Waspada Kebocoran Arus Listrik di Sekolah, Ancaman Senyap yang Banyak Dicari Pencegahannya di 2026

Waspada Kebocoran Arus Listrik di Sekolah, Ancaman Senyap yang Banyak Dicari Pencegahannya di 2026
Foto: Waspada Kebocoran Arus Listrik di Sekolah, Ancaman Senyap yang Banyak Dicari Pencegahannya di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) senantiasa menjadi momen penting untuk mengevaluasi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Fokus utama biasanya tertuju pada pemerataan fasilitas, peningkatan kompetensi guru, serta perluasan akses belajar bagi seluruh anak bangsa.

Namun, di balik upaya peningkatan mutu akademik, aspek keamanan lingkungan sekolah seringkali terabaikan. Padahal, standar pendidikan yang berkualitas wajib mencakup jaminan keselamatan bagi para siswa selama berada di area sekolah.

Ancaman Bahaya Listrik di Lingkungan Sekolah

Isu keselamatan kelistrikan menjadi perhatian serius menyusul adanya sejumlah insiden fatal yang melibatkan pelajar. Beberapa tahun terakhir, kasus siswa yang tersengat aliran listrik hingga merenggut nyawa dilaporkan terjadi di berbagai daerah.

Di Surabaya, seorang siswa berinisial SSH meninggal dunia akibat sengatan listrik pada tahun 2025. Korban diduga terpapar arus dari kabel pendingin udara (AC) yang terkelupas saat sedang bersiap mengikuti ujian praktik olahraga di area sekolah.

Kejadian serupa menimpa MFA, seorang siswa di Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Juni 2025. Ia kehilangan nyawa setelah memegang mikrofon yang mengalami kebocoran arus saat mengikuti kegiatan jeda semester di halaman sekolah.

Tragedi kelistrikan juga merenggut nyawa IBK di Kota Denpasar, Bali. Siswa tersebut tersetrum saat sedang membantu mempersiapkan instalasi pencahayaan panggung untuk sebuah acara pementasan di sekolahnya.

Rentetan peristiwa ini membuktikan bahwa risiko kelistrikan sangat dekat dengan aktivitas harian pelajar. Bahaya bisa mengintai di mana saja, mulai dari ruang kelas, fasilitas umum, hingga peralatan pendukung kegiatan ekstrakurikuler.

Penyebab Bahaya Listrik yang Sering Terabaikan

Hadian Satria Utama, MSEE, akademisi dari Universitas Tarumanagara, menjelaskan bahwa risiko kebocoran arus listrik seringkali sulit dideteksi. Hal ini dikarenakan instalasi listrik biasanya terlihat berfungsi normal meskipun sebenarnya sedang dalam kondisi berbahaya.

Menurut Hadian, mayoritas sistem kelistrikan di Indonesia hanya mengandalkan Miniature Circuit Breaker (MCB) sebagai pelindung utama. Padahal, fungsi MCB sangat terbatas dan tidak bisa melindungi manusia dari segala jenis gangguan listrik.

Berikut adalah keterbatasan perlindungan listrik yang umum ditemukan di masyarakat:
  • MCB hanya berfungsi untuk memutus arus saat terjadi beban berlebih atau korsleting (hubungan arus pendek).
  • Perangkat MCB standar tidak dirancang untuk mendeteksi adanya kebocoran arus listrik ke tanah.
  • Sengatan listrik pada manusia sering terjadi tanpa memicu MCB untuk memutus aliran secara otomatis.

Hadian menekankan bahwa banyak rumah tangga dan bangunan publik di Indonesia yang memiliki tingkat kebocoran arus melebihi perkiraan. Kurangnya alat proteksi tambahan membuat risiko kecelakaan akibat listrik tetap tinggi.

Pemicu Kebocoran Arus Listrik

Kebocoran arus dapat dipicu oleh berbagai faktor teknis, seperti isolasi kabel yang sudah mengelupas atau sistem pembumian yang tidak standar. Kerusakan internal pada perangkat elektronik juga bisa menjadi penyebab utama arus mengalir ke tempat yang tidak seharusnya.

Kondisi lingkungan juga memperparah risiko, terutama jika arus listrik merambat melalui lantai atau dinding yang lembap. Hal ini sangat membahayakan jika seseorang menyentuh permukaan atau perangkat tersebut tanpa perlindungan.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan listrik meliputi:
  • Penggunaan kabel dengan isolasi yang sudah rapuh atau rusak karena faktor usia.
  • Sistem pentanahan (grounding) yang tidak terpasang dengan benar pada instalasi bangunan.
  • Kondisi bangunan tua dengan instalasi yang tidak lagi sesuai dengan standar keamanan modern.

Bahaya ini sering kali tidak menunjukkan gejala fisik seperti percikan api atau mati lampu secara tiba-tiba. Oleh karena itu, pengecekan berkala pada instalasi sekolah menjadi langkah krusial untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi