Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bakal melakukan kunjungan resmi selama satu hari ke China pada pekan depan. Agenda penting ini berlangsung hanya terpaut beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyelesaikan lawatannya di Beijing.
Kunjungan Putin tersebut diperkirakan jatuh pada 20 Mei mendatang menurut informasi dari sumber yang dihimpun South China Morning Post. Kedatangan dua pemimpin besar ini secara beruntun menjadi peristiwa langka bagi diplomasi China di luar forum internasional.
Momen ini dianggap sebagai langkah strategis Beijing untuk menyeimbangkan hubungan dengan Rusia dan Amerika Serikat di tengah situasi global yang terbelah. China tercatat menjadi negara pertama yang menerima seluruh pemimpin anggota tetap Dewan Keamanan PBB dalam waktu yang berdekatan.
Berikut adalah daftar kunjungan pemimpin negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB ke China:
- Presiden Perancis Emmanuel Macron pada bulan Desember lalu.
- Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang datang pada bulan Januari.
- Presiden AS Donald Trump yang baru saja mengakhiri kunjungannya pada Jumat, 15 Mei 2026.
- Presiden Rusia Vladimir Putin yang dijadwalkan hadir pada 20 Mei 2026.
Rentetan kunjungan diplomasi tingkat tinggi ini menunjukkan posisi krusial Beijing dalam peta politik dunia saat ini. Hal ini juga menjadi upaya nyata untuk menjaga stabilitas hubungan antar kekuatan besar dunia.
Persiapan Lawatan Putin dan Sambutan Beijing
Trump sendiri baru saja menuntaskan kunjungan pertamanya ke China dalam hampir sepuluh tahun terakhir. Lawatan tersebut sebelumnya sempat tertunda selama beberapa minggu akibat ketegangan perang yang pecah di Iran.
Meskipun Trump disambut meriah dengan karpet merah dan dentuman meriam, penyambutan Putin diprediksi akan lebih sederhana. Hal ini disebabkan karena pejabat China masih sibuk mengelola agenda besar setelah kepulangan Presiden Amerika Serikat tersebut.
Pihak Kremlin sebenarnya sudah memberikan sinyal mengenai rencana kunjungan ini sejak Februari 2026. Pada Maret lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko menyatakan bahwa tanggal pasti masih dalam tahap finalisasi.
Teranyar, pihak Kremlin memberikan kepastian bahwa seluruh persiapan perjalanan Putin ke Beijing telah rampung. Meski belum mengumumkan tanggal spesifik, Rusia menyebut kunjungan akan terlaksana dalam waktu yang sangat dekat.
Dinamika Hubungan Beijing dengan Moskow dan Washington
Relasi antara Beijing dan Moskow dilaporkan semakin solid sejak konflik di Ukraina pecah pada tahun 2022. China bahkan sering menggambarkan kerja sama kedua negara tersebut sebagai hubungan yang kokoh dan tidak tergoyahkan.
Kerja sama ekonomi kedua negara juga terus meroket secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perdagangan dengan China menjadi sektor vital bagi Rusia untuk bertahan di tengah tekanan sanksi dari negara-negara Barat.
Di waktu yang sama, China tetap berupaya menjaga stabilitas komunikasi dengan pihak Washington. Dalam pertemuannya dengan Trump, Presiden Xi Jinping menekankan pentingnya membangun kemitraan daripada persaingan yang saling menjatuhkan.
Berikut adalah poin-poin penting dalam pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump baru-baru ini:
- Harapan agar China dan Amerika Serikat menjadi mitra strategis yang saling mendukung.
- Komitmen untuk mengelola hubungan bilateral agar tetap stabil dan konstruktif.
- Visi menjadikan tahun 2026 sebagai momentum bersejarah dalam hubungan diplomatik kedua negara.
- Kesepakatan untuk menghindari konflik terbuka dan memperkuat kerja sama strategis.
Pernyataan-pernyataan tersebut mengisyaratkan keinginan kuat Beijing untuk menjadi penengah yang netral di tengah rivalitas kekuatan dunia. Presiden Xi Jinping berkomitmen untuk terus menjalin hubungan yang menguntungkan dengan Rusia maupun Amerika Serikat.
Adapun Vladimir Putin tercatat memang rutin melakukan komunikasi intensif dengan Presiden Xi Jinping. Terakhir kali, Putin menginjakkan kaki di China pada September lalu untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Tianjin.
Kehadiran Putin pada saat itu juga bertepatan dengan peringatan militer berakhirnya Perang Dunia II. Kunjungan pekan depan akan menjadi babak baru dalam memperkuat hubungan strategis antara Rusia dan China di tahun ini.