Waspada Virus Andes di MV Hondius, Bisa Menular Antarmanusia!

Waspada Virus Andes di MV Hondius, Bisa Menular Antarmanusia!
Foto: Ilustrasi Waspada Virus Andes di MV Hondius, Bisa Menular Antarmanusia!.
Ukuran teks

Wabah hantavirus yang menyerang kapal pesiar MV Hondius baru-baru ini telah menyebabkan kekhawatiran besar setelah merenggut nyawa tiga orang penumpang. Jenis virus spesifik yang teridentifikasi dalam insiden di atas kapal mewah tersebut adalah virus Andes, yang merupakan bagian dari keluarga besar hantavirus.

Melansir laporan dari laman BBC, hantavirus sebenarnya merujuk pada kelompok besar virus dan bukan sekadar satu jenis penyakit tunggal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada lebih dari 20 spesies virus berbeda yang mayoritas ditularkan melalui sisa kotoran atau urine hewan pengerat yang telah mengering.

Potensi Penularan Antarmanusia yang Langka

Berbeda dengan jenis lainnya, strain virus Andes memiliki karakteristik unik karena diyakini dapat menular secara langsung dari manusia ke manusia meski kasusnya tergolong sangat jarang. Menteri Kesehatan Afrika Selatan mengonfirmasi keberadaan virus ini pada seorang pria asal Inggris yang dirawat di Johannesburg serta seorang wanita Belanda yang dilaporkan meninggal dunia.

Wilayah Argentina dan Chili tercatat sebagai daerah asal di mana sebagian besar kasus virus Andes ditemukan secara geografis. Salah satu kejadian signifikan terjadi pada akhir 2018 di desa Epuyen, Argentina, ketika satu orang yang terinfeksi secara tidak sengaja menularkan virus kepada 34 orang lainnya hingga menyebabkan 11 kematian.

WHO menduga penyebaran wabah di dalam kapal MV Hondius dipicu oleh kontak fisik yang sangat dekat antarmanusia serta kemungkinan adanya paparan dari hewan pengerat. Para ahli medis menekankan pentingnya isolasi pasien, praktik mencuci tangan yang disiplin, serta pelacakan kontak erat guna memutus rantai penyebaran penyakit ini secara efektif.

Investigasi Asal Usul Wabah

Hingga saat ini, titik awal kemunculan wabah di kapal pesiar tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi otoritas kesehatan dunia. Sepasang suami istri asal Belanda yang menjadi korban diketahui sempat melakukan perjalanan ke Amerika Selatan pada awal April, sehingga ada kemungkinan mereka tertular selama kunjungan tersebut.

Faktor lain yang dicermati adalah rute pelayaran kapal yang mengunjungi berbagai daerah satwa liar terpencil di mana interaksi dengan virus sangat mungkin terjadi. Pengujian genetik secara mendalam terhadap sampel virus diharapkan dapat memberikan jawaban pasti mengenai mekanisme pertama kali hantavirus masuk ke dalam lingkungan kapal.

Perspektif Ahli Mengenai Karakteristik Virus

Dr. Gustavo Palacios, seorang ahli mikrobiologi dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai, menjelaskan bahwa pengetahuan medis mengenai strain Andes masih sangat minim sebelum adanya wabah Epuyen. Pengalaman dalam menangani virus ini dianggap sangat terbatas oleh komunitas ilmiah internasional karena sifatnya yang spesifik dan lokasi penularannya yang terbatas.

Palacios memperkirakan bahwa dalam sejarah medis, kemungkinan hanya terdapat kurang dari 300 kasus penularan manusia ke manusia dari total sekitar 3.000 kasus virus Andes secara keseluruhan. Data tersebut menunjukkan betapa langkanya fenomena penularan antarmanusia dibandingkan dengan penularan melalui hewan pengerat sebagai inang utama.

Berdasarkan investigasi mendalam, masa penularan aktif virus Andes diketahui berlangsung sangat singkat, yakni hanya sekitar satu hari saja. Tingkat risiko penularan mencapai puncaknya tepat pada saat penderita mulai menunjukkan gejala klinis berupa demam tinggi.

Penelitian juga mengungkap bahwa meski durasinya singkat, virus ini mampu berpindah dengan relatif mudah melalui kontak jarak dekat dengan orang lain. Kementerian Kesehatan kini terus memantau situasi ini dengan serius mengingat tingkat fatalitas virus Andes yang tergolong cukup berbahaya bagi keselamatan publik.

Kategori Kasus Estimasi Jumlah Kasus
Total Kasus Virus Andes (Kumulatif) 3.000 kasus
Kasus Penularan Manusia ke Manusia < 300 kasus
Korban Jiwa pada Wabah Epuyen (2018) 11 kematian
Total Kasus Terkonfirmasi di Epuyen 34 kasus

Artikel terkait

Rekomendasi