PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) baru saja mengumumkan kebijakan terbaru mengenai pembagian dividen bagi para pemegang sahamnya. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pengelola jaringan Alfamart ini akan menyalurkan dividen tunai sebesar Rp 1,7 triliun.
Nilai tersebut diambil dari laba bersih tahun buku 2025 dengan besaran Rp 41,5 per lembar saham. Keputusan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan keuntungan langsung kepada para investor.
Peningkatan Rasio Pembayaran Dividen
Direktur Keuangan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Tomin Widian, menjelaskan bahwa rasio pembayaran dividen tahun ini mengalami kenaikan. Pada tahun ini, perusahaan mengalokasikan sekitar 50 persen dari total laba bersih untuk dividen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rasio pembayaran pada tahun sebelumnya yang berada di level 45 persen. Tomin menegaskan bahwa peningkatan ini sejalan dengan kinerja perusahaan yang terus menunjukkan tren positif.
Berikut adalah rincian pembagian dividen Alfamart untuk tahun buku 2025:
- Total alokasi dividen tunai mencapai Rp 1,7 triliun bagi seluruh pemegang saham.
- Nilai dividen per saham yang akan diterima adalah sebesar Rp 41,5.
- Rasio pembayaran dividen atau payout ratio ditetapkan sebesar 50 persen dari laba bersih.
- Terdapat kenaikan signifikan dari payout ratio tahun sebelumnya yang sebesar 45 persen.
Peningkatan alokasi ini mencerminkan apresiasi perusahaan terhadap dukungan para pemegang saham selama ini. Fokus utama perseroan adalah memberikan nilai tambah yang kompetitif di tengah pertumbuhan bisnis ritel yang stabil.
Kinerja Keuangan dan Ekspansi Gerai
Sepanjang tahun 2025, Alfamart berhasil mencatatkan pendapatan yang impresif mencapai Rp 126,74 triliun. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 118,23 triliun.
Pertumbuhan pendapatan ini berbanding lurus dengan laba bersih perusahaan yang mencapai Rp 3,41 triliun pada 2025. Sebagai perbandingan, pada periode tahun sebelumnya, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 3,15 triliun.
Perbandingan kinerja keuangan Alfamart periode 2024 dan 2025:
| Indikator Keuangan | Tahun 2024 | Tahun 2025 |
|---|---|---|
| Pendapatan Total | Rp 118,23 Triliun | Rp 126,74 Triliun |
| Laba Bersih | Rp 3,15 Triliun | Rp 3,41 Triliun |
| Jumlah Gerai | 23.277 Gerai | 24.434 Gerai |
Data di atas memperlihatkan pertumbuhan konsisten yang dialami perusahaan baik dari sisi finansial maupun jangkauan operasional. Penambahan ribuan gerai baru menjadi motor utama dalam memperluas pangsa pasar ritel di Indonesia.
Strategi Pertumbuhan dan Proyeksi Masa Depan
Keberhasilan kinerja AMRT didorong oleh beberapa faktor kunci, termasuk optimalisasi platform omnichannel melalui Alfagift. Selain itu, efektivitas program promosi dan ketersediaan stok produk yang terjaga turut meningkatkan frekuensi transaksi pelanggan.
Ekspansi fisik juga menjadi prioritas dengan penambahan 1.159 gerai baru di berbagai wilayah sepanjang tahun 2025. Dengan penambahan ini, total jaringan ritel Alfamart kini telah mencapai 24.434 gerai di seluruh Indonesia.
Menghadapi tahun 2026, manajemen Alfamart optimis bahwa industri ritel nasional akan tetap tumbuh cerah. Hal ini didukung oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan berada di angka 5,33 persen hingga 5,4 persen.
Perusahaan berencana untuk terus memperkuat strategi pemasaran dan operasional guna mempertahankan momentum positif tersebut. Inovasi layanan digital dan penambahan gerai secara selektif diprediksi akan tetap menjadi fokus utama di masa mendatang.