Waspada Penularan Hantavirus di Lingkungan Sekitar, Kenali Gejalanya Terbaru!

Waspada Penularan Hantavirus di Lingkungan Sekitar, Kenali Gejalanya Terbaru!
Foto: Waspada Penularan Hantavirus di Lingkungan Sekitar, Kenali Gejalanya Terbaru!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kabar duka datang dari kapal pesiar MV Hondius yang sedang dalam perjalanan menuju Tenerife, Spanyol. Tiga orang penumpang dilaporkan meninggal dunia setelah terinfeksi Hantavirus yang memicu kekhawatiran publik.

Penyakit ini memang tergolong langka, namun memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Jika terlambat mendapatkan penanganan medis, virus ini bisa memicu komplikasi berat pada organ paru-paru hingga ginjal.

Mengenal Lebih Dekat Hantavirus dan Bahayanya

Hantavirus merupakan kelompok virus yang secara alami dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus. Manusia bisa terinfeksi apabila terpapar material yang telah terkontaminasi oleh hewan tersebut.

Secara medis, virus ini memicu dua kondisi klinis utama yang sangat serius. Pertama adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan, dan kedua adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menargetkan fungsi ginjal.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Rio Yansen Cikutra, Sp.PD, menjelaskan bahwa pola penularan utamanya adalah melalui udara. Partikel virus yang beterbangan dari kotoran tikus menjadi ancaman utama bagi manusia.

“Infeksi Hantavirus paling sering terjadi melalui airborne transmission, yakni saat seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi," jelas dr. Rio.

Beliau juga menambahkan bahwa kontak fisik langsung dengan sarang tikus meningkatkan risiko tertular secara signifikan. Menyentuh area wajah setelah memegang permukaan yang terkontaminasi tanpa mencuci tangan juga menjadi jalur masuk virus ke tubuh.

Kondisi Lingkungan yang Memicu Risiko Penularan

Memahami situasi lingkungan yang berisiko tinggi sangat penting untuk melakukan langkah pencegahan. Ada beberapa skenario dan lokasi yang perlu diwaspadai karena menjadi sarang ideal bagi hewan pengerat.

Daftar kondisi lingkungan yang harus diperhatikan untuk meminimalkan paparan virus :

  • Kawasan dengan populasi tikus yang padat, baik di area pemukiman maupun lingkungan perkantoran.
  • Ruangan tertutup yang jarang mendapatkan sirkulasi udara atau lama tidak dibersihkan, seperti gudang dan loteng.
  • Bangunan yang memiliki banyak celah kecil sehingga memudahkan tikus untuk masuk dan bersarang di dalamnya.
  • Wilayah dengan pengelolaan sampah yang buruk serta sanitasi lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya.
  • Area perkebunan atau lahan pertanian yang merupakan habitat asli bagi berbagai jenis hewan pengerat.
  • Kegiatan luar ruangan seperti berkemah jika tidak disiplin dalam menjaga kebersihan tempat tidur dan makanan.
  • Proses pembersihan area yang diduga terkontaminasi tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai.

Risiko penularan ini akan melonjak tajam ketika seseorang membersihkan kotoran tikus dengan cara yang salah. Menyapu kering sangat tidak dianjurkan karena justru akan membuat debu yang mengandung virus beterbangan di udara.

Sebagai gantinya, penggunaan metode pel basah atau penyemprotan disinfektan lebih disarankan untuk menekan partikel debu. Selain itu, menutup setiap celah bangunan menjadi langkah krusial agar tikus tidak bisa masuk ke dalam rumah.

Waspadai Gejala dan Fase Infeksi Hantavirus

Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi ini biasanya muncul secara bertahap dalam dua fase yang berbeda. Pada fase awal, pasien akan merasakan tanda-tanda yang mirip dengan penyakit flu pada umumnya.

Penderita akan mengalami demam, sakit kepala yang hebat, serta nyeri otot yang terasa di area punggung dan paha. Seringkali kondisi ini disertai rasa lemas serta keluhan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare.

Memasuki fase yang lebih berat, infeksi akan menyerang organ dalam secara agresif. Cairan akan mulai menumpuk di paru-paru yang menyebabkan sesak napas akut, disertai penurunan tekanan darah dan kegagalan fungsi ginjal.

“Jika Anda mulai merasakan gejala seperti demam tinggi yang disertai nyeri otot hebat, terutama setelah beraktivitas di lingkungan yang berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan," pesan dr. Rio.

Penanganan medis yang cepat dan tepat menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa pasien. Tindakan sedini mungkin dapat mencegah komplikasi fatal yang sulit untuk ditangani jika sudah memasuki tahap lanjut.

Walaupun mayoritas kasus ditularkan dari hewan ke manusia, ada jenis tertentu seperti Andes hantavirus yang bisa menular antarmanusia. Meski kasus penularan sesama manusia ini sangat jarang, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

Guna menghadapi ancaman penyakit infeksi seperti ini, Bethsaida Hospital Gading Serpong telah menyiagakan layanan IGD 24 jam. Rumah sakit ini juga dilengkapi dengan ruang isolasi khusus untuk menangani pasien dengan penyakit menular secara aman.

Artikel terkait

Rekomendasi