Pemerintah Iran secara tegas membantah pernyataan pihak Amerika Serikat terkait klaim penenggelaman enam unit kapal Angkatan Laut mereka yang dianggap mengancam aktivitas pelayaran komersial di kawasan Selat Hormuz. Bantahan ini muncul setelah Laksamana Brad Cooper selaku Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) menyampaikan kepada media pada Senin (4/5/2026) bahwa militer AS telah melumpuhkan sebagian kekuatan kecil angkatan laut Iran di wilayah perairan tersebut.
Operasi militer yang dilaporkan tersebut merupakan bagian integral dari Proyek Kebebasan, sebuah inisiatif pengawalan yang baru saja diumumkan oleh Presiden Donald Trump untuk melindungi kapal tanker di Selat Hormuz. Langkah ini diambil guna merespons situasi keamanan yang memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu yang menyebabkan banyak kapal terjebak di jalur vital itu.
Menanggapi pernyataan dari pihak Washington tersebut, seorang pejabat senior militer Iran melalui kantor berita IRIB menyatakan bahwa klaim penenggelaman kapal tempur mereka adalah sebuah kebohongan besar. Sementara itu, Laksamana Cooper justru membanggakan konsentrasi daya tembak besar militer AS di sekitar selat, termasuk penggunaan armada helikopter tempur jenis AH-64 Apache dan MH-60 Seahawk dalam operasi itu.
Ketegangan di Jalur Perdagangan Minyak Global
Sebelum adanya klaim dari pihak Amerika Serikat, Kantor Berita Fars melaporkan bahwa militer Iran sempat melepaskan tembakan ke arah kapal patroli Angkatan Laut AS di area dekat Selat Hormuz. Namun, klaim serangan tersebut segera dibantah oleh CENTCOM yang menegaskan bahwa tidak ada satu pun kapal milik Angkatan Laut AS yang terkena tembakan dalam insiden tersebut.
Hingga saat ini, Washington dan Teheran masih terus terlibat dalam perselisihan sengit terkait kendali atas Selat Hormuz yang merupakan jalur air paling strategis di dunia. Wilayah perairan ini memiliki peran yang sangat krusial bagi ekonomi internasional karena menjadi jalur bagi sekitar 20 persen dari total perdagangan minyak maritim global setiap harinya.
| Detail Informasi | Keterangan Statistik/Data |
|---|---|
| Jumlah kapal Iran yang diklaim tenggelam | 6 kapal angkatan laut |
| Persentase perdagangan minyak global di Selat Hormuz | Sekitar 20% |
| Tanggal pernyataan pejabat CENTCOM | Senin, 4 Mei 2026 |
| Jenis Alutsista yang dikerahkan AS | Helikopter AH-64 Apache dan MH-60 Seahawk |
Situasi di lapangan semakin kompleks setelah adanya laporan penangkapan 41 agen IRGC serta klaim kerusakan infrastruktur di pangkalan militer AS yang mencapai ratusan bangunan. Ketegangan antara kedua negara ini terus dipantau secara ketat oleh dunia internasional mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap stabilitas keamanan dan pasokan energi dunia.