AS Sita 13,5 Kg Uranium Venezuela, Mau Dipakai Bikin Bom Nuklir?

AS Sita 13,5 Kg Uranium Venezuela, Mau Dipakai Bikin Bom Nuklir?
Foto: Ilustrasi AS Sita 13,5 Kg Uranium Venezuela, Mau Dipakai Bikin Bom Nuklir?.
Ukuran teks

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan keberhasilan pemindahan seluruh sisa uranium yang diperkaya tinggi (HEU) dari Venezuela sebagai bagian dari upaya keamanan global. Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) menyatakan bahwa operasi ini merupakan kemenangan penting bagi stabilitas dunia dan menunjukkan pemulihan hubungan kedua negara.

Sebanyak 13,5 kilogram atau sekitar 30 pon uranium telah diangkut dari reaktor penelitian tua di Venezuela menuju Amerika Serikat untuk diproses lebih lanjut. Langkah strategis ini diklaim sebagai bukti kepemimpinan tegas Presiden Donald Trump dalam menata kembali tatanan di kawasan Amerika Selatan tersebut.

Operasi pengangkutan bahan nuklir ini dilaporkan terjalin melalui koordinasi ketat antara Washington dengan Kementerian Sains dan Teknologi Venezuela yang baru. Momentum ini terjadi setelah AS memperbaiki hubungan diplomatik dengan Caracas menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro atas tuduhan terorisme narkotika pada awal tahun.

Meskipun narasi pemindahan ini terdengar dramatis, material tersebut sebenarnya berasal dari reaktor sipil era Perang Dingin yang didirikan lewat program "Atom untuk Perdamaian". Uranium ini telah berada di dekat Caracas sejak pertengahan 1950-an hingga 1970-an untuk keperluan penelitian ilmiah non-militer.

Pejabat nonproliferasi Amerika Serikat menegaskan bahwa keberadaan uranium yang diperkaya tinggi di ranah sipil tetap menimbulkan risiko keamanan jangka panjang. Bahan tersebut dianggap rentan terhadap ancaman pencurian, pengalihan fungsi, hingga perdagangan ilegal jika tidak segera ditarik dari peredaran dunia.

Kategori Informasi Detail Data
Jumlah Uranium yang Dipindahkan 13,5 Kilogram (30 Pon)
Asal Reaktor Program "Atom untuk Perdamaian" (1950-an - 1970-an)
Lokasi Reaktor Dekat Caracas, Venezuela
Instansi Penanggung Jawab Departemen Energi AS (DOE) & Kementerian Sains Venezuela

Hingga saat ini, belum ada bukti publik yang mengaitkan persediaan material tersebut dengan ancaman proliferasi nuklir atau pembuatan bom dalam waktu dekat. Prioritas utama Amerika Serikat tetap pada penghapusan stok HEU sipil di seluruh dunia guna meminimalisir potensi penyalahgunaan di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi