Alasan Mengapa Dilarang Tiup Jaket Pelampung di Pesawat, Ternyata Fatal!

Alasan Mengapa Dilarang Tiup Jaket Pelampung di Pesawat, Ternyata Fatal!
Foto: Alasan Mengapa Dilarang Tiup Jaket Pelampung di Pesawat, Ternyata Fatal!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Setiap kali melakukan perjalanan udara, penumpang selalu disuguhi peragaan prosedur keselamatan oleh awak kabin. Salah satu instruksi yang paling krusial namun sering dianggap sepele adalah larangan menggembungkan jaket pelampung sebelum keluar dari pesawat.

Banyak yang mengira aturan ini hanya bertujuan agar lorong kabin tidak terasa sempit saat proses evakuasi berlangsung. Padahal, alasan di baliknya jauh lebih krusial karena berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa Anda dalam kondisi darurat.

Risiko Fatal di Balik Jaket Pelampung

Belakangan ini, sebuah video edukasi dari seorang guru fisika menjadi viral setelah memaparkan bahaya mengerikan jika aturan tersebut dilanggar. Menggembungkan jaket keselamatan di dalam kabin saat kondisi darurat ternyata bisa menjadi jebakan maut yang mematikan.

Penjelasan sains ini merujuk pada tragedi pembajakan Ethiopian Airlines Penerbangan 961 pada tahun 1996 silam. Saat itu, pesawat yang kehabisan bahan bakar terpaksa melakukan pendaratan darurat di permukaan laut.

Dalam situasi yang penuh kepanikan, banyak penumpang yang justru menarik tuas pelampung saat mereka masih duduk di kursi. Keputusan spontan ini berujung pada kecelakaan fatal yang merenggut banyak nyawa.

Data menunjukkan bahwa sebanyak 125 dari total 175 orang di dalam pesawat tersebut tewas tenggelam di dalam kabin. Mereka terjebak oleh alat keselamatan mereka sendiri yang seharusnya berfungsi melindungi nyawa.

Alasan Ilmiah Mengapa Pelampung Bisa Berbahaya

Guru fisika tersebut menjelaskan bahwa jaket pelampung pesawat bekerja berdasarkan prinsip daya apung yang sangat kuat. Jaket ini dirancang untuk mengembang seketika menggunakan gas karbon dioksida terkompresi.

Berikut adalah beberapa fakta ilmiah mengapa Anda tidak boleh menggembungkan pelampung di dalam pesawat:

  • Hukum Archimedes: Ketika air mulai membanjiri kabin, daya apung tinggi dari jaket akan otomatis mendorong tubuh penumpang ke arah atas.
  • Terjepit di Langit-Langit: Tekanan air membuat penumpang terdorong kuat ke langit-langit kabin dan membuat mereka terpaku di sana tanpa bisa bergerak.
  • Sulit Meloloskan Diri: Dalam posisi terjepit di atas, mustahil bagi penumpang untuk menyelam ke bawah guna mencari pintu keluar darurat.
  • Risiko Kerusakan: Pelampung yang sudah mengembang rentan sobek jika terkena puing tajam di dalam pesawat dan menghalangi ruang gerak penumpang lain.

Melalui penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa alat keselamatan tersebut justru bisa memerangkap penggunanya hingga kehabisan oksigen. Penumpang yang terjepit di langit-langit kabin tidak akan mampu berenang keluar seiring air yang terus meninggi.

Berikut adalah ringkasan singkat mengenai fungsi dan risiko penggunaan jaket pelampung:

Kondisi Jaket Dampak di Dalam Kabin Dampak di Luar Pesawat
Belum Mengembang Memudahkan evakuasi dan bisa menyelam keluar. Harus segera ditiup atau ditarik tuasnya.
Sudah Mengembang Tubuh terjepit di langit-langit saat air masuk. Menjaga tubuh tetap terapung di permukaan air.

Tabel ini menunjukkan bahwa waktu untuk menggembungkan pelampung sangat menentukan tingkat keberhasilan evakuasi. Selalu ikuti arahan kru kabin untuk hanya menggembungkan jaket saat Anda sudah berada tepat di pintu keluar atau di atas sayap pesawat.

Video edukasi tersebut pun menuai beragam respons dari netizen yang baru menyadari pentingnya instruksi keselamatan penerbangan. Kesadaran untuk tidak meremehkan prosedur sekecil apa pun sangat penting demi keselamatan bersama saat terbang.

Artikel terkait

Rekomendasi