5 Cara Ampuh Atasi Kolesterol Tinggi Usai Idul Adha 2026, Cepat dan Alami

5 Cara Ampuh Atasi Kolesterol Tinggi Usai Idul Adha 2026, Cepat dan Alami
Foto: 5 Cara Ampuh Atasi Kolesterol Tinggi Usai Idul Adha 2026, Cepat dan Alami. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Kendalikan Kolesterol Tinggi Usai <a href="/tag/idul-adha">Idul Adha</a>

Kesehatan menjadi perhatian utama saat Idul Adha di mana konsumsi daging sapi dan kambing meningkat. Meskipun kolesterol dibutuhkan tubuh, jumlahnya harus tetap terkendali agar tidak berisiko menimbulkan penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.

Mengonsumsi daging, khususnya daging sapi dan kambing yang melimpah saat Idul Adha, dapat memicu peningkatan kolesterol. Firman, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Muhammadiyah Surabaya, menekankan bahwa kolesterol darah yang tinggi (> 200 mg/dl) lama-kelamaan dapat menyumbat pembuluh darah. Jika aliran ini terganggu, jantung bekerja lebih keras, yang akhirnya memicu hipertensi dan penyakit jantung.

Panduan Mengatur Kolesterol Setelah Makan Daging:

  1. Olahraga rutin 3-5 kali seminggu. Aktivitas fisik minimal 30 menit dengan intensitas sedang dapat membantu membakar 4-7 kkal/menit. Jalan cepat, berlari, bersepeda, atau berenang sangat dianjurkan.
  2. Konsumsi makanan tinggi serat seperti biji-bijian utuh, roti gandum, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan kedelai yang mengandung isoflavon dan fitoestrogen untuk membantu mengurangi penyerapan kolesterol.
  3. Manfaatkan rempah-rempah seperti kunyit, cabai rawit merah, serai, dan jahe yang dapat membantu menurunkan level kolesterol dalam tubuh.
  4. Makan daging sapi bersama dengan makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti salmon, tuna, biji chia, alpukat, almond, dan minyak zaitun. Lemak ini efektif menurunkan kolesterol jahat.
  5. Jika kolesterol tetap tinggi meskipun telah mencoba metode di atas, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk terapi obat statin seperti simvastatin atau atorvastatin.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa daging kambing sebenarnya lebih sehat dibandingkan sapi. Daging kambing mengandung lebih sedikit lemak jenuh (0,8 gram per 100 gram dibandingkan 3 gram pada sapi). Kandungan kolesterol dalam kambing adalah 64 mg, lebih rendah daripada sapi yang mencapai 73 mg per 100 gram.

Budi mengingatkan bahwa meningkatnya kolesterol atau tekanan darah tinggi lebih disebabkan oleh cara pengolahan yang kurang sehat, bukan daging kambing itu sendiri. Dianjurkan untuk mengolah daging kambing dengan cara yang lebih sehat dengan menghindari tambahan santan, gula, dan garam yang berlebih.

Cara Lebih Sehat Mengolah Daging Kambing:

Budi menyarankan sop kambing bening, yang lebih sehat daripada olahan sesuai tradisi yang sering kali sarat dengan santan dan lemak. Daging kambing, bahkan saat dihidangkan sebagai chevon, mengandung sedikit lemak jenuh dibanding daging lain, menjadikannya baik untuk kesehatan jantung.

Prof. Ronny Rachman Noor dari IPB mengingatkan pentingnya menghilangkan lemak sebelum mengolah daging kambing. Tidak berlebihan mengonsumsinya tetap dianjurkan meskipun daging ini termasuk pilihan daging merah yang lebih sehat.

Artikel terkait

Rekomendasi