Waspada Perut Membuncit, Kenali Ciri Gangguan Metabolik dan Risikonya Bagi Kesehatan

Waspada Perut Membuncit, Kenali Ciri Gangguan Metabolik dan Risikonya Bagi Kesehatan
Foto: Waspada Perut Membuncit, Kenali Ciri Gangguan Metabolik dan Risikonya Bagi Kesehatan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Banyak orang merasa tenang saat angka di timbangan tetap stabil meski ukuran celana mulai terasa sesak di pinggang. Padahal, perut yang membuncit bisa menjadi tanda adanya risiko gangguan kesehatan serius meski berat badan Anda tergolong normal.

Kondisi ini sering kali luput dari perhatian karena fokus masyarakat biasanya hanya tertuju pada berat badan secara keseluruhan. Padahal, penumpukan lemak di area perut merupakan sinyal awal yang perlu diwaspadai terkait fungsi metabolisme tubuh.

Bahaya Lemak Perut bagi Kesehatan

Spesialis Gizi Klinik dari Mayapada Hospital Bandung, dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, menjelaskan bahwa lemak perut berkaitan erat dengan berbagai penyakit kronis. Lemak di area ini dapat meningkatkan risiko lonjakan gula darah, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi.

Selain itu, timbunan lemak di perut juga menjadi faktor pemicu munculnya fatty liver atau perlemakan hati. Oleh karena itu, evaluasi kesehatan sebaiknya mencakup pemeriksaan lingkar perut dan sebaran lemak tubuh, bukan sekadar angka timbangan.

Gangguan metabolik dan perlemakan hati umumnya berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala yang mencolok pada tahap awal. Pasien sering kali baru menyadarinya setelah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan melihat perubahan kondisi tubuh.

Dokter Shiela menekankan pentingnya menjadikan pengukuran lingkar perut sebagai langkah deteksi dini yang paling sederhana. Namun, hasil tersebut tetap harus dianalisis bersama faktor lain seperti riwayat pola makan dan aktivitas fisik harian.

Beberapa faktor utama yang harus diperhatikan dalam mendeteksi risiko metabolik antara lain:

  • Lingkar Pinggang: Perubahan ukuran celana yang semakin ketat di area perut.
  • Kadar Gula Darah: Evaluasi rutin untuk mencegah risiko diabetes tipe 2.
  • Profil Kolesterol: Memantau kadar lemak jahat dalam darah secara berkala.
  • Tekanan Darah: Memastikan kondisi jantung dan pembuluh darah tetap stabil.
  • Komposisi Tubuh: Mengetahui perbandingan massa otot dengan total lemak tubuh.

Daftar di atas menunjukkan bahwa kesehatan metabolisme merupakan hasil dari sinergi berbagai indikator medis yang saling berkaitan satu sama lain.

Solusi Deteksi Dini di Liver & Metabolic Wellness Center

Guna membantu masyarakat memahami kesehatan hati dan metabolisme, Mayapada Hospital Bandung menghadirkan Liver & Metabolic Wellness Center (LMWC). Layanan ini fokus pada deteksi dini risiko obesitas, diabetes, dislipidemia, hingga sindrom metabolik.

Pusat kesehatan ini didukung oleh tim dokter multidisiplin serta fasilitas medis modern untuk memberikan hasil diagnosis yang akurat. Pasien dapat melakukan evaluasi komposisi tubuh secara mendalam melalui berbagai metode pemeriksaan canggih.

Fasilitas unggulan yang tersedia di pusat layanan kesehatan ini meliputi:

Jenis Fasilitas Fungsi dan Manfaat Utama
Elastography FibroScan® Memeriksa kesehatan hati secara non-invasif tanpa prosedur bedah.
Total Body Matrix Assessment Evaluasi komprehensif komposisi tubuh dan indikator metabolik.
Gastrohepatology Center Penanganan lengkap untuk berbagai gangguan saluran pencernaan.

Fasilitas medis tersebut dirancang untuk memberikan gambaran kesehatan pasien secara menyeluruh dengan bantuan teknologi terkini.

Layanan komprehensif ini sudah tersedia di berbagai unit Mayapada Hospital, termasuk Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, hingga Bandung. Bagi masyarakat Jakarta Timur, layanan serupa juga dijadwalkan akan segera hadir dalam waktu dekat.

Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui Call Center 150770 atau layanan WhatsApp resmi. Selain itu, aplikasi MyCare menyediakan fitur pemantauan kesehatan pribadi seperti penghitung kalori dan Body Mass Index (BMI).

Artikel terkait

Rekomendasi