WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wajah Presiden AS Donald Trump mungkin akan tampil pada uang kertas baru pecahan 250 dollar AS. Rencana ini pertama kali dilaporkan oleh Washington Post pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. Jika langkah ini benar-benar diterapkan, maka ini akan menjadi kali pertama dalam hampir 150 tahun, seorang tokoh yang masih hidup muncul pada mata uang AS.
Pemerintah AS telah mengakui adanya usulan resmi. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi adanya rancangan legislasi yang diajukan agar wajah Trump dapat muncul di uang kertas baru tersebut. "Saat ini, ada usulan legislasi — di DPR dan Senat — yang bertujuan untuk mengubah persyaratan sehingga sosok yang masih hidup, Donald J Trump, dapat tampil di uang kertas 250 dollar," kata Bessent, seperti dikutip AFP.
Bessent berpendapat bahwa tidak ada yang salah jika presiden yang sedang menjabat muncul pada uang peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. "Saya beranggapan tidak ada yang tidak pantas untuk menampilkan Presiden AS, orang yang menjabat saat ini, pada uang kertas peringatan 250 tahun," ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa Departemen Keuangan telah mempersiapkan langkah awal jika legislasi tersebut disahkan, namun pemerintah tetap akan mengikuti aturan hukum yang berlaku.
Desain uang ini dilaporkan bisa melanggar hukum federal. Dua pejabat yang ditunjuk Trump di Departemen Keuangan tahun lalu sudah mulai mendesak staf di Biro Pengukiran dan Percetakan agar menyiapkan prototipe desain uang tersebut. Desain yang bocor dan diperoleh Washington Post menunjukkan tulisan "America 250 anniversary," merujuk pada perayaan deklarasi kemerdekaan AS pada 4 Juli 1776.
Namun, sejumlah pegawai biro pencetakan uang yang tidak disebutkan namanya merasa khawatir bahwa ide tersebut melanggar hukum federal, yang melarang adanya penggambaran presiden yang masih hidup di mata uang AS. Juru bicara Departemen Keuangan mengatakan bahwa Biro Pengukiran dan Percetakan sedang "melakukan perencanaan dan uji tuntas sesuai" dengan proposal ini. Ia juga menegaskan bahwa Bendahara AS, Brandon Beach, belum meminta staf untuk mencetak uang itu sebelum ada tindakan resmi dari Kongres.
Direktur biro pencetakan uang, Patricia Solimene, sempat menolak rencana ini dan memperingatkan beberapa pejabat, termasuk Brandon Beach, tentang hambatan hukum dan prosedural. Namun, Solimene kemudian dipindahkan secara mendadak dari posisinya.
```