Waspada Gejala Hipertensi, Ternyata Tak Semua Jenis Garam Terasa Asin di Lidah

Waspada Gejala Hipertensi, Ternyata Tak Semua Jenis Garam Terasa Asin di Lidah
Foto: Waspada Gejala Hipertensi, Ternyata Tak Semua Jenis Garam Terasa Asin di Lidah. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Banyak masyarakat merasa telah membatasi konsumsi makanan asin, namun tekanan darah mereka tetap terdeteksi tinggi di atas batas normal. Hal ini sering kali terjadi karena asupan garam harian yang tanpa disadari sudah melebihi ambang batas yang dianjurkan.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Prof. Dr. dr. Antonia Anna Lukito, SpJP(K), menjelaskan bahwa natrium sering kali tersembunyi dalam berbagai jenis asupan. Garam tidak hanya ditemukan pada makanan yang terasa asin di lidah, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan.

Waspadai Kandungan Garam yang Tidak Terasa Asin

Menurut Prof. Antonia, Perhimpunan Hipertensi Indonesia (PERHI) merekomendasikan asupan garam harian sebaiknya dibatasi sekitar 2,5 gram saja. Sayangnya, banyak orang hanya menghindari makanan asin karena tidak menyadari bahwa bahan lain juga mengandung natrium tinggi.

Ia menekankan bahwa berbagai zat pengawet, penyedap rasa, hingga minuman bersoda sebenarnya mengandung kadar garam yang signifikan. Molekul garam memiliki fungsi yang beragam di industri pangan, tidak hanya terbatas sebagai penambah rasa asin semata.

Oleh karena itu, masyarakat sangat disarankan untuk selalu memeriksa label informasi nilai gizi yang tertera pada kemasan produk sebelum mengonsumsinya. Dengan membaca label tersebut, konsumen bisa mengetahui kadar natrium asli yang masuk ke dalam tubuh.

Bahaya Kesehatan Akibat Kelebihan Konsumsi Garam

Mengonsumsi garam secara berlebihan merupakan pemicu utama meningkatnya tekanan darah atau hipertensi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hipertensi menjadi faktor risiko paling besar terhadap munculnya penyakit jantung dan stroke.

Selain mengancam kesehatan jantung, kadar natrium yang terlalu tinggi juga berisiko merusak fungsi ginjal dan memperparah penyakit ginjal kronis. Dampak negatif lainnya meliputi peningkatan risiko osteoporosis yang dapat mengganggu kesehatan tulang dalam jangka panjang.

Panduan batas konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) harian :

  • Gula: Maksimal 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan per hari.
  • Garam: Maksimal 2.000 miligram natrium atau setara 1 sendok teh garam per hari.
  • Lemak: Maksimal 67 gram atau setara dengan 5 sendok makan minyak goreng per hari.

Pedoman di atas disusun untuk membantu masyarakat mengontrol pola makan demi mencegah penyakit tidak menular yang mematikan. Kepatuhan terhadap batasan konsumsi ini sangat berpengaruh terhadap kualitas kesehatan di masa depan.

Ringkasan batasan asupan harian yang dianjurkan :

Kategori Asupan Batas Maksimal Per Hari Takaran Setara
Gula 50 Gram 4 Sendok Makan
Garam (Natrium) 2.000 Miligram 1 Sendok Teh
Lemak (Minyak) 67 Gram 5 Sendok Makan

Tabel ini memberikan gambaran sederhana mengenai jumlah asupan yang masih dianggap aman bagi tubuh setiap harinya. Mengikuti panduan ini dapat menurunkan risiko komplikasi serius akibat gaya hidup yang tidak sehat.

Artikel terkait

Rekomendasi