Alumnus UNY Bongkar Fakta Mengejutkan Namanya Dicatut Riset Palsu Prihantini

Alumnus UNY Bongkar Fakta Mengejutkan Namanya Dicatut Riset Palsu Prihantini
Foto: Alumnus UNY Bongkar Fakta Mengejutkan Namanya Dicatut Riset Palsu Prihantini. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Dunia akademik Indonesia sedang diguncangkan oleh isu dugaan penelitian fiktif yang menyeret nama Rifaldy Fajar dan Prihantini. Keduanya diduga kuat telah memalsukan sejumlah riset untuk dikirimkan ke berbagai forum ilmiah di tingkat internasional.

Kasus ini mencuat setelah diketahui bahwa mereka tidak hanya mengirimkan dokumen, tetapi juga mempresentasikan hasil penelitian tersebut di beberapa konferensi sains bergengsi. Salah satu karya yang disorot berjudul mengenai implementasi coping religious pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dari perspektif Islam.

Makalah ilmiah tersebut sempat dikirimkan ke konferensi Korean Society of Nephrology pada tahun 2020 silam. Dalam dokumen tersebut, Rifaldy dan Prihantini mencantumkan nama Intan Lisnawati dan Dewi Mustika Sari sebagai rekan penulis dengan afiliasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Pengakuan Alumnus yang Namanya Dicatut

Enam tahun berlalu sejak artikel tersebut dipublikasikan, Intan Lisnawati akhirnya memberikan klarifikasi mengejutkan. Ia menegaskan sama sekali tidak pernah terlibat dalam proses penyusunan atau penelitian artikel ilmiah tersebut.

Meskipun Intan merupakan rekan seangkatan Rifaldy di jurusan Matematika UNY angkatan 2014, ia mengaku sudah lama tidak menjalin komunikasi. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada tahun 2018, sesaat setelah Intan keluar dari rumah sakit.

Kabar mengenai pencatutan namanya ini justru ia dapatkan dari rekan lainnya, Nana Indri Kurniastuti. Nana sendiri mengalami nasib serupa, di mana identitasnya digunakan tanpa izin dalam berbagai karya ilmiah milik Rifaldy.

Beberapa variasi nama Nana Indri Kurniastuti yang ditemukan dalam berbagai artikel ilmiah palsu antara lain:

  • Nama lengkap sesuai identitas: Nana Indri Kurniastuti.
  • Variasi nama singkat pertama: Nana Indri.
  • Variasi nama singkat kedua: Nana Kurnia.

Nana mengungkapkan bahwa pencatutan nama tersebut dilakukan dalam frekuensi yang cukup sering dan pada banyak judul artikel. Padahal, sejak lulus dan menikah, fokus hidupnya sudah beralih sepenuhnya dari dunia akademis ke dunia bisnis.

Perubahan Karier dan Ketidaksesuaian Bidang Keahlian

Setelah menyelesaikan studi pada 2018 dan bekerja selama beberapa tahun, Nana memutuskan untuk fokus mengelola usaha kuliner. Ia mengaku kini lebih disibukkan dengan berjualan aneka makanan seperti pizza, burger, dan kebab.

Kekagetan Nana memuncak saat mendapati namanya masuk dalam daftar penulis artikel bertema teknologi AI dan adaptasi genetik burung pemangsa (raptor). Artikel tersebut dikirimkan untuk simposium internasional di Taiwan pada April 2025.

Ia merasa hal ini sangat janggal karena topik penelitian tersebut sama sekali tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Selain itu, jadwal kesehariannya sebagai pengusaha kuliner tidak memungkinkan dirinya untuk ikut dalam riset teknis yang rumit.

Berikut adalah daftar beberapa artikel ilmiah yang diduga mencatut nama alumnus tanpa izin:

Judul Artikel Ilmiah Forum / Konferensi Lokasi & Tahun
Implementation of Coping Religious in Chronic Kidney Failure Korean Society of Nephrology Korea Selatan, 2020
Al-Driven Multi-Omics Integration in Endangered Raptors Asian Raptor Research (ARRCN) Taiwan, 2025
Circadian-Aware Deep Learning for Metabolite Toxicity Inborn Errors of Metabolism (ICIEM) Kyoto, Jepang, 2025

Data di atas merangkum sejumlah publikasi yang menjadi sorotan dalam skandal riset palsu ini. Sebagian besar artikel tersebut dipresentasikan di luar negeri dengan mencantumkan nama-nama yang tidak pernah berkontribusi.

Upaya Permohonan Maaf dan Tindak Lanjut

Melalui media sosialnya, Nana menyampaikan bahwa Rifaldy telah menghubunginya secara langsung melalui telepon. Dalam percakapan tersebut, Rifaldy menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan memberikan klarifikasi resmi kepada publik.

Hingga saat ini, pihak media masih berupaya mendapatkan pernyataan langsung dari Rifaldy Fajar dan Prihantini terkait motif di balik dugaan pemalsuan riset ini. Namun, akses komunikasi dengan keduanya masih terbatas karena akun media sosial mereka tiba-tiba dinonaktifkan.

Sebelum menutup akun, Rifaldy sempat mengunggah sebuah pernyataan bahwa dirinya sedang menyusun penjelasan bersama tim peneliti lain. Kasus ini kini menjadi perhatian serius bagi pihak universitas dan komunitas ilmiah guna menjaga integritas akademik di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi