Viral di Media Sosial, Prosesi Pemakaman dengan Penari Minim Ini Mengejutkan Publik

Viral di Media Sosial, Prosesi Pemakaman dengan Penari Minim Ini Mengejutkan Publik
Foto: Viral di Media Sosial, Prosesi Pemakaman dengan Penari Minim Ini Mengejutkan Publik. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sebuah upacara pemakaman di Provinsi Nakhon Si Thammarat, Thailand, mendadak menjadi pusat perhatian publik karena suasananya yang tidak biasa. Bukannya penuh dengan isak tangis, prosesi pelepasan jenazah ini justru diramaikan oleh aksi para penari dengan pakaian minim.

Acara yang berlangsung pada 20 April 2026 ini digelar untuk menghormati mendiang Winit, seorang pria berusia 59 tahun. Di hadapan peti jenazah dan para pelayat, para penari tersebut meliuk gemulai mengikuti irama musik yang meriah.

Video yang memperlihatkan momen tersebut segera viral di berbagai platform media sosial dan memicu diskusi luas di kalangan warganet. Banyak orang mempertanyakan aspek etika, namun pihak keluarga menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan amanat terakhir mendiang.

Berikut adalah detail kronologi dan alasan di balik pelaksanaan prosesi pemakaman unik tersebut:

  • Wasiat Terakhir: Semasa hidupnya, Winit dikenal sebagai sosok yang sangat ceria dan tidak ingin kepergiannya diratapi dengan kesedihan mendalam.
  • Permintaan Spesifik: Almarhum secara khusus berpesan kepada keluarganya agar menghadirkan penari di depan peti matinya saat ia tutup usia.
  • Pelaksanaan Ritual: Hiburan dimulai segera setelah para biksu menyelesaikan ritual adat dan kembali ke kuil untuk menjaga kesakralan prosesi utama.
  • Fasilitas Hiburan: Keluarga menyewa truk dengan sistem suara besar beserta tiga penari profesional untuk memeriahkan suasana persemayaman.
  • Antusiasme Warga: Pertunjukan ini ditonton oleh warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, yang berkumpul di lokasi.

Pihak keluarga menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi Winit. Mereka ingin melepaskan kepergian sosok tercinta dengan cara yang paling sesuai dengan kepribadian aslinya yang selalu positif.

Tren Perayaan Kematian di Thailand

Fenomena mengubah suasana duka menjadi perayaan ternyata mulai menunjukkan tren baru di beberapa wilayah Thailand. Selain di Nakhon Si Thammarat, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Provinsi Loei baru-baru ini.

Di wilayah tersebut, pemakaman seorang fotografer berusia 58 tahun juga berlangsung jauh dari kesan suram. Kerabat dan teman-teman mendiang berkumpul dengan konsep serupa acara berkemah sambil menyanyikan lagu-lagu favorit almarhum.

Berikut adalah perbandingan dua peristiwa pemakaman unik yang baru-baru ini viral di Thailand:

Lokasi Pemakaman Sosok Mendiang Bentuk Perayaan
Provinsi Nakhon Si Thammarat Winit (59 Tahun) Aksi penari berpakaian minim dan musik dari truk sound system.
Provinsi Loei Fotografer (58 Tahun) Suasana berkemah dan bernyanyi bersama lagu favorit mendiang.

Data di atas menunjukkan bagaimana pergeseran cara masyarakat dalam memandang kematian sebagai momen untuk merayakan kehidupan yang telah dijalani. Tradisi ini dilakukan untuk memastikan bahwa kenangan terakhir yang ditinggalkan adalah kebahagiaan, bukan air mata.

Prosesi pemakaman Winit sendiri mencapai puncaknya pada upacara kremasi yang dilaksanakan pada 21 April di Wat Thepphanom Chuet. Meskipun mengundang pro dan kontra, pihak keluarga merasa telah menunaikan janji terakhir mereka kepada almarhum dengan baik.

Artikel terkait

Rekomendasi