Masyarakat Indonesia baru saja melewati masa libur panjang atau long weekend yang berlangsung pada 14 hingga 17 Mei 2026. Namun, kembali ke rutinitas sekolah atau bekerja sering kali memicu rasa malas yang luar biasa.
Kondisi enggan beraktivitas setelah liburan ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai post holiday blues. Fenomena tersebut ditandai dengan munculnya perasaan sedih, lelah, lesu, hingga kekecewaan saat masa libur berakhir.
Dokter spesialis kedokteran jiwa, dr. Lahargo Kembaren, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan reaksi emosional yang bersifat sementara. Hal ini biasanya muncul tepat setelah seseorang melewati momen-momen yang menyenangkan.
Menurut dr. Lahargo, secara psikologis post holiday blues adalah bentuk respons adaptasi terhadap perubahan situasi hidup. Istilah medis untuk kondisi ini disebut juga sebagai adjustment related emotional response.
Dampak dan Risiko Post Holiday Blues
Meskipun umumnya bersifat sementara, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh jika terjadi dalam jangka panjang. Gejala yang berat dan berlarut-larut berisiko berkembang menjadi stres kronis atau depresi ringan.
Psikolog Dian Wisnuwardhani melalui laman Fakultas Psikologi Universitas Indonesia menyebutkan bahwa dampak utamanya adalah rasa tidak nyaman yang mendalam. Hal ini sering kali memicu keinginan untuk menunda pekerjaan atau malas berangkat ke kantor.
Banyak orang yang mengalami fenomena ini cenderung berpikir untuk menambah jatah cuti demi menghindari rutinitas. Keinginan tersebut muncul karena tubuh dan pikiran belum siap sepenuhnya kembali ke pola hidup produktif.
Cara Ampuh Mengatasi Rasa Malas Setelah Liburan
Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan agar transisi dari liburan ke rutinitas berjalan lebih lancar. Salah satunya adalah dengan tidak langsung memforsir tenaga untuk pekerjaan yang menumpuk.
Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk meredakan gejala post holiday blues:
- Atur beban kerja secara bertahap: Hindari langsung mengambil lembur atau tugas berat di dua sampai tiga hari pertama kembali bekerja.
- Cicil pekerjaan: Kerjakan tugas secara perlahan dan dicicil agar beban mental tidak terasa terlalu berat.
- Tingkatkan hormon kebahagiaan: Lakukan aktivitas fisik seperti olahraga ringan atau berjemur di bawah sinar matahari pagi.
- Konsumsi makanan bergizi: Nutrisi yang baik membantu menjaga stabilitas emosi dan energi tubuh.
- Bersosialisasi: Berinteraksi dengan rekan kerja saat jam istirahat untuk saling berbagi energi positif dan cerita.
Langkah-langkah di atas bertujuan untuk memicu produksi hormon bahagia dalam tubuh secara alami. Dengan begitu, semangat untuk beraktivitas kembali dapat pulih lebih cepat tanpa merasa tertekan.
Jadwal Libur Panjang Berikutnya di Mei 2026
Bagi Anda yang masih merasa lesu, tidak perlu berkecil hati karena kalender bulan Mei 2026 masih menyimpan kabar baik. Terdapat rangkaian hari libur nasional dan cuti bersama yang jatuh di akhir bulan hingga awal Juni.
Momen ini bertepatan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila. Periode ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali beristirahat atau merencanakan liburan singkat.
Simak jadwal libur akhir Mei dan awal Juni 2026 dalam tabel berikut ini:
| Hari dan Tanggal | Keterangan Hari Libur |
|---|---|
| Rabu, 27 Mei 2026 | Hari Raya Idul Adha 1447 H |
| Kamis, 28 Mei 2026 | Cuti Bersama Idul Adha |
| Jumat, 29 Mei 2026 | Hari Kerja (Potensi Cuti Mandiri) |
| Sabtu, 30 Mei 2026 | Libur Akhir Pekan |
| Minggu, 31 Mei 2026 | Hari Raya Waisak 2570 BE |
| Senin, 1 Juni 2026 | Hari Lahir Pancasila |
Daftar di atas menunjukkan adanya peluang libur panjang yang cukup lama jika Anda mengambil cuti pada hari Jumat. Rangkaian libur ini diharapkan bisa menjadi penyemangat untuk menyelesaikan tanggung jawab saat ini.
Memahami post holiday blues membantu kita lebih bijak dalam mengelola kesehatan mental pasca liburan. Dengan persiapan yang tepat, transisi menuju rutinitas harian tidak akan terasa begitu berat lagi.