Kabar mengenai tekanan diplomatik ini terungkap melalui sebuah telegram internal Kementerian Luar Negeri AS yang bersifat rahasia. Dokumen yang bocor pada Rabu (20/5/2026) tersebut menginstruksikan para diplomat di Yerusalem untuk menyampaikan peringatan tegas kepada otoritas Palestina.
Alasan di Balik Ancaman Amerika Serikat
Pemerintah Amerika Serikat berpendapat bahwa ambisi Palestina untuk menduduki kursi pimpinan di Sidang Umum PBB dapat memperburuk kondisi geopolitik saat ini. Langkah diplomasi yang diambil Mansour dinilai berpotensi memicu ketegangan baru di panggung internasional.
Selain itu, Washington merasa pencalonan tersebut dapat mengganggu stabilitas rencana perdamaian Gaza yang sedang diupayakan oleh pemerintahan Trump. AS menegaskan akan meminta pertanggungjawaban langsung kepada Otoritas Palestina (PA) jika pencalonan tersebut tidak segera dibatalkan.
Dampak potensial dari ancaman diplomatik yang diberikan Amerika Serikat:
- Pembatalan visa bagi para pejabat dan delegasi Palestina yang bertugas di PBB.
- Peninjauan kembali keringanan sanksi visa yang sebelumnya diberikan pada September 2025.
- Peningkatan ketegangan hubungan diplomatik antara Washington dan Otoritas Palestina.
- Hambatan bagi perwakilan Palestina dalam memimpin jalannya persidangan di forum dunia.
Kebijakan ini menunjukkan sikap keras Washington dalam membatasi pengaruh politik Palestina di organisasi internasional melalui instrumen keimigrasian diplomatik.
Kekhawatiran AS Terhadap Peran Palestina di PBB
Sebelumnya, Riyad Mansour dilaporkan telah mengalah dengan menarik diri dari bursa calon Presiden Sidang Umum PBB pada Februari lalu setelah menerima lobi ketat dari AS. Namun, posisi Wakil Presiden ternyata tetap dianggap sebagai ancaman bagi kepentingan Amerika Serikat.
Meskipun jabatan Wakil Presiden memiliki profil yang lebih rendah, posisi tersebut memberikan otoritas kepada perwakilan Palestina untuk memimpin jalannya persidangan. Hal inilah yang ingin dicegah oleh Amerika Serikat, terutama menjelang agenda penting Sidang Tahunan Ke-81 Komite Tinggi PBB (UNGA81) pada September mendatang.
Ringkasan kronologi dan poin utama ketegangan diplomatik:
| Waktu Kejadian | Deskripsi Peristiwa |
|---|---|
| September 2025 | AS memberikan keringanan sanksi visa bagi delegasi Palestina di New York. |
| Februari 2026 | Riyad Mansour membatalkan pencalonan sebagai Presiden Sidang Umum PBB akibat tekanan AS. |
| Mei 2026 | Bocornya telegram rahasia berisi ancaman pencabutan visa terkait posisi Wakil Presiden. |
| September 2026 | Jadwal pelaksanaan Sidang Tahunan Ke-81 Komite Tinggi PBB (UNGA81). |
Data di atas memperlihatkan pola tekanan yang konsisten dari pemerintah AS untuk membatasi ruang gerak diplomatik Palestina di markas besar PBB.
Hingga saat ini, pihak Otoritas Palestina belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman pencabutan visa tersebut. Langkah Amerika Serikat ini kembali memicu perdebatan mengenai netralitas negara tuan rumah PBB dalam menyikapi aktivitas diplomatik negara-negara anggotanya.