Bulan Mei 2026 akan menyuguhkan berbagai fenomena astronomi memukau yang sangat sayang untuk dilewatkan oleh para pencinta langit. Peristiwa-peristiwa luar angkasa ini tidak hanya menawarkan pemandangan indah untuk diabadikan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang berharga.
Melansir data dari National Geographic, terdapat setidaknya enam peristiwa besar yang akan menghiasi cakrawala sepanjang bulan ini. Mulai dari tarian planet hingga kemunculan bulan langka, berikut adalah daftar fenomena langit yang patut Anda nantikan.
Daftar Peristiwa Langit Mei 2026
Rangkaian fenomena akan dimulai pada tanggal 12 hingga 13 Mei 2026 dengan penampakan Mars, Bulan, dan Saturnus yang saling berdekatan. Ketiga benda langit ini akan terlihat berkumpul di atas cakrawala timur tepat satu jam sebelum matahari terbit.
Untuk mendapatkan visual terbaik, pengamat disarankan mencari lokasi yang tidak terhalang bangunan, seperti di tepi danau atau puncak bukit. Kondisi ini memungkinkan pandangan yang luas ke arah garis cakrawala tanpa hambatan cahaya kota.
Pada 16 Mei 2026, fenomena bulan baru akan memberikan kesempatan langka untuk melihat pusat galaksi yang bersinar paling terang. Inti galaksi dijadwalkan terbit pada pukul 23.00 dan akan tetap terlihat menggantung di langit hingga dini hari.
Selama fase bulan baru ini, objek luar angkasa yang jauh seperti Galaksi Sombrero dan Galaksi Pusaran Air akan tampak lebih detail jika menggunakan teleskop. Kegelapan malam yang maksimal akibat minimnya cahaya bulan sangat mendukung aktivitas observasi galaksi tersebut.
Fenomena berikutnya adalah konjungsi antara Bulan sabit dan Venus yang dijadwalkan terjadi pada tanggal 18 Mei 2026 mendatang. Pasangan benda langit ini akan bersinar terang secara berdampingan di angkasa selama lebih dari dua jam.
Selain keindahan konjungsi tersebut, planet Merkurius juga diprediksi akan menampakkan diri di cakrawala barat saat langit mulai menggelap. Perpaduan posisi planet-planet ini menciptakan pemandangan yang estetik bagi para fotografer astronomi.
Sebagai penutup bulan, fenomena langka yang dikenal dengan sebutan Bulan Biru akan muncul pada tanggal 31 Mei 2026. Berdasarkan informasi dari NASA, peristiwa unik ini rata-rata hanya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali.
Penampakan bulan yang tampak kebiruan ini dipengaruhi oleh keberadaan partikel seperti abu vulkanik yang melayang di atmosfer Bumi. Meski terjadi saat fase bulan purnama, efek visual warnanya sangat bergantung pada kondisi kejernihan udara di wilayah pengamatan.
Planet Jupiter juga tidak ingin ketinggalan untuk menunjukkan eksistensinya dengan bersinar sangat terang di sepanjang bulan Mei ini. Posisi Jupiter yang strategis akan memudahkan pengamat dalam menemukan rasi bintang Gemini di antara bintang Pollux dan Castor.
Terakhir, terdapat pergerakan Jupiter yang terlihat semakin mendekati Venus dengan jarak kurang dari 40 derajat di atas cakrawala barat. Fenomena ini akan terus berlanjut hingga pertengahan Juni, di mana Merkurius nantinya juga akan ikut bergabung dalam formasi tersebut.
| Fenomena Langit | Waktu Terjadinya | Keterangan Objek |
|---|---|---|
| Kedekatan Mars, Bulan, Saturnus | 12-13 Mei 2026 | Terlihat satu jam sebelum matahari terbit di timur. |
| Inti Galaksi Terang | 16 Mei 2026 | Terlihat mulai pukul 23.00 hingga dini hari. |
| Konjungsi Bulan-Venus | 18 Mei 2026 | Bulan sabit dan Venus terlihat berdampingan selama 2 jam. |
| Bulan Biru (Blue Moon) | 31 Mei 2026 | Fenomena bulan purnama langka yang terjadi 2-3 tahun sekali. |
| Jupiter dan Venus | Mei - Juni 2026 | Jupiter mendekati Venus di cakrawala barat. |