10 Olahraga Paling Populer Pekerja RI 2026 Versi Populix, Lari Banyak Dipakai

10 Olahraga Paling Populer Pekerja RI 2026 Versi Populix, Lari Banyak Dipakai
Foto: 10 Olahraga Paling Populer Pekerja RI 2026 Versi Populix, Lari Banyak Dipakai. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menjaga kebugaran tubuh di tengah kesibukan rutinitas pekerjaan kini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat urban di Indonesia. Meski jadwal harian sangat padat, banyak pekerja yang tetap berupaya menyisihkan waktu agar tubuh mereka tetap aktif bergerak.

Berdasarkan laporan terbaru dari Populix, para pekerja di Indonesia cenderung memilih aktivitas fisik yang praktis dan fleksibel. Olahraga yang bisa disesuaikan dengan waktu luang tanpa persiapan yang rumit menjadi primadona bagi mereka.

Tren Aktivitas Fisik di Kalangan Pekerja

Pilihan olahraga saat ini sangat beragam, mulai dari aktivitas lari ringan, olahraga beregu, hingga latihan mandiri di dalam rumah. Fleksibilitas waktu menjadi faktor penentu utama mengapa jenis olahraga tertentu lebih diminati dibandingkan yang lainnya.

Retno Gumelar, selaku Quantitative Research Manager di Populix, menjelaskan bahwa mayoritas pekerja memilih kegiatan yang dekat dengan keseharian. Hal ini ia sampaikan dalam acara Populix Time-Out Briefing yang digelar di Jakarta pada Selasa (26/5).

Menurut Retno, jenis olahraga yang paling mendominasi saat ini adalah jogging, jalan santai, serta berbagai latihan fisik yang bisa dilakukan dari rumah saja. Kemudahan akses menjadi alasan mendasar di balik tingginya minat terhadap aktivitas tersebut.

Berikut adalah daftar lengkap 10 jenis olahraga paling populer yang digemari oleh para pekerja di Indonesia menurut survei Populix:

  • Jogging: Aktivitas ini menempati posisi teratas dengan dipilih oleh 45 persen responden karena dianggap sangat murah dan tidak memerlukan perlengkapan khusus yang mahal.
  • Jalan Kaki: Sebanyak 33 persen pekerja memilih jalan kaki sebagai pilihan olahraga yang paling realistis untuk dilakukan setiap hari tanpa harus mengunjungi pusat kebugaran.
  • Sepeda Santai: Olahraga ini disukai oleh 26 persen responden karena menawarkan sisi rekreasi yang menyenangkan, terutama saat dilakukan bersama keluarga atau teman di akhir pekan.
  • Workout Mandiri (YouTube/Instagram): Sebanyak 21 persen responden lebih memilih mengikuti panduan video dari media sosial agar bisa tetap berolahraga secara fleksibel di dalam rumah.
  • Badminton: Olahraga raket ini tetap menjadi favorit dengan dipilih oleh 21 persen responden, yang seringkali dimanfaatkan sebagai sarana bersosialisasi dengan rekan kantor.
  • Sepak Bola: Dipilih oleh 18 persen responden, sepak bola dianggap bukan sekadar olahraga fisik, melainkan juga cara ampuh untuk melepas stres dan mempererat kebersamaan.
  • Berenang: Sebanyak 16 persen pekerja memilih berenang karena memberikan sensasi relaksasi yang menyegarkan bagi tubuh setelah lelah bekerja seharian.
  • Angkat Beban di Rumah: Tren ini diminati oleh 13 persen responden yang biasanya menggunakan alat sederhana seperti dumbbell atau resistance band demi menjaga massa otot.
  • Futsal: Dengan peminat sebesar 12 persen, futsal tetap menjadi agenda wajib bagi banyak pekerja kantoran yang dilakukan secara berkelompok setelah jam pulang kerja.
  • Gym atau Pusat Kebugaran: Sebanyak 12 persen responden tetap setia pergi ke pusat kebugaran untuk mendapatkan fasilitas alat yang lebih lengkap serta program latihan yang lebih terstruktur.

Daftar di atas menunjukkan bahwa preferensi olahraga sangat dipengaruhi oleh tingkat kepraktisan dan kemampuan aktivitas tersebut untuk mencairkan ketegangan setelah bekerja.

Pergeseran Makna Olahraga dalam Gaya Hidup

Seiring berjalannya waktu, olahraga kini telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup modern yang memerlukan biaya tertentu. Data menunjukkan bahwa sebanyak 64 persen responden rela mengeluarkan dana untuk berlangganan fasilitas atau aplikasi olahraga.

Motivasi para pekerja dalam berolahraga juga mengalami perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kini, aktivitas fisik tidak hanya bertujuan untuk kesehatan semata, tetapi juga menjadi momen untuk me time atau quality time.

Banyak pula yang memanfaatkan waktu olahraga untuk membangun relasi profesional serta memperluas jaringan sosial di dalam komunitas tertentu. Hal ini menciptakan ekosistem kebugaran yang lebih dinamis dan berwarna di lingkungan perkotaan.

Ringkasan perbandingan data minat olahraga berdasarkan survei terbaru:

Peringkat Jenis Olahraga Persentase Peminat
1 Jogging 45%
2 Jalan Kaki 33%
3 Sepeda Santai 26%
4 Workout di Rumah 21%
5 Badminton 21%

Data tersebut memperlihatkan dominasi olahraga individual yang bersifat terbuka dan bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat jadwal ketat.

Munculnya Tren Olahraga Baru

Selain daftar olahraga populer di atas, survei ini juga menyoroti kemunculan olahraga baru yang mulai dilirik, yaitu padel. Meski saat ini baru dimainkan oleh sekitar 4 persen responden, tren partisipasinya menunjukkan kenaikan yang cukup menarik.

Partisipasi dalam olahraga padel dilaporkan sudah melampaui ajang lari kompetitif atau road biking yang sebelumnya sempat sangat viral. Hal ini menandakan bahwa pekerja Indonesia selalu terbuka terhadap jenis aktivitas fisik baru yang lebih unik.

Dengan adanya pergeseran ini, menjaga kesehatan tidak lagi dirasa sebagai beban rutin yang membosankan bagi para karyawan. Olahraga telah sukses berbaur dengan kebutuhan sosial dan gaya hidup masyarakat modern di tanah air.

Artikel terkait

Rekomendasi