Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian publik setelah mengalami perselisihan. Mantan pasangan suami-istri ini berselisih mengenai nafkah dan pembagian waktu pengasuhan anak-anak mereka. Perseteruan ini awalnya hanya perdebatan di media, namun berkembang hingga merambah media sosial, melibatkan para penggemar mereka dalam argumen panas. Tak lama kemudian, video Sarwendah yang diduga menghina Ruben menjadi viral di berbagai platform.
Kemelut antara Ruben dan Sarwendah ini bukan kali pertama terjadi. Setelah resmi bercerai pada 2024, mereka pertama kali berseteru di bulan November 2025. Persoalan yang memicu pertengkaran pun masih sama, yaitu mengenai tanggung jawab finansial dan pengasuhan anak. Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, mengungkapkan bahwa kliennya mendapatkan tekanan dari pihak penagih utang terkait mobil yang dianggap sebagai aset Ruben. Menurut Abraham, Sarwendah sudah tak lagi terkait dengan kendaraan tersebut. Namun, lebih penting lagi, Abraham menuduh Ruben tidak menanggung biaya pendidikan anak mereka sejak akhir 2025, walaupun sebelumnya disepakati sampai anak lulus kuliah.
Di sisi lain, pengacara Ruben, Minola Sebayang, menyatakan bahwa ketidakhadiran Ruben dalam memberikan nafkah bulanan sebesar Rp200 juta dimulai sejak Desember 2025. Hal ini karena Ruben merasa haknya untuk menghabiskan waktu dengan anak-anak tidak dipenuhi selama enam bulan. "Ruben berpendapat, kewajiban sudah dilaksanakan, tetapi hak tidak didapat. Oleh karena itu, ia memutuskan menunda kewajiban tersebut," ucap Minola.
Sindiran di antara keduanya pun terjadi. Ruben menegaskan bahwa jika Sarwendah merasa terbebani membesarkan anak-anak mereka dengan harapan mendapat dukungan dana darinya, maka ia siap untuk mengambil alih pengasuhan sepenuhnya. "Kalau tidak sanggup, serahkan anak-anak ke saya, saya yang membesarkan!" tegas Ruben. Timbul kekhawatiran dari pihak Ruben bahwa akses bertemu dengan anak kandung justru lebih sulit dibandingkan dengan pihak ketiga seperti kekasih Sarwendah.
Pada waktunya, kubu Sarwendah menolak tuduhan yang menyatakan mereka menghalangi Ruben untuk bertemu dengan anak-anak. "Selalu ada jalur komunikasi yang terbuka dan para pihak terkait perlu mengomunikasikan keinginan mereka secara lebih jelas," ujar Chris Sam Siwu, pengacara Sarwendah. Klaim ini seolah dibantah oleh sederet video Sarwendah yang viral dan dianggap menghina Ruben. Video-video ini memicu seruan dari netizen yang menyalahkan tindakannya tersebut.
Salah satu video yang mendapat perhatian adalah saat Sarwendah bersama kekasihnya, Giorgio Antonio, seolah bereaksi terhadap berita soal uang nafkah dari Ruben. Ia tampak mengalihkan pandangan sambil mengeluarkan kata-kata kasar yang diduga merujuk pada Ruben. Netizen pun melakukan spekulasi bahwa Sarwendah sedang mencibir mantan suaminya tersebut. Menanggapi kritik pedas dari publik, Sarwendah pun meminta maaf melalui media sosial.
Dalam pernyataan maaf tersebut, Sarwendah mengakui bahwa kata-katanya dalam video tersebut tidak mencerminkan norma kebajikan serta kerendahan hati. Sarwendah menegaskan bahwa masalah ini seharusnya bisa diselesaikan secara tertutup dan tidak mencuri perhatian pihak lain.
Kontroversi ini seolah tidak berujung dengan terus muncul klaim dan bantahan dari kedua belah pihak. Ketidaksepahaman ini lambat laun menjadi polemik di mata publik.
```