Asosiasi Analis Teknikal Indonesia (AATI) bertekad untuk meningkatkan jumlah analis teknikal di Indonesia yang memiliki sertifikasi internasional seperti Certified Financial Technician (CFTe) dan Master of Financial Technical Analysis (MFTA). Langkah ini bertujuan untuk memperkuat standar industri analisis teknikal di dalam negeri.
Pernyataan ini ditegaskan dalam Asia Technical Analyst Summit (ATAS) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 23 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh 125 peserta dari berbagai negara Asia, termasuk analis teknikal, trader profesional, hingga pelaku pasar.
Ketua Pelaksana ATAS 2026, Dzaky Nabil, menuturkan bahwa AATI kini memasuki fase ekspansi baru yang berfokus pada peningkatan kualitas, standarisasi, dan kolaborasi lintas komunitas analis teknikal. "Kami melihat bahwa penguatan standar dan sertifikasi menjadi kunci untuk membawa analis teknikal Indonesia ke level yang lebih kompetitif secara global,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Selasa (26/5/2026).
Dalam upaya ini, AATI sebagai bagian dari International Federation of Technical Analysts (IFTA) memandang bahwa peningkatan jumlah pemegang sertifikasi CFTe dan MFTA adalah langkah penting untuk meningkatkan daya saing analis teknikal Indonesia di tingkat internasional.
Ketua Edukasi & Research AATI, Muhammad Dandy Makky Dandytra, menjelaskan bahwa standarisasi tidak hanya mencakup sertifikasi tetapi juga pembangunan kerangka analisis yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan secara global. "Melalui inisiatif seperti CFTe, MFTA, dan AATI Recognition Exam, kami ingin memastikan bahwa analis teknikal Indonesia memiliki kompetensi yang selaras dengan standar internasional,” katanya.
AATI akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengadakan CFTe Preparation Workshop, mempersiapkan analis teknikal Indonesia untuk menghadapi sertifikasi internasional tersebut. Selain itu, AATI juga mengembangkan AATI Recognition Exam sebagai bagian dari sistem standarisasi industri yang lebih luas dengan tingkat kesetaraan dengan CFTe Level 1.
Indrawijaya Rangkuti, seorang analis teknikal dan pembicara di ATAS 2026, berkomentar bahwa pengembangan standar internasional ini juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi dengan komunitas analis teknikal di Indonesia. "Indonesia melalui AATI juga sudah membangun standar internasional dalam keilmuan technical analysis melalui ujian AATI Recognition Test, di mana 100 soal ujiannya memiliki tingkat kesetaraan dengan CFTe Level 1,” ujarnya.
Dengan langkah ini, AATI berharap dapat membangun ekosistem analisis teknikal yang lebih terstruktur, inklusif, dan berstandar internasional, serta memperkuat posisi Asia dalam lanskap analisis pasar global.
ATAS 2026 juga dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga seperti Raden Roro Prasetiowati dari IKEPAMI, Yohanes Arts Abimanyu dari TICMI, Anisah Ozleen Hj Othman dari IFTA, Anang Wicaksono dari Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), serta Fachrul Zain dari ASPEBTINDO.
```