Kapal pesiar MV Hondius asal Belanda yang sempat menjadi pusat kekhawatiran akibat wabah hantavirus akhirnya bersandar di dekat pelabuhan Granadilla, Tenerife, Spanyol. Kedatangan kapal ini menjadi titik terang bagi puluhan penumpang dari berbagai negara untuk memulai proses kepulangan ke negara masing-masing.
Berdasarkan data dari operator Oceanwide Expeditions, kapal ini awalnya bertolak dari Argentina pada 1 April dengan membawa 175 orang. Perjalanan yang semula tenang berubah setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi kasus hantavirus pertama pada awal Mei lalu.
Hingga saat ini, WHO telah melaporkan sembilan kasus terkait wabah tersebut, yang terdiri dari tujuh kasus terkonfirmasi dan dua kasus suspek. Tragedi ini menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia, di mana dua di antaranya dipastikan positif terinfeksi virus mematikan tersebut.
Respons Pemerintah Inggris Terhadap Penumpang
Pemerintah Inggris bergerak cepat dengan memulangkan 20 warga negaranya beserta dua warga asing yang tinggal di Inggris melalui penerbangan khusus menuju Bandara Manchester. Setibanya di Inggris, mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Arrowe Park di Merseyside untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Para penumpang ini dijadwalkan menjalani observasi medis selama 72 jam sebelum diperbolehkan pulang untuk melanjutkan isolasi mandiri selama 42 hari. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada risiko penyebaran virus lebih lanjut di tengah masyarakat.
Protokol kesehatan ketat yang diterapkan otoritas Inggris:
- Penerapan langkah pengendalian infeksi yang sangat disiplin selama proses penerbangan sewaan.
- Pemeriksaan medis rutin dan pengujian laboratorium saat tiba di rumah sakit rujukan.
- Kewajiban isolasi mandiri di kediaman masing-masing selama enam minggu setelah masa observasi rumah sakit.
- Pemantauan kesehatan secara berkala oleh tenaga medis profesional selama masa karantina.
Menteri Kesehatan Masyarakat, Sharon Hodgson, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada penumpang yang menunjukkan gejala sakit. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena risiko penularan ke publik dinilai sangat rendah berkat prosedur isolasi yang ketat.
Penanganan Penumpang di Amerika Serikat
Amerika Serikat juga telah mengevakuasi 18 warga negaranya yang berada di kapal MV Hondius untuk mendapatkan perawatan dan pengawasan medis. Sebagian besar penumpang tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan menyeluruh di Pusat Medis Universitas Nebraska, Omaha.
Dua penumpang lainnya mendapatkan penanganan khusus di Atlanta, di mana salah satu di antaranya dilaporkan mengalami gejala ringan. Pasien dengan gejala tersebut dipulangkan menggunakan unit biokontainment khusus untuk mencegah risiko kebocoran virus selama perjalanan udara.
Distribusi lokasi karantina dan perawatan di Amerika Serikat:
| Lokasi Fasilitas Medis | Jumlah Penumpang | Status Kesehatan |
|---|---|---|
| Pusat Medis Universitas Nebraska (Omaha) | 16 Orang | Observasi Rutin |
| Pusat Perawatan Patogen Khusus Emory (Atlanta) | 2 Orang | Satu Gejala Ringan |
Data di atas menunjukkan distribusi penanganan medis yang dilakukan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) terhadap warganya. Fasilitas-fasilitas yang dipilih merupakan pusat rujukan dengan spesialisasi penanganan patogen tingkat tinggi guna menjamin keamanan pasien dan staf medis.
Meski sebagian besar penumpang sudah dievakuasi, otoritas kesehatan dunia terus memantau perkembangan kasus ini. Hal tersebut dilakukan mengingat masa inkubasi hantavirus yang memerlukan pengawasan jangka panjang untuk memastikan wabah benar-benar terkendali.