Valve Tarik Game Horor Beyond the Dark dari Steam karena Malware, Mengejutkan!

Valve Tarik Game Horor Beyond the Dark dari Steam karena Malware, Mengejutkan!
Foto: Valve Tarik Game Horor Beyond the Dark dari Steam karena Malware, Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Platform distribusi game PC populer, Steam, baru saja dikejutkan dengan temuan keamanan yang mengkhawatirkan. Valve dilaporkan telah menarik game horor berjudul Beyond the Dark karena terindikasi mengandung program jahat atau malware.

Kabar ini mencuat setelah seorang YouTuber spesialis keamanan siber, Eric Parker, melakukan investigasi mendalam terhadap game tersebut. Ia menemukan adanya berkas mencurigakan yang dirancang khusus untuk mencuri data sensitif milik para pemainnya.

Kronologi Perubahan Game Menjadi Wadah Malware

Game Beyond the Dark sebenarnya tidak langsung hadir sebagai judul yang berbahaya saat pertama kali muncul di platform Steam. Berdasarkan penelusuran data dari SteamDB, judul ini awalnya merupakan game indie sederhana bernama Rodent Race.

Perubahan drastis terjadi pada 1 Mei 2024, di mana pengembang mengubah nama, genre, hingga seluruh aset file di dalamnya. Game yang semula biasa saja tiba-tiba berubah menjadi game horor gratis yang siap diunduh oleh siapa pun.

Daftar aset dan identitas game yang mengalami perubahan total :

  • Nama Judul: Berubah dari Rodent Race menjadi Beyond the Dark.
  • Genre Permainan: Berganti sepenuhnya menjadi kategori horor.
  • Status Harga: Tersedia sebagai konten gratis untuk menarik banyak korban.
  • File Sistem: Seluruh file asli diganti dengan file baru yang berisi skrip berbahaya.

Strategi perubahan identitas ini diduga sengaja dilakukan untuk mengelabui sistem verifikasi Steam. Dengan memanfaatkan "slot" game yang sudah ada, pengembang nakal dapat memasukkan malware tanpa harus melewati proses kurasi dari awal.

Cara Kerja Malware UnityPlayer.dll yang Berbahaya

Metode infeksi yang digunakan dalam game ini tergolong sangat rapi dan sulit dideteksi oleh pengguna awam. Malware tersebut disembunyikan dalam file bernama UnityPlayer.dll, sebuah nama file yang biasanya dianggap normal dalam game berbasis mesin Unity.

Saat dijalankan, game tersebut sering kali mengalami kegagalan fungsi atau crash secara mendadak. Namun, meski game telah tertutup, proses malware tetap berjalan di latar belakang perangkat pengguna untuk melakukan aksi pencurian data.

Jenis data yang menjadi target utama dari serangan malware ini :

  • Informasi Pribadi: Mengakses data identitas yang tersimpan di dalam sistem komputer.
  • Riwayat Browser: Memantau aktivitas penjelajahan internet dan data kuki pengguna.
  • Dompet Kripto: Mencoba mengakses aset digital dan wallet cryptocurrency milik korban.
  • Akun Game Lain: Target spesifik pada akun Roblox dan platform populer lainnya.
  • Password: Mengunduh program tambahan yang berfungsi merekam kata sandi untuk peretasan akun.

Aktivitas mencurigakan ini membuat perangkat korban rentan terhadap pengambilalihan akun secara massal. Valve bertindak cepat dengan menghapus tombol unduh setelah video investigasi Eric Parker menjadi viral di komunitas gamer.

Rentetan Kasus Serupa yang Menimpa Steam

Kasus Beyond the Dark bukanlah kejadian pertama yang mencoreng reputasi keamanan di platform milik Valve tersebut. Sebelumnya, beberapa judul game lain juga ditemukan menyisipkan malware serupa ke dalam file instalasi mereka.

Beberapa judul game yang pernah ditarik karena terbukti mengandung malware :

Nama Game yang Terinfeksi Status Tindakan Valve
Block Blasters Sudah Dihapus
Chjemia Sudah Dihapus
DashFPS Sudah Dihapus
Sniper Phantom’s Resolution Sudah Dihapus
PirateFi Sudah Dihapus

Fenomena ini menunjukkan adanya pola serangan yang terorganisir dari kelompok tertentu untuk memanfaatkan celah di Steam. Beberapa kasus bahkan dilaporkan telah masuk ke dalam radar investigasi Biro Investigasi Federal (FBI) di Amerika Serikat.

Pihak berwenang menduga bahwa deretan game berbahaya tersebut dibuat oleh orang atau kelompok yang sama. Saat ini, meskipun halaman toko Beyond the Dark masih bisa diakses, Valve telah memastikan bahwa tidak ada lagi pengguna yang bisa mengunduh file berbahaya tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi