Waspada Stunting dan Gagal Tumbuh, Ini Ciri Gangguan Pertumbuhan Anak Terbaru 2026 yang Banyak Dicari Orang Tua

Waspada Stunting dan Gagal Tumbuh, Ini Ciri Gangguan Pertumbuhan Anak Terbaru 2026 yang Banyak Dicari Orang Tua
Foto: Waspada Stunting dan Gagal Tumbuh, Ini Ciri Gangguan Pertumbuhan Anak Terbaru 2026 yang Banyak Dicari Orang Tua. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Banyak orang tua sering kali merasa cemas ketika mendapati berat badan buah hatinya tidak kunjung bertambah seiring bertambahnya usia. Kondisi berat badan yang sulit naik ini sebenarnya perlu diwaspadai karena bisa menjadi sinyal adanya gangguan pertumbuhan pada anak.

Dokter Spesialis Anak, dr. Ian Suryadi, menjelaskan bahwa status gizi selama masa kanak-kanak akan berdampak jangka panjang hingga anak tumbuh dewasa. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara gerakan Generasi Bebas Stunting (GMBS) yang diinisiasi oleh Sarihusada di Jakarta pada Jumat (10/3/2026).

Menurut dr. Ian, masalah gizi yang tidak segera ditangani berisiko mengganggu proses tumbuh kembang anak di masa depan. Orang tua diminta untuk lebih peka terhadap gejala berat badan kurang atau kondisi berat badan yang sulit naik, yang sering disebut dengan istilah "BB seret".

Pentingnya Pemeriksaan Rutin ke Dokter

Salah satu langkah pencegahan yang paling efektif adalah dengan rutin memeriksakan kondisi kesehatan anak ke tenaga medis secara berkala. Dokter Ian sangat menyarankan agar orang tua membawa anaknya kontrol setiap bulan, terutama pada tahun pertama setelah kelahiran.

Pemeriksaan rutin ini bertujuan agar seluruh aspek tumbuh kembang anak dapat terpantau secara mendalam oleh ahli. Dokter akan mengevaluasi berbagai indikator kesehatan untuk memastikan tidak ada keterlambatan perkembangan yang terlewatkan.

Selama proses pemeriksaan, orang tua diharapkan aktif memantau kurva pertumbuhan yang dicatat setiap bulan di buku kesehatan. Kurva ini idealnya harus selalu menunjukkan tren kenaikan yang konsisten sesuai dengan standar pertumbuhan anak.

Apabila grafik pada kurva mulai terlihat melandai atau tidak ada kenaikan, maka diperlukan tindakan intervensi medis secepat mungkin. Berat badan dan tinggi badan adalah dua parameter utama yang digunakan dokter untuk menilai status nutrisi seorang anak.

Berikut adalah jadwal rutin yang direkomendasikan untuk memantau pertumbuhan anak:

  • Anak usia di bawah 1 tahun: Wajib melakukan penimbangan berat badan minimal satu bulan sekali oleh petugas kesehatan.
  • Anak usia 1 hingga 2 tahun: Disarankan untuk memeriksakan berat badan setidaknya setiap tiga bulan sekali.
  • Anak balita (di bawah 5 tahun): Tetap dianjurkan melakukan pemantauan pertumbuhan rutin sebulan sekali di Puskesmas, Posyandu, atau rumah sakit.

Pemantauan yang terjadwal dengan disiplin membantu orang tua mendeteksi masalah gizi lebih dini sebelum berdampak lebih serius. Dengan data yang akurat, dokter dapat memberikan saran asupan yang tepat sesuai dengan kebutuhan kalori harian anak.

Penanganan Berat Badan Rendah dan Penggunaan Susu Khusus

Jika seorang anak sudah terdiagnosa memiliki berat badan rendah, dokter biasanya akan memberikan rekomendasi medis tertentu. Salah satu solusi yang sering diberikan adalah pemberian susu tinggi kalori atau yang sering disingkat sebagai "sutingkal".

Namun, dr. Ian menegaskan bahwa pemberian susu tinggi kalori ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan oleh orang tua tanpa pengawasan medis. Penggunaan susu jenis ini harus berdasarkan resep dokter serta mengikuti dosis yang telah ditentukan secara spesifik.

Aspek penting yang harus diperhatikan orang tua dalam pemberian susu tinggi kalori meliputi:

  • Konsultasi Medis: Jangan membeli atau memberikan susu tinggi kalori secara mandiri tanpa saran dokter spesialis.
  • Ketepatan Takaran: Mengikuti takaran saji yang instruksikan oleh dokter agar kebutuhan kalori terpenuhi dengan benar.
  • Teknik Penyajian: Memastikan cara pengadukan dan suhu air sesuai dengan petunjuk agar nutrisi di dalam susu tidak rusak atau hilang.

Banyak kasus terjadi di mana orang tua membeli susu tinggi kalori secara online namun salah dalam cara penyajian dan takarannya. Kesalahan teknis seperti ini sangat berpengaruh pada efektivitas susu dalam membantu menaikkan berat badan anak secara optimal.

Oleh karena itu, dr. Ian menutup penjelasannya dengan menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara orang tua dan dokter anak. Konsultasi yang tepat akan memastikan setiap intervensi gizi yang diberikan membuahkan hasil yang diharapkan bagi pertumbuhan sang buah hati.

Artikel terkait

Rekomendasi