Di tengah suhu panas ekstrem yang melanda Jepang, seekor bayi monyet makaka bernama Punch di Kebun Binatang Kota Ichikawa menjadi sorotan dunia. Untuk menghadapi kondisi tersebut, kebun binatang akan melengkapi kandang Punch dengan pendingin udara (AC). Langkah ini menjadi bagian dari respon terhadap musim panas yang semakin memburuk di negara tersebut, mempengaruhi satwa-satwa yang ada di penangkaran.
Kebijakan ini didukung oleh pemerintah setempat yang berkomitmen meningkatkan kenyamanan Punch dan primata lainnya:
- Pemerintah Kota Ichikawa telah menetapkan anggaran mencapai 70 juta yen atau setara dengan sekitar Rp 7,88 miliar untuk keperluan ini.
- Penambahan meliputi pemasangan peneduh, pelebaran area tanah, dan penyiapan tempat istirahat dengan AC yang diharapkan siap digunakan pada musim panas tahun ini.
- Pendanaan sebagian besar ditopang oleh sumbangan publik yang hingga akhir Mei terkumpul hingga 43 juta yen atau sekitar Rp 4,84 miliar.
Punch, yang lahir pada 26 Juli 2025, di tengah musim panas yang luar biasa, mengalami kisah unik sejak lahir. Setelah dilahirkan, ia ditinggalkan oleh induknya yang baru pertama kali melahirkan dan menjalani persalinan yang berat karena cuaca panas. Dua penjaga kebun binatang kemudian merawat Punch dengan memberikan susu botol sepanjang hari, memastikan kelangsungan hidupnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa suhu panas di Jepang terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Pada 2024, Badan Meteorologi Jepang melaporkan suhu tertinggi untuk bulan April dan Juli sejak pencatatan cuaca dimulai pada tahun 1898. Para ahli memprediksi bahwa gelombang panas semacam ini akan semakin sering dan intens terjadi di masa depan.
Kisah Punch turut menarik perhatian global karena:
- Monyet ini tidak hanya menarik simpati masyarakat Jepang, tetapi juga menjadi terkenal hingga ke mancanegara.
- Salah satu anggota BLACKPINK, Lisa, diketahui berkunjung secara khusus untuk melihat Punch yang viral tersebut.