Barat Bekukan Aset Rusia hingga Iran Senilai Rp10.353 Triliun, Ini Dampaknya

Barat Bekukan Aset Rusia hingga Iran Senilai Rp10.353 Triliun, Ini Dampaknya
Foto: Ilustrasi Barat Bekukan Aset Rusia hingga Iran Senilai Rp10.353 Triliun, Ini Dampaknya.
Ukuran teks

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu, mengungkapkan data mengejutkan mengenai pembekuan aset nasional oleh negara-negara Barat. Menurut taksiran paling rendah, total aset yang ditahan mencapai USD590 miliar atau setara dengan Rp10.353 triliun.

Dana fantastis tersebut merupakan milik sejumlah negara, termasuk Rusia, Kuba, Venezuela, Irak, dan Iran. Selain itu, aset milik Korea Utara, Libya, dan Afghanistan juga masuk dalam daftar pemblokiran tersebut.

Shoigu menyoroti dampak serius dari kebijakan ini, terutama bagi pemulihan ekonomi di Afghanistan yang kini sedang krisis. Ia menyebutkan bahwa negara tersebut sangat membutuhkan sumber daya finansial untuk menstabilkan kehidupan masyarakatnya.

Kekurangan dana di Afghanistan terjadi akibat pemblokiran aset sekitar USD10 miliar oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Pernyataan ini disampaikan Shoigu dalam pertemuan para sekretaris Dewan Keamanan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek.

Peringatan Shoigu bagi Pemimpin Dunia

Dalam forum tersebut, Shoigu memberikan peringatan kepada para pemimpin negara lain agar lebih waspada dalam mengelola keuangan negara. Ia menyarankan agar setiap pemimpin mulai mempertimbangkan kembali keamanan penyimpanan tabungan nasional mereka di lembaga keuangan Barat.

Menurut pandangannya, ketidakstabilan hubungan internasional saat ini dipicu oleh keinginan Amerika Serikat dan sekutunya untuk terus mendominasi dunia. Hal ini dianggap sebagai akar penyebab kekacauan global yang tengah terjadi.

Shoigu menilai bahwa berbagai cara digunakan oleh pihak Barat untuk mempertahankan pengaruh mereka di kancah global. Strategi tersebut mencakup penggunaan kekuatan militer hingga memicu berbagai perang dagang yang merugikan.

Selain itu, ia menuduh adanya upaya sistematis dalam memprovokasi krisis regional demi kepentingan politik tertentu. Shoigu menekankan bahwa tindakan-tindakan tersebut telah memperburuk tatanan hubungan antarnegara secara konsisten.

Stabilitas Regional dan Isu Afghanistan

Terkait masalah keamanan, Shoigu secara tegas menolak kembalinya infrastruktur militer dari negara ketiga ke wilayah Afghanistan. Ia juga melarang pembangunan instalasi militer baru di negara-negara yang bertetangga dengan Afghanistan.

Kondisi di Afghanistan dianggap sebagai faktor kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Organisasi Kerja Sama Shanghai. Oleh karena itu, penanganan situasi di negara tersebut menjadi perhatian utama bagi seluruh anggota SCO.

Daftar negara yang asetnya dibekukan oleh pihak Barat menurut data Rusia:

  • Rusia dan Kuba.
  • Venezuela dan Irak.
  • Iran dan Korea Utara.
  • Libya dan Afghanistan.

Data di atas menunjukkan cakupan luas dari kebijakan sanksi finansial yang diterapkan oleh negara-negara Barat. Langkah ini menjadi instrumen politik yang sangat berdampak pada ekonomi negara-negara yang menjadi sasaran.

Estimasi nilai aset dan pembagian tanggung jawab pemblokiran khusus Afghanistan:

Kategori Informasi Detail Fakta
Total Aset Dibekukan (Semua Negara) USD590 Miliar (Rp10.353 Triliun)
Khusus Aset Afghanistan USD10 Miliar
Negara Pemblokir Aset Afghanistan AS, Inggris, dan Jerman
Lokasi Pernyataan Pertemuan SCO di Bishkek

Tabel tersebut merangkum poin-poin utama dari laporan yang disampaikan oleh Sergei Shoigu mengenai distribusi dana yang ditahan. Angka-angka ini mencerminkan besarnya pengaruh finansial Barat dalam peta politik internasional saat ini.

Shoigu menutup pernyatannya dengan menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi bagi negara-negara anggota SCO. Hal ini dianggap sebagai langkah krusial untuk menghadapi tekanan dari dominasi global yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Artikel terkait

Rekomendasi