan kepada mereka yang memiliki kompetensi nyata dan dedikasi tinggi. Organisasi tidak lagi menempatkan seseorang di jabatan penting hanya karena faktor kemenangan politik secara praktis.

Reposisi Peran dan Dukungan Alumni

SEMA UGM kini tidak lagi mengeklaim diri sebagai representasi tunggal dari seluruh mahasiswa di universitas tersebut. Organisasi ini menegaskan posisinya untuk berbicara atas nama anggotanya saja tanpa menghilangkan kepedulian terhadap isu mahasiswa lainnya.

Langkah progresif ini juga mendapat apresiasi dari Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM periode 2025. Menurutnya, model organisasi sebelumnya sering kali tidak sejalan dengan realitas mahasiswa yang cenderung tidak tertarik pada gerakan formal.

Tiyo menekankan bahwa saat ini mahasiswa lebih membutuhkan partisipasi aktif dibandingkan sekadar representasi formal di atas kertas. Ia melihat transformasi ini sebagai langkah berani untuk menyesuaikan diri dengan situasi sosial politik nasional yang terus berkembang.

Perubahan ini dianggap sebagai cara yang tepat bagi organisasi mahasiswa untuk melepaskan diri dari gaya gerakan yang elitis. Gerakan mahasiswa di UGM kini memulai babak baru yang diharapkan lebih relevan dengan dinamika kampus masa kini.

Artikel terkait

Rekomendasi